Penguatan Budaya Kerja RSUD dr. Loekmono Hadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik

mediamuria.com, Kudus – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Kudus, RSUD ini memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya bertumpu pada fasilitas medis, tetapi juga pada sikap dan budaya kerja seluruh insan rumah sakit.

Upaya penguatan budaya kerja tersebut kembali ditekankan dalam kegiatan apel pagi yang diikuti jajaran pegawai RSUD dr. Loekmono Hadi, Selasa (6/1/2026). Dalam kesempatan itu, disampaikan pentingnya menjadikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian kerja. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang nyaman dan terpercaya bagi masyarakat.

RSUD dr. Loekmono Hadi selama ini dikenal sebagai salah satu fasilitas kesehatan andalan warga Kudus. Ribuan pasien datang setiap hari, baik untuk rawat jalan, rawat inap, hingga pelayanan gawat darurat. Tingginya intensitas pelayanan tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap kondisi pasien.

Salah satu penekanan dalam penguatan budaya kerja di RSUD dr. Loekmono Hadi adalah penerapan nilai “Senyum Simpang Tujuh” sebagai budaya pelayanan. Konsep ini dimaknai sebagai ajakan bagi seluruh pegawai untuk menghadirkan keramahan, ketulusan, dan sikap positif dalam setiap interaksi dengan pasien maupun keluarga pasien. Dalam pelayanan kesehatan, sikap ramah dan komunikasi yang baik sering kali menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan pasien.

Pelayanan kesehatan bukan semata-mata soal tindakan medis. Bagi pasien, pengalaman selama berada di rumah sakit juga dipengaruhi oleh cara mereka disambut, dilayani, dan diperlakukan. Senyum, sapaan yang santun, serta kesediaan petugas untuk mendengarkan keluhan menjadi hal sederhana yang berdampak besar bagi psikologis pasien. Kondisi mental yang lebih tenang diyakini dapat membantu proses pemulihan.

Penguatan budaya kerja ini juga diarahkan untuk menjaga marwah RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai institusi pelayanan publik. Rumah sakit milik pemerintah daerah dituntut untuk menjadi contoh dalam memberikan layanan yang adil, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah sangat bergantung pada konsistensi pelayanan yang diberikan setiap hari.

Selain aspek keramahan, profesionalisme dan integritas pegawai menjadi poin penting yang terus didorong. Profesionalisme tercermin dari kemampuan petugas dalam menjalankan tugas sesuai standar, disiplin waktu, serta tanggung jawab dalam melayani pasien. Sementara integritas berkaitan dengan kejujuran, etika kerja, dan komitmen untuk mengutamakan keselamatan serta kenyamanan pasien di atas kepentingan pribadi.

Dalam konteks pelayanan publik, rumah sakit juga dituntut untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Evaluasi terhadap sistem pelayanan, alur administrasi, hingga manajemen rumah sakit menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan. Dengan sistem yang semakin tertata, diharapkan waktu tunggu pasien dapat ditekan dan proses pelayanan menjadi lebih efisien.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal. RSUD dr. Loekmono Hadi mendorong seluruh pegawainya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, maupun pembentukan sikap kerja yang berorientasi pada pelayanan. SDM yang berkualitas diyakini menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diandalkan.

Bagi masyarakat, rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, tetapi juga ruang harapan. Pasien dan keluarga datang dengan kondisi fisik dan emosional yang beragam. Oleh karena itu, suasana pelayanan yang nyaman dan humanis menjadi kebutuhan mendasar. Ketika pasien merasa dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati, kepercayaan terhadap institusi kesehatan akan tumbuh secara alami.

Kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. Loekmono Hadi menjadi modal penting dalam pembangunan sektor kesehatan daerah. Rumah sakit yang dipercaya akan lebih mudah menjalankan fungsinya sebagai pusat pelayanan, rujukan, dan edukasi kesehatan. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui konsistensi pelayanan yang baik dari waktu ke waktu.

Penguatan budaya kerja juga berperan dalam menjaga citra rumah sakit di mata publik. Di era keterbukaan informasi, pengalaman pasien mudah tersebar melalui cerita langsung maupun media sosial. Pelayanan yang baik akan melahirkan kesan positif, sementara pelayanan yang kurang optimal dapat berdampak sebaliknya. Karena itu, setiap pegawai rumah sakit memiliki peran penting sebagai representasi institusi.

RSUD dr. Loekmono Hadi menyadari bahwa tantangan pelayanan kesehatan ke depan akan semakin kompleks. Jumlah pasien yang terus meningkat, tuntutan kualitas layanan yang lebih tinggi, serta perkembangan teknologi medis menuntut kesiapan organisasi secara menyeluruh. Penguatan budaya kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadapi tantangan tersebut.

Dengan menempatkan pelayanan publik sebagai fokus utama, RSUD dr. Loekmono Hadi berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Budaya kerja yang baik diharapkan mampu menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman, aman, dan profesional bagi seluruh pasien.

Ke depan, masyarakat berharap penguatan budaya kerja ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan secara konsisten. Pelayanan kesehatan yang ramah, cepat, dan profesional menjadi harapan bersama, seiring dengan peran RSUD dr. Loekmono Hadi sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus. Dengan sinergi antara sistem yang baik dan SDM yang berintegritas, kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan diharapkan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Selanjutnya: Penguatan Budaya Kerja RSUD dr. Loekmono Hadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik

https://mediamuria.com/daerah/kudus/halaqah-cagar-budaya-masjid-madureksan-upaya-merawat-warisan-peradaban-islam-kudus/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/bantuan-gerobak-dan-tenda-dorong-penguatan-ekonomi-rakyat-pkl-kudus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *