Banjir Sepekan, Kerugian di Kudus Ditaksir Capai Rp533 Miliar

mediamuria.com, KUDUS – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus selama lebih dari sepekan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Genangan air yang merendam puluhan desa menyebabkan aktivitas warga lumpuh, infrastruktur rusak, serta menimbulkan kerugian material dalam jumlah sangat besar.

Banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kudus dan sekitarnya sejak awal Januari 2026. Kondisi tersebut diperparah oleh meluapnya sejumlah sungai utama, sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman, area pertanian, hingga fasilitas publik.

Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), total potensi kerugian akibat bencana banjir ini ditaksir mencapai sekitar Rp533 miliar. Nilai tersebut mencerminkan besarnya dampak yang ditimbulkan, baik terhadap aset pemerintah maupun kerugian yang dialami masyarakat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa sebagian besar kerugian berasal dari rusaknya infrastruktur milik pemerintah daerah.

“Dari total potensi kerugian tersebut, sekitar Rp389 miliar merupakan kerugian yang dialami Pemerintah Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani.

(Sumber kutipan: ANTARA News Jawa Tengah)

Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi meliputi berbagai fasilitas penting yang menunjang pelayanan publik. Infrastruktur jalan, bangunan sekolah, puskesmas, talud sungai, hingga fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Infrastruktur Rusak di Banyak Titik

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mencatat sejumlah ruas jalan kabupaten mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama. Beberapa badan jalan mengalami pengelupasan aspal, retak, bahkan ambles sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Talud sungai di beberapa titik juga dilaporkan longsor akibat derasnya arus air. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas pendidikan turut terdampak. Beberapa sekolah terendam banjir hingga ruang kelas dipenuhi lumpur dan air. Proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Fasilitas kesehatan seperti puskesmas juga mengalami gangguan pelayanan akibat genangan air dan kerusakan peralatan medis. Pemerintah daerah terpaksa melakukan penyesuaian layanan agar masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Ribuan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

Selain infrastruktur publik, banjir juga berdampak langsung pada masyarakat. Ribuan rumah warga dilaporkan terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa wilayah.

Warga di daerah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti balai desa, gedung sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Aktivitas sehari-hari lumpuh karena akses jalan terputus dan air belum sepenuhnya surut.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Ribuan hektare sawah terendam banjir dalam waktu cukup lama sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi petani karena berdampak langsung pada pendapatan dan ketahanan pangan daerah.

Banjir juga merusak saluran irigasi dan tanggul persawahan yang sebelumnya menjadi penopang utama sektor pertanian di wilayah Kudus.

Penanganan Darurat Terus Dilakukan

Pemerintah Kabupaten Kudus bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak. Berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan air, termasuk pengoperasian pompa air dan pembersihan saluran drainase.

Distribusi bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya terus disalurkan kepada warga yang terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan kesehatan untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir.

Sejumlah dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga pengungsi. Pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Ajukan Bantuan ke Pemerintah Pusat

Melihat besarnya kerusakan dan keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Kudus berencana mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengajuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Fokus utama pengajuan bantuan meliputi perbaikan jalan, rehabilitasi talud sungai, pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta normalisasi sungai untuk mencegah banjir berulang.

Pemerintah daerah juga tengah menyusun dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat pengajuan bantuan agar proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan.

Pemulihan Jangka Panjang Jadi Perhatian

Selain penanganan darurat, Pemkab Kudus mulai mempersiapkan langkah pemulihan jangka panjang. Evaluasi sistem drainase, normalisasi sungai, serta penguatan tanggul menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Banjir yang berlangsung lama ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak tentang perlunya pengelolaan lingkungan dan tata air yang lebih baik. Perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering menuntut kesiapsiagaan yang lebih matang dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Kudus berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Harapan Warga

Warga terdampak berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan, terutama pada akses jalan dan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Mereka juga berharap adanya solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Meski masih menghadapi kondisi sulit, semangat gotong royong terlihat kuat di tengah masyarakat. Warga, relawan, dan aparat saling bahu-membahu membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pembersihan lingkungan pascabanjir.

Dengan dukungan semua pihak, pemerintah daerah optimistis proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap, meskipun kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Banjir Sepekan, Kerugian di Kudus Ditaksir Capai Rp533 Miliar

https://mediamuria.com/daerah/kudus/trans-jekuti-disiapkan-layani-kawasan-padat-pekerja-jepara-kudus-pati/

https://mediamuria.com/politik/kpk-tetapkan-bupati-pati-sudewo-sebagai-tersangka-pemerasan-jabatan-perangkat-desa-ini-kronologi-dan-bantahannya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *