mediamuria.com, KUDUS – Setelah kondisi cuaca di rasa telah membaik, perbaikan talud longsor di Portal Barat Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus resmi dimulai. Pengerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan sebagai bagian dari upaya pemulihan akses jalan menuju kawasan wisata religi Muria yang sebelumnya sempat terganggu akibat bencana longsor. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu akses vital, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi peziarah dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Kabar ini merupakan kabar yang baik untuk semua lapisan lapisan.
Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius karena dampaknya cukup signifikan terhadap kelancaran lalu lintas. Talud penahan tanah yang ambrol menyebabkan sebagian badan jalan rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini membuat pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga konektivitas menuju kawasan wisata Muria yang memiliki nilai historis, religius, dan ekonomi tinggi bagi Kabupaten Kudus. Jika dilihat dilapangan kondisi yang terjadi hampir setengan jalan sendiri, sehingga percepatan penanganan memang segera dilakukan.
Berdasarkan kronologi sebelumnya, longsor ini terjadi setelah wilayah Colo dan lereng Gunung Muria diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan yang tinggi menyebabkan struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya talud penahan tanah tidak mampu menahan beban. Akibatnya, sebagian badan jalan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai rawan untuk dilalui kendaraan, terutama kendaraan bertonase besar.
Dampak dari kejadian tersebut langsung terasa. Akses kendaraan menuju kawasan wisata religi Muria sempat dibatasi, bahkan untuk jenis kendaraan tertentu seperti truk dan bus dilakukan penutupan sementara. Arus lalu lintas dialihkan demi menghindari risiko kecelakaan, sementara masyarakat dan wisatawan diminta untuk lebih berhati-hati ketika melintas di jalur tersebut. Situasi ini sempat menimbulkan ketidaknyamanan, mengingat jalur Portal Barat Colo merupakan salah satu pintu utama menuju kawasan wisata Muria. Apalagi mendekati bulan-bulan besar seperti Hari Raya Idul Fitri serangkaian acara akan dijalankan di kawasan colo nantinya, percepatan perbaikan sangat dibutuhkan.
Sebelumnya, sebagai respons awal, pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan penanganan darurat. Langkah-langkah pengamanan seperti pemasangan pembatas, rambu peringatan, serta pengawasan di lokasi longsor dilakukan untuk meminimalkan risiko. Penanganan darurat ini menjadi tahap awal sebelum akhirnya diputuskan untuk melakukan perbaikan permanen guna memastikan jalur tersebut aman digunakan dalam jangka panjang.
Memasuki tahap perbaikan permanen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar, setelah melakukan kunjungan beberapa waktu lalu. Anggaran tersebut digunakan untuk penguatan struktur talud, perbaikan badan jalan yang terdampak, serta langkah-langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Perbaikan tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik jalan, tetapi juga pada peningkatan kualitas konstruksi agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Target penyelesaian dalam waktu sekitar satu bulan menunjukkan komitmen pemerintah untuk segera memulihkan akses vital tersebut. Jalur Portal Barat Colo memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung aktivitas wisata religi Muria yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Kudus. Setiap tahunnya, kawasan ini dikunjungi oleh ribuan peziarah dan wisatawan, sehingga kelancaran akses menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Selain aspek wisata, jalur ini juga berperan penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, mulai dari pedagang, pengelola jasa transportasi, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Muria. Dengan dimulainya perbaikan talud, diharapkan aktivitas ekonomi yang sempat terdampak dapat kembali berjalan normal.
Dari sisi mitigasi bencana, perbaikan talud ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menghadapi potensi risiko longsor di kawasan lereng Gunung Muria. Kondisi geografis yang berbukit dan curah hujan yang relatif tinggi membuat wilayah ini rawan terhadap bencana tanah longsor. Oleh karena itu, penguatan struktur penahan tanah dan perbaikan sistem drainase menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serupa di kemudian hari.
Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada selama proses perbaikan berlangsung. Meski pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu singkat, potensi gangguan lalu lintas masih dapat terjadi. Pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu-rambu yang dipasang serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dengan dimulainya perbaikan permanen talud longsor di Portal Barat Colo, harapan besar tertuju pada pemulihan penuh akses menuju kawasan wisata Muria. Proyek ini tidak hanya menjadi solusi atas dampak longsor yang terjadi, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Apabila pengerjaan berjalan sesuai target, jalur vital ini diharapkan kembali aman, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta pariwisata religi Muria secara berkelanjutan.
Ditulis Oleh: Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Pemulihan Jalur Wisata Muria, Perbaikan Talud Longsor Portal Barat Colo Ditargetkan Sebulan