Perpustakaan Baru Kudus Diresmikan, Literasi Naik Kelas dari Ruang Baca hingga Panggung Komunitas

mediamuria.com, KUDUS – Hello sobat media muria, Akhirnya resmi dibuka nih Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kudus dalam memperkuat budaya literasi kembali ditegaskan melalui peresmian Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta pameran komunitas literasi inklusif. Kegiatan yang digelar di kompleks Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kudus ini berlangsung meriah dan disambut antusias oleh pelajar, tamu undangan, hingga masyarakat umum.

Sejak siang hari, area perpustakaan baru tampak ramai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Pelajar datang berkelompok, sebagian mengenakan seragam sekolah, sementara masyarakat umum dan komunitas literasi tampak memadati setiap sudut kegiatan. Suasana tersebut menandai babak baru wajah perpustakaan di Kudus yang kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan pembelajaran bersama.

Peresmian gedung layanan perpustakaan dilakukan secara resmi oleh Bupati Kudus. Momentum ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas literasi yang modern, nyaman, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Gedung layanan baru ini dirancang sebagai pusat aktivitas literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan generasi muda. Dengan adanya gedung ini diharapkan dapat meningkatkan minat membaca untuk para pelajar dan pemuda khususnya.

Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus sendiri terdiri dari empat bangunan utama dengan fungsi yang berbeda-beda. Gedung A difungsikan sebagai ruang baca referensi dan layanan sirkulasi. Di gedung ini, pengunjung dapat mengakses koleksi buku rujukan, melakukan peminjaman, serta memanfaatkan layanan literasi dasar yang terintegrasi.

Sementara itu, Gedung B menjadi ruang yang lebih dinamis dengan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Di dalamnya terdapat ruang TIK, mini theater, serta ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk diskusi, pemutaran film edukatif, hingga kegiatan literasi berbasis multimedia. Kehadiran fasilitas ini memperluas makna literasi yang tidak hanya bertumpu pada buku cetak, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi.

Gedung C difokuskan sebagai ruang baca umum yang nyaman dan terbuka. Ruang ini menjadi salah satu titik favorit pengunjung, terutama pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan waktu untuk membaca, mengerjakan tugas, maupun sekadar mengakses koleksi bacaan ringan. Sedangkan Gedung D dirancang khusus sebagai ruang baca anak dan fasilitas podcast, memberikan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak sekaligus membuka peluang literasi digital dan kreatif.

Dari sisi koleksi, perpustakaan baru ini menyediakan sekitar 34 ribu judul buku dengan total 48 ribu eksemplar. Koleksinya mencakup berbagai kategori, mulai dari buku anak-anak, bacaan remaja dan generasi Z, kamus, ensiklopedia, fiksi, novel, sejarah, hingga komik. Kelengkapan koleksi ini menjadikan perpustakaan sebagai salah satu pusat referensi yang representatif di Kabupaten Kudus.

Selain peresmian gedung, agenda penting lainnya adalah pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Kudus. Pengukuhan ini menegaskan peran strategis keluarga dan lingkungan terdekat dalam menumbuhkan budaya membaca. Bunda Literasi diharapkan menjadi penggerak literasi di tingkat akar rumput, mendorong kebiasaan membaca sejak usia dini hingga lingkungan masyarakat.

Penguatan literasi juga ditunjukkan melalui pameran komunitas yang digelar bersamaan dengan peresmian. Berbagai komunitas lokal turut ambil bagian, mulai dari kelas merajut, kelas keterampilan pipecleaners, perpustakaan desa replikasi program TPBIS, Paguyuban Kopi Muria, Sayuti Craft, hingga Forum Komunikasi Disabilitas. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa literasi memiliki makna luas, tidak terbatas pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan, kreativitas, dan inklusivitas sosial.

Pameran ini menjadi etalase potensi masyarakat Kudus, sekaligus memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat berfungsi sebagai ruang inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Interaksi antara pengunjung dengan komunitas berlangsung aktif, menciptakan suasana edukatif yang cair dan partisipatif.

Antusiasme tinggi pengunjung terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pelajar tampak memanfaatkan kesempatan untuk menjelajahi gedung, mengenal fasilitas, dan melihat langsung koleksi buku yang tersedia. Masyarakat umum juga memanfaatkan momen ini untuk mengenal lebih dekat layanan perpustakaan yang kini semakin terbuka dan ramah publik.

Peresmian Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus ini sekaligus menandai transformasi perpustakaan sebagai ruang publik modern. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan ide, kreativitas, dan kolaborasi lintas komunitas. Dengan fasilitas yang lengkap, koleksi yang beragam, serta dukungan pemerintah daerah, perpustakaan diharapkan menjadi pusat kegiatan edukatif yang berkelanjutan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus menunjukkan bahwa pembangunan literasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui penyediaan ruang, fasilitas, dan keterlibatan aktif masyarakat. Perpustakaan kini hadir sebagai milik bersama, tempat belajar sepanjang hayat, dan ruang tumbuh bagi generasi masa depan Kudus.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Perpustakaan Baru Kudus Diresmikan, Literasi Naik Kelas dari Ruang Baca hingga Panggung Komunitas

https://mediamuria.com/nasional/ramai-di-media-sosial-gerd-disebut-berkaitan-dengan-penyakit-jantung-ini-penjelasan-medis-dari-para-ahli/

https://mediamuria.com/politik/dari-antusiasme-ke-kepanikan-respons-cepat-pemkab-kudus-dan-evaluasi-keamanan-program-mbg/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *