Derby Jateng Persijap vs Persis Berakhir Imbang, Kericuhan Suporter Pecah hingga Melebar ke Permukiman dan Terminal Jepara

mediamuria.com, JEPARA – Pertandingan derby Jawa Tengah antara Persijap Jepara melawan Persis Solo berakhir tanpa pemenang. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Kamis malam itu berakhir dengan skor imbang 0-0.

Sejak awal pertandingan, atmosfer derby sudah terasa panas. Ribuan suporter tuan rumah memenuhi tribun stadion, sementara ratusan pendukung tim tamu juga hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada Persis Solo. Sorak sorai, nyanyian dukungan, serta koreografi suporter membuat suasana pertandingan berlangsung meriah namun penuh tensi.

Di atas lapangan, kedua tim bermain dengan tempo tinggi. Persijap mencoba tampil agresif dengan memanfaatkan dukungan publik sendiri, sedangkan Persis Solo beberapa kali mengandalkan serangan balik cepat. Meski kedua tim sempat menciptakan sejumlah peluang, tidak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Namun panasnya pertandingan di lapangan ternyata juga merembet ke tribun penonton.

Saling ejek dan lempar petasan di tribun

Ketegangan antar suporter mulai terlihat ketika pertandingan masih berlangsung. Suporter kedua tim terlibat saling ejek dari tribun masing-masing. Chant dukungan yang semula bernada semangat perlahan berubah menjadi saling sindir dan provokasi.

Situasi semakin memanas ketika beberapa petasan dinyalakan di area tribun. Tidak lama kemudian, petasan mulai saling dilempar antar kelompok suporter. Ledakan petasan yang terdengar di dalam stadion sempat membuat situasi di tribun menjadi kacau.

Sebagian penonton terlihat berusaha menjauh dari area keributan untuk menghindari lemparan benda. Aparat keamanan yang berjaga di dalam stadion sempat mencoba meredam situasi dengan menenangkan massa di beberapa titik tribun.

Namun ketegangan tidak langsung mereda.

Perusakan fasilitas stadion

Dalam situasi yang semakin panas tersebut, sejumlah oknum suporter terlihat mulai merusak fasilitas stadion. Beberapa kursi penonton di tribun terlihat dicabut dan. Kursi-kursi yang biasanya terpasang rapi di tribun stadion menjadi sasaran amuk massa. Aksi tersebut menyebabkan sejumlah bagian tribun mengalami kerusakan.

Aparat keamanan berusaha memisahkan kelompok suporter yang terlibat kericuhan agar situasi tidak semakin memburuk. Meski demikian, ketegangan di dalam stadion terus terasa hingga pertandingan berakhir.

Saat peluit panjang dibunyikan dengan skor tetap 0-0, sebagian suporter mulai meninggalkan stadion. Namun suasana panas yang terjadi di tribun ternyata tidak berhenti di dalam area stadion saja.

Kericuhan melebar ke luar stadion

Setelah pertandingan usai, arus suporter yang keluar dari stadion membuat situasi di sekitar kawasan stadion menjadi padat. Dalam kondisi tersebut, beberapa kelompok suporter kembali terlibat cekcok.

Keributan kemudian pecah di sejumlah titik di luar stadion. Aksi saling lempar benda kembali terjadi antara kelompok suporter yang berada di area jalan sekitar stadion.

Situasi yang semula hanya berupa adu mulut dengan cepat berubah menjadi bentrok terbuka. Aparat keamanan yang berjaga di sekitar stadion segera berupaya membubarkan kerumunan dan mengendalikan situasi.

Namun massa yang cukup banyak membuat kericuhan sulit dikendalikan dengan cepat. Sebagian kelompok suporter bahkan bergerak menjauh dari area stadion.

Bentrok hingga masuk kawasan permukiman

Kericuhan yang semula terjadi di sekitar stadion kemudian dilaporkan melebar hingga ke kawasan permukiman warga di sekitar stadion. Beberapa kelompok suporter yang bergerak keluar stadion melewati jalan-jalan kecil yang berada di area perkampungan.

