Dua Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem, Angin Kencang di Kudus Tumbangkan 38 Pohon dan Rusak Puluhan Bangunan

mediamuria.com, KUDUS – Masyarakat di wilayah Indonesia bagian selatan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan sedang hingga lebat pada periode 4–8 Maret 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua bibit siklon tropis, yakni 90S dan 93S, yang tengah berkembang di Samudra Hindia dan berpotensi memberikan dampak cuaca signifikan di sejumlah daerah.

Bibit siklon tropis 90S terpantau berada di selatan Pulau Jawa dan berpotensi berkembang menjadi badai dalam waktu 24 jam dengan arah pergerakan ke timur–tenggara. Sementara itu, bibit siklon tropis 93S berada di selatan Nusa Tenggara, tepatnya di sebelah barat Australia, dan juga berpotensi menjadi badai dalam 24 jam dengan pergerakan ke arah barat–barat daya.

Dampak dari perkembangan dua sistem cuaca tersebut diperkirakan meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Di Kabupaten Kudus, dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan pada Rabu (4/3/2026) sore. Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah tersebut sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB dan menyebabkan berbagai kerusakan di sejumlah titik.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus hingga pukul 22.00 WIB, tercatat sebanyak 38 pohon tumbang akibat terjangan angin kencang. Pohon tumbang tersebut tersebar di berbagai lokasi dan sebagian di antaranya menutup akses jalan serta mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah titik yang terdampak antara lain di Jalan Jenderal Sudirman depan Savoria, wilayah barat Pasar Kliwon, depan SMP 2 Bae di Jalan Kampus UMK, kawasan Taman Menara, Jalan Lingkar Selatan, ruas Kaling–Kudus–Pati, serta beberapa desa seperti Gondoharum, Honggosoco, Ngembalrejo, dan Undaan Kidul.

Selain itu, insiden pohon tumbang juga terjadi di Desa Hadiwarno, tepatnya di depan makam Dukuh Kauman. Di lokasi tersebut, dua pohon tumbang mengakibatkan kerusakan pada kabel listrik. Beberapa kabel dilaporkan terputus sehingga menyebabkan pemadaman listrik di wilayah sekitar.

Akibat gangguan tersebut, aliran listrik di sejumlah kawasan padam cukup lama. Berdasarkan keterangan salah satu warga setempat, listrik baru kembali menyala saat waktu sahur sekitar pukul 03.45 WIB, setelah sebelumnya padam sepanjang malam.

BPBD Kudus menyebutkan bahwa secara keseluruhan pemadaman listrik terjadi di sembilan kecamatan akibat dampak cuaca ekstrem tersebut. Tim teknis dari PLN bersama petugas gabungan bergerak melakukan perbaikan jaringan yang terdampak.

Menanggapi laporan masyarakat, BPBD Kudus langsung mengerahkan personel ke berbagai titik lokasi kejadian. Proses evakuasi dan pembersihan pohon tumbang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan relawan serta aparat setempat.

Di Desa Hadiwarno, personel BPBD segera melakukan pemotongan dan pembersihan batang pohon yang menutup akses jalan. Upaya tersebut dilakukan agar mobilitas warga tidak terganggu terlalu lama. Sebelum waktu Isya’, akses jalan di lokasi tersebut dilaporkan sudah kembali dapat dilalui kendaraan.

Selain menyebabkan pohon tumbang, hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon atau terdampak angin kencang.

Kerusakan rumah tercatat terjadi di Desa Gondoharum, Pladen, Bakalan Krapyak, Mlati Norowito, Klumpit, Lambangan, dan Wergu Kulon. Mayoritas kerusakan berupa genteng yang berjatuhan, atap yang bergeser, serta bagian bangunan yang mengalami retak ringan.

Sementara itu, kerusakan dengan kategori sedang dilaporkan terjadi pada rumah usaha di wilayah Purwosari Sekaran serta atap gudang di Kelurahan Purwosari. Angin kencang menyebabkan bagian atap terangkat dan beberapa material bangunan berhamburan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada genteng rumah warga di Desa Jati Kulon. Selain itu, sebagian bangunan di Masjid Kajeksan dilaporkan runtuh akibat terpaan angin dan hujan deras.

Beruntung, hingga laporan terakhir diterima, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

BPBD Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, mengingat pengaruh dua bibit siklon tropis yang masih berkembang di Samudra Hindia.

Warga diminta untuk memangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar rumah, memastikan atap dan struktur bangunan dalam kondisi kuat, serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras dan angin kencang terjadi.

Selain itu, masyarakat yang melihat potensi bahaya seperti pohon miring atau kabel listrik menjuntai diimbau segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang agar dapat segera ditangani.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat terdapat gangguan atmosfer seperti bibit siklon tropis. Koordinasi cepat antara masyarakat dan instansi terkait dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak kerusakan.

Hingga Kamis dini hari, proses pembersihan dan penanganan dampak cuaca ekstrem masih terus dilakukan di beberapa titik. Pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan kondisi secara bertahap kembali normal dan akses masyarakat tidak lagi terganggu.

Dengan potensi hujan sedang hingga lebat serta angin kencang yang masih mungkin terjadi hingga 8 Maret 2026, masyarakat diharapkan tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi dari instansi terkait.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Dua Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem, Angin Kencang di Kudus Tumbangkan 38 Pohon dan Rusak Puluhan Bangunan

https://mediamuria.com/politik/bem-umk-sampaikan-sikap-tegas-atas-pernyataan-anggota-dprd-kudus-soroti-etika-komunikasi-publik/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/pemkab-kudus-siapkan-14-bus-mudik-gratis-bupati-tinjau-langsung-armada-di-dishub/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *