mediamuria.com, KUDUS – Konser Drum Band Kudus 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pengembangan Drum Band dan Marching Band (FKPDM) Kabupaten Kudus berlangsung meriah dan mendapat sambutan besar dari masyarakat. Kegiatan ini digelar selama dua hari, pada 7–8 Februari 2026, dan dipusatkan di Gedung GOR Kabupaten Kudus. Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme penonton terlihat sangat tinggi hingga membuat area gedung dipadati pengunjung.
Pantauan di lapangan pada Sabtu, 7 Februari 2026, menunjukkan Gedung GOR Kabupaten Kudus sudah ramai sejak pagi hari. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua yang mendampingi anaknya berlomba, guru pendamping dari sekolah masing-masing, hingga masyarakat umum yang sengaja hadir untuk menonton pertunjukan drum band.
Keramaian penonton membuat suasana di dalam gedung terasa padat. Meski kondisi cukup panas akibat banyaknya pengunjung, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk menyaksikan jalannya acara. Setiap penampilan peserta selalu disambut tepuk tangan, sorakan, dan dukungan dari penonton yang memenuhi tribun.

Menurut salah satu panitia yang bertugas, konser drum band ini diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus, tetapi juga dari daerah lain di sekitar eks Karesidenan Pati.
“Pesertanya dari berbagai jenjang, mulai TK, MI atau SD, sampai SMP. Bahkan bukan dari Kudus saja, tapi juga dari wilayah Karesidenan Pati, ada yang dari Pati, Grobogan, dan sekitarnya,” ujar salah satu panitia di lokasi kegiatan.
Keikutsertaan peserta dari luar daerah menambah semarak pelaksanaan konser drum band tahun ini. Setiap tim tampil dengan ciri khas masing-masing, menampilkan kekompakan barisan, ketepatan ritme, serta variasi gerakan yang telah dipersiapkan melalui latihan panjang.
Kehadiran orang tua dan guru di arena perlombaan menambah suasana kebersamaan. Banyak orang tua terlihat memberikan semangat langsung kepada anak-anak mereka, sementara guru pendamping mengarahkan peserta sebelum dan sesudah tampil. Momen ini menjadi ajang kebanggaan tersendiri bagi peserta yang bisa menunjukkan hasil latihan di hadapan penonton yang memadati gedung.
Selain menjadi ruang ekspresi seni bagi pelajar, konser drum band ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM. Di sekitar Gedung GOR Kabupaten Kudus, sejumlah pedagang tampak menjajakan berbagai dagangan. Mulai dari makanan ringan, minuman, hingga perlengkapan sederhana seperti kipas tangan.
Kipas tangan menjadi salah satu barang yang cukup banyak diminati pengunjung. Kondisi gedung yang terasa panas akibat padatnya penonton membuat banyak orang mencari alat sederhana untuk mengurangi rasa gerah. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu pedagang sosis yang berjualan di area GOR mengaku merasakan dampak positif dari adanya kegiatan tersebut. Ia tampak sibuk melayani pembeli sambil sesekali menawarkan dagangannya dengan suara lantang.
“Sosis… sosis…,” teriak pedagang tersebut sambil menjajakan dagangannya kepada pengunjung yang melintas.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan konser drum band ini cukup membantu menambah pendapatan.
“Lumayan dari acara ini,” katanya singkat saat ditemui di sela-sela berjualan.
Kehadiran UMKM di sekitar lokasi kegiatan tidak hanya menambah keramaian, tetapi juga memperkuat fungsi acara sebagai penggerak ekonomi kecil. Banyak pengunjung memanfaatkan waktu jeda antar penampilan untuk membeli makanan atau minuman, sehingga aktivitas jual beli berlangsung cukup ramai.

Dari sisi penyelenggaraan, konser drum band ini dinilai memberikan ruang yang baik bagi pelajar untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang seni. Kegiatan yang berlangsung secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan membuat pelaksanaan acara berjalan lebih teratur. Setiap jenjang mendapatkan waktu dan porsi tampil yang sesuai.
Menurut panitia, konsep kegiatan bertahap ini diharapkan dapat terus dikembangkan ke depannya. Dengan pembagian jenjang yang jelas, peserta dapat tampil lebih maksimal sesuai kemampuan dan usia masing-masing.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan seni seperti konser drum band masih memiliki daya tarik besar. Di tengah beragam hiburan modern, pertunjukan langsung yang melibatkan pelajar justru mampu menghadirkan kedekatan emosional antara peserta dan penonton.
Selain sebagai ajang perlombaan, konser drum band ini juga menjadi sarana hiburan keluarga. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, menikmati pertunjukan sekaligus menghabiskan waktu bersama. Hal ini menjadikan Gedung GOR Kabupaten Kudus sebagai ruang publik yang hidup selama pelaksanaan acara.
Pelaksanaan konser drum band pada hari pertama yang padat pengunjung diharapkan antusiasme tersebut tetap berlanjut pada hari kedua pelaksanaan, Minggu 8 Februari 2026.
Dengan tingginya partisipasi peserta, dukungan penonton, serta keterlibatan UMKM, Konser Drum Band Kudus 2026 tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga wadah kebersamaan dan penggerak ekonomi lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai ruang ekspresi, pembinaan generasi muda, dan hiburan bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Juga Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Konser Drum Band Kudus 2026 Dipadati Penonton, Gedung GOR Jadi Ruang Ekspresi Seni dan UMKM