Di sejumlah titik, warga yang merasa terganggu dengan keributan tersebut dilaporkan terlibat cekcok dengan suporter. Situasi itu kemudian memicu bentrok antara suporter dan warga setempat.

Beberapa warga berusaha mengusir kelompok suporter yang masuk ke lingkungan permukiman. Namun situasi yang sudah panas membuat bentrokan tidak dapat dihindari.

Bentrok yang terjadi bukan hanya melibatkan antar suporter, tetapi juga antara suporter dengan warga. Warga yang khawatir situasi akan merusak lingkungan mereka memilih turun tangan untuk menjaga keamanan wilayahnya.

Akibat kejadian tersebut, suasana di sejumlah jalan permukiman sekitar stadion sempat mencekam. Sebagian warga memilih menutup pintu rumah dan menghindari kerumunan massa.

Kerusakan kendaraan di area terminal

Kericuhan juga dilaporkan meluas hingga ke area Terminal Jepara. Di lokasi tersebut, sejumlah kendaraan pribadi yang diduga milik suporter Persis Solo menjadi sasaran amuk massa.

Beberapa mobil mengalami kerusakan pada bagian kaca dan bodi akibat lemparan benda keras. Bahkan dalam situasi yang semakin tidak terkendali, sebuah mobil dilaporkan sempat digulingkan oleh massa.

Kendaraan yang rusak tersebut diduga merupakan mobil pribadi yang digunakan suporter untuk datang ke Jepara menyaksikan pertandingan. Kondisi kendaraan yang rusak terlihat cukup parah dengan kaca pecah serta bagian bodi yang penyok.

Aparat keamanan kemudian bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Petugas berusaha memisahkan kelompok massa yang masih berada di area terminal.

Aparat berupaya mengendalikan situasi

Melihat kericuhan yang terjadi di beberapa titik, aparat keamanan langsung meningkatkan pengamanan di kawasan stadion dan sekitarnya. Polisi bersama petugas lainnya melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan untuk mengendalikan pergerakan massa.

Suporter yang hendak kembali ke daerah asal juga diarahkan untuk segera meninggalkan kawasan Jepara dengan pengawalan aparat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bentrokan susulan.

Situasi di sekitar stadion, permukiman warga, hingga area terminal perlahan mulai terkendali setelah aparat melakukan pembubaran massa dan pengamanan di berbagai titik.

Meski demikian, kejadian tersebut meninggalkan sejumlah kerusakan fasilitas serta kendaraan yang menjadi korban amuk massa.

Derby panas yang berujung kericuhan

Pertandingan antara Persijap Jepara dan Persis Solo memang dikenal sebagai salah satu laga derby yang sarat rivalitas. Pertemuan kedua tim sering menghadirkan atmosfer panas baik di dalam maupun di luar lapangan.

Laga yang seharusnya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola justru diwarnai dengan kericuhan yang merugikan banyak pihak.

Hasil pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol akhirnya menjadi catatan tersendiri dalam derby tersebut, bukan karena permainan di lapangan, melainkan karena insiden kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya tetap berada dalam batas sportivitas. Dukungan terhadap tim kebanggaan seharusnya tidak berubah menjadi aksi yang merusak fasilitas umum maupun merugikan masyarakat sekitar.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Derby Jateng Persijap vs Persis Berakhir Imbang, Kericuhan Suporter Pecah hingga Melebar ke Permukiman dan Terminal Jepara

https://mediamuria.com/politik/ratusan-warga-pati-kawal-sidang-botok-dan-teguh-sejumlah-tokoh-nasional-turut-hadir-di-pn-pati/

https://mediamuria.com/politik/setelah-jalani-proses-hukum-panjang-botok-teguh-dinyatakan-bebas-dalam-hasil-sidang-putusan-di-pn-pati/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *