Jelang Lebaran Kupatan, Pasar Brayung Kudus Dipadati Penjual Janur dan Kupat

mediamuria.com, KUDUS – Menjelang perayaan Lebaran Kupatan, suasana di sejumlah pasar tradisional di Kudus mulai terlihat lebih ramai dari biasanya. Salah satu yang paling mencolok adalah aktivitas jual beli janur dan perlengkapan ketupat yang meningkat signifikan.

Di Pasar Brayung, lonjakan pembeli sudah terlihat sejak pagi hari pada Jumat, 27 Maret 2026. Masyarakat tampak memadati area pasar untuk membeli berbagai kebutuhan yang akan digunakan dalam tradisi Kupatan.

Permintaan Janur dan Selongsong Kupat Meningkat

Salah satu komoditas yang paling banyak dicari adalah janur, yakni daun kelapa muda yang digunakan untuk membuat ketupat dan lepet. Selain janur mentah, selongsong atau anyaman ketupat yang sudah jadi juga menjadi incaran para pembeli.

Para pedagang terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Tumpukan janur berwarna hijau dan kuning tersusun rapi di lapak-lapak pedagang, sementara selongsong kupat dan lepet digantung atau disusun untuk menarik perhatian pengunjung.

Harga janur di pasar ini cukup bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp6.000 per ikat. Perbedaan harga biasanya ditentukan oleh jenis dan kualitas janur. Janur berwarna kuning yang dianggap lebih lentur dan mudah dibentuk umumnya dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan janur hijau.

Seorang pedagang menyebutkan bahwa permintaan tahun ini cukup tinggi, terutama mendekati puncak perayaan Kupatan. Ia mengaku sudah mulai berjualan sejak beberapa hari terakhir.

Disebutkan bahwa dalam tiga hari terakhir, jumlah pembeli terus meningkat, dan puncaknya terjadi pada hari ini. Kondisi ini membuat para pedagang harus menyiapkan stok lebih banyak agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pembeli Pilih Cara Praktis

Di tengah ramainya aktivitas jual beli, banyak pembeli mengaku lebih memilih membeli selongsong ketupat yang sudah jadi dibandingkan membuatnya sendiri dari janur.

Seorang pembeli mengungkapkan bahwa ia merasa lebih praktis membeli selongsong siap pakai. Menurutnya, membuat anyaman ketupat membutuhkan keterampilan khusus yang tidak semua orang miliki.

Ia menyebutkan bahwa dengan membeli selongsong yang sudah jadi, proses memasak ketupat di rumah menjadi lebih mudah. Tinggal mengisi beras ke dalam selongsong, kemudian direbus hingga matang.

Pilihan ini juga diambil oleh banyak pembeli lainnya yang ingin menghemat waktu dan tenaga, terutama di tengah kesibukan menjelang hari raya.

Keterampilan Menganyam yang Tidak Semua Orang Kuasai

Membuat selongsong ketupat memang bukan hal yang mudah. Proses menganyam janur membutuhkan ketelatenan serta teknik khusus agar hasilnya rapi dan kuat.

Tidak sedikit masyarakat yang mengaku kesulitan saat mencoba membuatnya sendiri. Oleh karena itu, kehadiran penjual selongsong kupat menjadi solusi praktis bagi mereka.

Kondisi ini sekaligus membuka peluang usaha bagi para perajin janur. Mereka memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat setiap menjelang Lebaran Kupatan.

Selain ketupat, selongsong lepet juga banyak dicari. Lepet sendiri merupakan makanan khas yang biasanya disajikan bersama ketupat, sehingga keduanya menjadi satu paket yang tidak terpisahkan dalam tradisi Kupatan.

Suasana Pasar Semakin Hidup

Ramainya pembeli membuat suasana Pasar Brayung semakin hidup. Interaksi antara pedagang dan pembeli terlihat hangat, mencerminkan semangat kebersamaan menjelang hari besar.

Beberapa pembeli terlihat membawa pulang janur dalam jumlah cukup banyak, sementara yang lain memilih membeli selongsong jadi untuk kebutuhan keluarga.

Selain janur dan ketupat, berbagai kebutuhan lain seperti bahan makanan juga mulai mengalami peningkatan permintaan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai mempersiapkan perayaan Kupatan sejak jauh hari.

Tradisi Kupatan yang Terus Lestari

Lebaran Kupatan merupakan tradisi yang telah lama berkembang di masyarakat Jawa, termasuk di Kudus. Perayaan ini biasanya dilakukan sekitar sepekan setelah Idulfitri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ajang silaturahmi.

Ketupat menjadi simbol utama dalam perayaan ini. Masyarakat biasanya memasak ketupat dan menyajikannya bersama berbagai lauk, kemudian dinikmati bersama keluarga maupun tetangga.

Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga hingga saat ini.

Dampak Positif bagi Pedagang

Ramainya aktivitas di pasar menjelang Kupatan memberikan dampak positif bagi para pedagang. Penjualan yang meningkat membantu menambah penghasilan mereka, terutama bagi pedagang kecil.

Para penjual janur dan selongsong kupat mengaku momen ini menjadi salah satu waktu terbaik dalam setahun. Permintaan yang tinggi membuat dagangan mereka cepat habis.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa tradisi Kupatan masih memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Di tengah perkembangan zaman, tradisi seperti Kupatan tetap bertahan dan bahkan semakin semarak. Masyarakat tetap antusias menjalankan tradisi ini meskipun gaya hidup terus berubah.

Kemudahan dalam mendapatkan selongsong kupat menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap kebutuhan modern. Namun, nilai-nilai kebersamaan dan makna filosofisnya tetap terjaga.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha, tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan hingga generasi mendatang.

Kesimpulan

Menjelang Lebaran Kupatan 2026, aktivitas di Pasar Brayung Kudus menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya dalam penjualan janur dan selongsong ketupat. Ramainya pembeli sejak pagi hari menjadi bukti bahwa tradisi ini masih sangat hidup di tengah masyarakat.

Pilihan masyarakat untuk membeli selongsong kupat yang sudah jadi mencerminkan kebutuhan akan kepraktisan, sekaligus membuka peluang usaha bagi para pedagang.

Dengan suasana pasar yang ramai dan antusiasme masyarakat yang tinggi, perayaan Kupatan di Kudus dipastikan akan berlangsung meriah. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Jelang Lebaran Kupatan, Pasar Brayung Kudus Dipadati Penjual Janur dan Kupat

https://mediamuria.com/nasional/cuaca-tak-menentu-di-jawa-tengah-hujan-masih-mengguyur-meski-diprediksi-kemarau-lebih-awal/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/kupatan-kudus-2026-sejarah-makna-dan-tradisi-unik-yang-wajib-diketahui/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *