mediamuria.com, KUDUS – Akses jalan penghubung antara Kudus–Pati melalui kawasan Gadu kembali terhambat akibat genangan air pada beberapa hari terakhir, pantauan pada Minggu, 18 Januari 2026 kondis jalan masih tergenangi. Curah hujan yang tinggi sejak Kamis malam hingga Minggu pagi menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan, sehingga kendaraan harus melintas dengan ekstra hati-hati. Meski demikian, kondisi tersebut justru menarik perhatian warga untuk datang ke lokasi, tidak hanya sekadar melihat kondisi banjir, tetapi juga memanfaatkannya untuk mencari ikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air menutup sebagian besar badan jalan dengan ketinggian bervariasi. Air yang meluap dari area persawahan dan saluran di sekitar jalan membuat arus lalu lintas tersendat, terutama bagi kendaraan roda dua dan kendaraan kecil. Sejumlah pengendara terlihat memilih berjalan pelan atau bahkan memutar arah demi menghindari risiko mogok dan kecelakaan.
Namun di tengah keterbatasan akses tersebut, kawasan Gadu justru dipadati warga yang datang membawa alat pancing, jaring, hingga peralatan tradisional untuk menangkap ikan. Aktivitas mencari ikan menjadi pemandangan yang cukup mencolok sejak pagi hari. Warga terlihat menyebar di titik-titik genangan air yang dianggap potensial menjadi tempat berkumpulnya ikan.
Beragam cara dilakukan warga untuk menangkap ikan. Selain memancing dengan alat pancing konvensional, sebagian warga tampak menggunakan alat tembak ikan, menjaring, hingga cara tradisional yang dikenal dengan sebutan “nganco”. Metode nganco dilakukan dengan menggunakan jaring dan bamboo di genangan air sambil menunggu beberapa menit saat ikan melintasi baru diangkat.
Menurut sejumlah warga, aktivitas mencari ikan ini sudah menjadi kebiasaan setiap kali banjir datang. Air yang menggenangi jalan dan sawah dianggap membawa “rezeki dadakan” karena ikan-ikan dari saluran dan sungai kecil keluar dan menyebar ke area yang biasanya kering. Tidak sedikit warga yang datang secara berkelompok, bahkan mengajak anggota keluarga.

Dari pantauan, warga mulai berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang hari. Meski cuaca masih mendung dan sesekali turun gerimis, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Beberapa warga juga terlihat tetap bertahan di lokasi meski hujan ringan kembali turun, dengan harapan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak.
Selain pencari ikan, kawasan ini juga dipadati warga yang datang hanya untuk melihat-lihat kondisi banjir. Banyak juga keluarga memanfaatkan momen tersebut sebagai hiburan tersendiri. Terlihat anak-anak tampak bermain air di pinggir jalan dengan pengawasan orang tua, sementara sebagian warga lain memilih duduk di tepi jalan sambil mengamati aktivitas di sekitar genangan.
Tak sedikit pula pengendara motor yang memanfaatkan genangan air untuk mencuci kendaraan mereka. Setelah melintasi jalan berlumpur akibat banjir, sejumlah pengendara berhenti sejenak untuk membersihkan roda dan bodi motor dari lumpur yang menempel. Aktivitas ini menambah suasana ramai di sepanjang ruas jalan yang tergenang.
Jalur Kudus–Pati via Gadu sendiri merupakan salah satu jalur alternatif yang cukup vital bagi mobilitas warga. Jalur ini kerap digunakan sebagai penghubung antara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati, terutama saat jalur utama mengalami kepadatan. Namun, kawasan ini juga dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap musim hujan tiba.
Genangan air di kawasan Gadu bukanlah kejadian baru. Setiap intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama, air kerap meluap dan menutup badan jalan. Kondisi tersebut membuat warga sekitar sudah terbiasa dan bahkan menjadikannya sebagai “agenda rutin” tahunan. Tak heran jika banjir di kawasan ini sering disebut sebagai “wisata pemancingan” dadakan oleh warga setempat.
Meski aktivitas warga berlangsung cukup ramai, kondisi ini tetap menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan. Genangan air membuat kondisi jalan sulit diprediksi, terutama adanya lubang atau permukaan jalan yang rusak dan tertutup air. Beberapa kendaraan terlihat sempat mogok akibat nekat melintasi genangan yang cukup dalam.
Beberapa warga sekitar juga mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas. Pengendara diminta memperhatikan arus kendaraan lain dan tidak memaksakan diri jika kondisi dirasa berisiko. Bagi kendaraan roda dua, disarankan untuk memilih jalur alternatif lain atau menunggu hingga genangan surut.
Sementara itu, warga berharap adanya penanganan jangka panjang untuk mengatasi banjir di kawasan Gadu. Normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, serta perbaikan kontur jalan dinilai perlu dilakukan agar akses penghubung Kudus–Pati ini tidak terus-menerus terganggu setiap musim hujan.
Hingga Minggu siang, genangan air masih terlihat menutup sebagian ruas jalan dan aktivitas warga di lokasi masih berlangsung. Selama hujan belum reda dan air belum surut, kawasan ini diperkirakan akan tetap ramai, baik oleh pencari ikan maupun warga yang datang sekadar menikmati suasana banjir musiman yang sudah menjadi pemandangan khas di jalur Kudus–Pati via Gadu.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Akses Jalan Kudus–Pati via Gadu Terhambat, Kawasan Tergenang Air Jadi “Wisata Mancing” Dadakan