mediamuria.com, KUDUS – Program operasi harga bahan pokok (bapok) bersubsidi atau pasar murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus bersama Perum Bulog dan Pertamina mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Salah satu titik pelaksanaan di Kecamatan Mejobo pada Rabu, 22 April 2026, dipadati warga sejak pagi hari meskipun sempat diguyur hujan deras.
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Kecamatan Mejobo ini menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Sejak sebelum pukul 09.00 WIB, warga sudah mulai berdatangan untuk mengantre. Bahkan ketika hujan turun cukup deras, antrean tetap terlihat panjang, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tidak surut.
Program pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam merespons fluktuasi harga bahan pokok yang kerap terjadi di pasaran.
Antusiasme Tinggi Meski Diguyur Hujan
Di lokasi kegiatan, suasana terlihat ramai dengan warga yang membawa payung maupun jas hujan. Mereka tetap bertahan di antrean demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Hujan yang turun tidak menjadi penghalang, justru memperlihatkan betapa pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat.
Petugas yang berjaga di lokasi memastikan proses distribusi berjalan tertib. Mereka mengatur antrean serta membantu warga dalam proses pembelian. Salah satu petugas menyampaikan bahwa kegiatan ini memang diselenggarakan secara resmi oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus sebagai bagian dari program operasi pasar.
“Benar, ini kegiatan dari dinas perdagangan. Kami bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menyediakan bahan pokok bersubsidi bagi masyarakat,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Kecamatan Mejobo, tetapi juga dilaksanakan di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus dengan jadwal yang telah diatur. Hal ini dilakukan agar distribusi dapat merata dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Distribusi Komoditas dan Pengaturan Pembelian
Dalam kegiatan pasar murah ini, beberapa komoditas utama yang disediakan antara lain gas LPG 3 kilogram, beras SPHP kemasan 5 kilogram, serta minyak goreng Minyakita. Ketiga komoditas ini merupakan kebutuhan pokok yang banyak dicari masyarakat.
Di lokasi Mejobo, terlihat dua truk besar yang mengangkut tabung gas LPG 3 kilogram terparkir di depan aula kecamatan. Keberadaan truk tersebut menjadi pusat perhatian warga, mengingat gas LPG 3 kilogram merupakan komoditas yang paling diminati.

Untuk memastikan distribusi berjalan adil, petugas memberlakukan aturan khusus dalam pembelian LPG 3 kilogram. Warga diwajibkan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian. Hal ini bertujuan untuk membatasi jumlah pembelian agar tidak terjadi penimbunan dan semua warga memiliki kesempatan yang sama.
Sementara itu, untuk pembelian komoditas lain seperti beras SPHP dan minyak goreng, warga tidak diwajibkan menggunakan KTP. Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu warga yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa persyaratan penggunaan KTP untuk LPG dinilai cukup efektif. “Kalau gas memang pakai KTP, jadi ada batasannya. Kalau beras sama minyak tidak perlu. Jadi lebih mudah,” ujarnya.
LPG 3 Kg Jadi Daya Tarik Utama
Dari berbagai komoditas yang tersedia, gas LPG 3 kilogram menjadi daya tarik utama dalam kegiatan pasar murah ini. Hal ini tidak lepas dari kondisi di lapangan, di mana ketersediaan LPG 3 kilogram terkadang terbatas dan harga di pasaran bisa lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan.
Melalui program ini, masyarakat dapat membeli LPG dengan harga yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp18.000 per tabung. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga yang sering ditemukan di tingkat pengecer.
Kondisi inilah yang membuat antrean untuk pembelian LPG terlihat paling panjang dibandingkan komoditas lainnya. Banyak warga yang rela mengantre lebih lama demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Selain LPG, beras SPHP 5 kilogram dan minyak goreng Minyakita juga cukup diminati. Dengan harga yang telah disubsidi, masyarakat merasa sangat terbantu, terutama dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga
Pelaksanaan pasar murah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dengan menghadirkan bahan pokok bersubsidi langsung ke masyarakat, diharapkan tekanan harga di pasar dapat ditekan.
Selain itu, program ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Kegiatan ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Distribusi yang dilakukan di sembilan kecamatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau seluruh wilayah. Dengan jadwal yang telah diatur, masyarakat dapat mengetahui waktu dan lokasi pelaksanaan sehingga dapat mempersiapkan diri.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kegiatan pasar murah ini memberikan dampak positif yang cukup signifikan. Dari sisi ekonomi, masyarakat dapat menghemat pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Hal ini tentu sangat membantu, terutama bagi keluarga dengan pendapatan terbatas.
Dari sisi sosial, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Interaksi yang terjadi di lokasi kegiatan menciptakan suasana kebersamaan dan saling mendukung.
Selain itu, pengaturan pembelian menggunakan KTP untuk LPG juga menjadi langkah yang tepat dalam menjaga distribusi tetap merata. Dengan adanya pembatasan, diharapkan tidak ada pihak yang membeli dalam jumlah berlebihan.
Harapan Keberlanjutan Program
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, diharapkan program pasar murah ini dapat terus dilaksanakan secara berkala. Kegiatan ini dinilai sangat efektif dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
Ke depan, pemerintah diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan, baik dari sisi distribusi maupun jumlah komoditas yang disediakan. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan masyarakat dapat semakin luas.
Pasar murah di Kecamatan Mejobo menjadi salah satu contoh nyata bahwa program yang tepat sasaran akan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Meski diguyur hujan, warga tetap datang dan mengantre dengan tertib, menunjukkan betapa pentingnya kegiatan ini bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, program seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kudus.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Pasar Murah Disdag Kudus Diserbu Warga, Hujan Tak Surutkan Antusias di Kecamatan Mejobo