Dari Hobi ke Peluang Usaha, Anggrek Dendro Tumbuh di Kebun Nursery Gondosari

mediamuria.com,KUDUS – Di tengah sejuknya cuaca di lereng Gunung Muria tepatnya di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, sebuah kebun bernama kebun nursery yang menanam bunga anggrek tampak asri dan menenangkan. Deretan pot anggrek tertata rapi, dengan warna hijau daun yang segar serta bunga yang mulai bermekaran. Di sinilah anggrek jenis dendrobium atau yang akrab disebut anggrek dendro tumbuh dan berkembang, bukan hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai peluang usaha yang berangkat dari sebuah hobi sederhana.

Pemilik kebun nursery tersebut mengawali ceritanya dari ketertarikan pribadi pada dunia tanaman hias. Awalnya, ia menekuni tanaman aglaonema yang sempat booming dan banyak diminati masyarakat. Namun seiring waktu, tren tanaman hias mengalami pasang surut. Harga aglaonema yang menurun membuatnya mulai melirik jenis tanaman lain yang dinilai lebih stabil dan memiliki peminat jangka panjang. Dari situlah anggrek, khususnya anggrek dendro, mulai menjadi pilihan utama.

Anggrek dendro dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki bentuk bunga yang indah dan variasi warna yang beragam, jenis anggrek ini juga dikenal relatif mudah dirawat dibandingkan jenis anggrek lainnya. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama bagi masyarakat yang baru mulai belajar menanam anggrek dan masih ragu untuk membeli tanaman dengan harga tinggi.

Di kebun nursery Gondosari, anggrek dendro menjadi jenis yang paling dominan. Pot-pot berisi anggrek tersusun di area kebun yang di tutupi degan paranet dengan sirkulasi udara yang baik, mendapatkan cahaya matahari secukupnya, dan terlindung dari panas berlebih. Suasana kebun terasa sejuk, apalagi saat musim penghujan seperti sekarang, di mana tanaman mendapatkan suplai air alami dari hujan.

Perawatan anggrek di kebun ini tergolong sederhana dan ramah bagi pemula. Penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering, asalkan kondisi media tanam tetap lembap. Pada musim hujan, penyiraman bahkan bisa dikurangi karena tanaman sudah mendapatkan air yang cukup dari alam. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pemilik maupun pembeli, karena anggrek tidak membutuhkan perhatian yang terlalu intens.

Untuk pemupukan, pemilik kebun memilih cara alami. Salah satu yang digunakan adalah lidah buaya yang dicampur dengan air, kemudian disemprotkan ke daun dan batang anggrek. Selain itu, air leri atau air rendaman beras juga dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Pemupukan dilakukan secukupnya, sekitar satu minggu sekali. Cara ini dipercaya mampu membuat daun anggrek terlihat lebih berkilau dan tanaman tumbuh lebih sehat.

Pendekatan perawatan yang sederhana ini menjadi bagian dari edukasi yang juga disampaikan kepada para pembeli. Banyak pengunjung yang datang ke kebun nursery Gondosari bukan hanya untuk membeli anggrek, tetapi juga untuk belajar cara merawatnya. Pemilik kebun dengan terbuka membagikan pengalaman dan tips perawatan, sehingga pembeli tidak merasa khawatir ketika membawa pulang tanaman anggrek ke rumah.

Dari sisi harga, kebun nursery ini tergolong ramah di kantong. Anggrek dendro dijual mulai dari kisaran Rp50 ribu per pot. Harga tersebut sengaja dipatok agar terjangkau, terutama bagi masyarakat yang ingin memulai hobi menanam anggrek. Menurut pemilik, banyak orang sebenarnya tertarik dengan anggrek, tetapi masih takut untuk membeli karena menganggap harganya mahal dan perawatannya rumit. Dengan harga yang lebih terjangkau, anggrek diharapkan bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

Keberadaan kebun nursery anggrek di Gondosari juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain mempercantik kawasan desa, kegiatan ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Gebog, tetapi juga dari daerah lain di Kudus dan sekitarnya. Hal ini membuka peluang usaha kecil lainnya, seperti penjualan pot, media tanam, hingga perlengkapan berkebun.

Di tengah kondisi cuaca yang sering hujan, kebun anggrek justru menjadi tempat yang menenangkan. Banyak orang datang sekadar melihat-lihat, menikmati suasana hijau, dan melepas penat dari rutinitas harian, apalagi kebun ini bersifat rumahan dimana pengunjung dapat mengunjungi hingga malam hari. Anggrek dendro dengan bentuk bunganya yang anggun mampu memberikan kesan teduh dan menambah nilai estetika lingkungan.

Kisah kebun nursery anggrek di Gondosari menjadi contoh bagaimana sebuah hobi dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. Tanpa harus mengikuti tren sesaat, pemilik kebun memilih fokus pada tanaman yang memiliki pasar stabil dan bisa dinikmati dalam jangka panjang. Anggrek dendro, dengan keindahan dan kemudahan perawatannya, menjadi jawaban atas pilihan tersebut.

Lebih dari sekadar usaha, kebun nursery ini juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Edukasi tentang perawatan tanaman, pemanfaatan pupuk alami, serta pentingnya kesabaran dalam merawat anggrek menjadi nilai tambah yang tidak ternilai. Hal ini sejalan dengan semangat pengembangan UMKM berbasis hobi dan potensi lokal yang kini semakin didorong.

Ke depan, pemilik kebun berharap minat masyarakat terhadap anggrek terus meningkat. Tidak hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih dekat dengan alam. Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran akan potensi ekonomi tanaman hias, anggrek dendro diyakini mampu terus tumbuh dan berkembang di Kudus.

Dari sebuah hobi sederhana, anggrek dendro di kebun nursery Gondosari kini menjelma menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di balik setiap pot anggrek, tersimpan cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan kecintaan terhadap tanaman. Sebuah bukti bahwa dari hal kecil yang dilakukan dengan konsisten, peluang besar bisa tumbuh dan berkembang seiring waktu.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Dari Hobi ke Peluang Usaha, Anggrek Dendro Tumbuh di Kebun Nursery Gondosari

https://mediamuria.com/daerah/kudus/penyeragaman-tarif-parkir-dandangan-kudus-jalan-tengah-antara-aturan-lama-dan-realita-lapangan/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/tanggap-cepat-pemkab-kudus-perbaiki-jalan-desa-honggosoco-akses-vital-saat-banjir-kembali-dibangun/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *