mediamuria.com, KUDUS – Momentum Nisfu Sya’ban kembali menjadi perhatian umat Muslim sebagai malam yang sarat dengan doa, refleksi diri, dan persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Tahun ini, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Sya’ban 1447 Hijriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam ini dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama.
Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kudus, suasana religius mulai terasa sejak beberapa hari menjelang Nisfu Sya’ban. Sejumlah masjid dan mushola menyampaikan informasi terkait pelaksanaan ibadah malam Nisfu Sya’ban, baik melalui pengumuman langsung maupun media sosial. Ajakan untuk menghidupkan malam tersebut dengan doa dan dzikir pun disambut antusias oleh masyarakat.
Beberapa amalan yang lazim dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban kembali menjadi perhatian umat Muslim. Salah satunya adalah mandi taubat, yang dimaknai sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki malam penuh doa. Selain itu, membaca Surah Yasin juga menjadi amalan yang banyak dilakukan, umumnya dibaca sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, seperti memohon umur panjang, kelapangan rezeki, dan keteguhan iman.
Amalan lain yang tak kalah penting adalah memperbanyak istighfar dan sholawat. Umat Muslim dianjurkan untuk memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan serta memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, sholat malam, termasuk sholat sunnah dan qiyamul lail, juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi sebagian masyarakat, malam Nisfu Sya’ban juga dimanfaatkan untuk memperbanyak doa pribadi. Doa-doa tersebut mencakup permohonan kesehatan, keselamatan, keberkahan hidup, serta kesiapan dalam menjalani ibadah Ramadhan. Tak sedikit pula yang menambahkan amalan sedekah, baik berupa makanan, bantuan kepada tetangga, maupun berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Di Kabupaten Kudus, momentum Nisfu Sya’ban dirayakan dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati masjid dan mushola di lingkungan masing-masing. Sebagian keluarga juga memilih menghidupkan malam Nisfu Sya’ban di rumah dengan doa bersama, membaca Yasin, dan dzikir secara sederhana.
Salah satu masjid yang turut menggelar doa bersama adalah Masjid Al Aqsha Menara Kudus. Masjid yang dikenal sebagai ikon sejarah dan religi tersebut menjadi salah satu lokasi yang digunakan jamaah untuk melaksanakan doa dan dzikir pada malam Nisfu Sya’ban. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memaknai malam tersebut secara khidmat dan penuh ketenangan.
Namun demikian, peringatan Nisfu Sya’ban di Kudus tidak terpusat di satu lokasi. Masjid-masjid di berbagai kecamatan juga melaksanakan kegiatan serupa. Pola ibadah yang dilakukan beragam, menyesuaikan tradisi dan kebiasaan jamaah masing-masing, mulai dari pembacaan Yasin berjamaah hingga sholat malam dan doa bersama.
Selain bernilai ibadah, Nisfu Sya’ban juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Di beberapa lingkungan, masyarakat memanfaatkan malam tersebut untuk berbagi makanan atau sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadhan tidak hanya soal ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial.
Antusiasme masyarakat terhadap Nisfu Sya’ban juga tercermin dari maraknya informasi yang beredar di media sosial. Poster digital berisi jadwal dan amalan Nisfu Sya’ban banyak dibagikan, menandakan tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam momentum tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Nisfu Sya’ban masih memiliki tempat penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Para tokoh agama kerap mengingatkan agar umat Muslim menyikapi Nisfu Sya’ban dengan bijak dan tidak berlebihan. Perbedaan pandangan terkait amalan tertentu hendaknya disikapi dengan saling menghormati. Esensi dari Nisfu Sya’ban adalah memperbaiki diri, memperbanyak doa, serta menyiapkan hati dan mental untuk menyambut Ramadhan.
Menjelang Ramadhan, Nisfu Sya’ban menjadi pengingat penting bagi umat Muslim untuk mulai menata kembali ibadah dan kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak amalan seperti mandi taubat, membaca Yasin, istighfar, sholawat, sholat malam, doa, dan sedekah, diharapkan umat Muslim dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan kesiapan spiritual yang lebih matang.
Dengan suasana religius yang semakin terasa, malam Nisfu Sya’ban di Kabupaten Kudus menjadi momentum bersama untuk memperkuat iman, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Kegiatan ibadah yang berlangsung di berbagai masjid, termasuk di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, menjadi bagian dari semangat umat Muslim dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh harap dan doa.
AMALAN MALAM NISFU SYA’BAN
Senin, 2 Februari 2026
Ba’da Maghrib
(Hijriyah: menjelang 15 Sya’ban 1447 H)
- Mandi Taubat
“Nawaitul ghusla littaubati lillāhi ta‘ālā”. Artinya: Aku berniat mandi taubat dari segala dosa lahir dan batin.
- Membaca Surah Yasin 3 Kali
Yasin pertama: niat memohon panjang umur dalam ketaatan
Yasin kedua: niat memohon kelapangan dan keberkahan rezeki
Yasin ketiga: niat memohon husnul khatimah dan keteguhan iman
Dilanjutkan dengan doa Nisfu Sya’ban
- Memperbanyak Istighfar Minimal 100 kali – “Astaghfirullāhal ‘adzīm”
- Memperbanyak Sholawat Minimal 100 kali – “Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad”
- Memperbanyak Doa – Karena malam ini termasuk malam mustajab doa
- Bersedekah – Sedekah dengan niat memohon keberkahan hidup dan ampunan dosa
- Menulis & Menyimpan Surah Shad Ayat 54 – (Simpan di dompet/tempat penyimpanan uang)
إِنَّ هَٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ
- Sholat Qiyamul Lail
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Selanjutnya: Momentum Nisfu Sya’ban, Umat Muslim Sambut Malam Penuh Doa Menjelang Ramadhan