mediamuria.com, KUDUS – Memasuki Bulan Mei 2026, berbagai agenda dalam rangkaian Calendar of Event Kudus Mei 2026 mulai menunjukkan geliatnya. Sejumlah kegiatan pembuka yang berlangsung pada 1 hingga 3 Mei telah sukses digelar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Sementara itu, deretan acara berikutnya siap menyemarakkan bulan Mei dengan beragam kegiatan budaya, olahraga, hingga hiburan rakyat.
Kegiatan pembuka dimulai dengan Bazar Tradisi Gantangi dan Selamatan Pabrik Gula Rendeng yang berlangsung pada 1–3 Mei di Lapangan Pabrik Gula Rendeng. Acara ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang sarat makna. Tradisi gantangi sendiri merupakan simbol gotong royong dan kebersamaan masyarakat, khususnya dalam menyambut musim giling tebu. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti doa bersama, menikmati sajian kuliner tradisional, serta berpartisipasi dalam bazar rakyat.
Antusiasme warga terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang hadir sejak hari pertama. Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan bazar. Produk-produk khas daerah seperti jajanan tradisional, kerajinan tangan, hingga hasil olahan tebu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Pada tanggal 3 Mei, dua agenda besar turut digelar secara bersamaan, yakni Muria Fun Run @playonfest Spesial Hardiknas 2026 dan Kirab Sedekah Bumi Apitan Desa Megawon. Muria Fun Run yang berlangsung di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus menjadi magnet bagi para pecinta olahraga lari. Event ini tidak hanya diikuti oleh warga lokal, tetapi juga peserta dari luar daerah. Dengan mengusung semangat Hari Pendidikan Nasional, kegiatan ini menggabungkan unsur olahraga dan edukasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Sementara itu, Kirab Sedekah Bumi Apitan di Desa Megawon menghadirkan nuansa tradisional yang kental. Arak-arakan hasil bumi yang dihias menarik menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Warga desa bersama perangkat setempat berjalan mengelilingi wilayah desa dengan penuh semangat, diiringi kesenian tradisional yang menambah kemeriahan suasana. Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas lokal Kudus.
Memasuki pekan kedua bulan Mei, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan Teater Guru Kudus “Gadis Pingitan” yang dijadwalkan pada 9 Mei di Auditorium UMK Kudus. Pertunjukan ini diprediksi akan menarik perhatian kalangan akademisi dan pecinta seni peran. Selain menjadi ajang ekspresi kreativitas guru, teater ini juga membawa pesan sosial dan pendidikan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Selanjutnya, pada 10 Mei, masyarakat akan disuguhi Festival Balon Udara di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Festival ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena menghadirkan pemandangan visual yang menarik dan cocok untuk semua kalangan. Balon udara dengan berbagai bentuk dan warna akan menghiasi langit Kudus, menciptakan suasana yang meriah sekaligus menjadi spot favorit untuk dokumentasi.
Agenda penting lainnya akan berlangsung pada 14 Mei, yakni Kenduri Masal Sedekah Bumi Apitan di Desa Getaspejaten. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat yang diwujudkan melalui doa bersama dan pembagian makanan kepada warga. Tradisi kenduri menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Kudus.
Pada 17 Mei, dua kegiatan kembali digelar, yaitu Road to Muria Trail Run di Pendopo Kabupaten Kudus dan Kirab Sedekah Bumi Apitan Desa Getaspejaten. Road to Muria Trail Run menjadi ajang pemanasan bagi para pelari sebelum mengikuti event utama trail run di kawasan Muria. Kegiatan ini tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga mempromosikan potensi wisata alam Kudus.
Sementara itu, Kirab Sedekah Bumi di Desa Getaspejaten akan menghadirkan suasana budaya yang tak kalah meriah dengan kirab sebelumnya. Masyarakat setempat akan menampilkan berbagai hasil bumi serta kesenian tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya.
Memasuki akhir bulan, tepatnya pada 24 Mei, akan digelar Final Festival Tari Lajur Caping Kalo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Festival ini menjadi puncak kompetisi tari tradisional yang melibatkan berbagai kelompok seni dari berbagai wilayah. Penampilan para peserta akan dinilai dari segi kreativitas, kekompakan, serta penguasaan unsur budaya lokal.
Sebagai penutup rangkaian acara, pada 30 Mei akan digelar Pentas Barongan Kolosal (Serah #5) di Taman Budaya Bae. Pertunjukan ini dipastikan menjadi daya tarik utama karena melibatkan banyak seniman dan menampilkan kesenian barongan dalam skala besar. Barongan sebagai salah satu ikon budaya Jawa Tengah akan ditampilkan secara spektakuler, menggabungkan unsur seni tari, musik, dan teater.
Secara keseluruhan, rangkaian Calendar of Event Kudus Mei 2026 menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan sektor pariwisata dan budaya. Beragam kegiatan yang disajikan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan suksesnya kegiatan pembuka pada 1–3 Mei, optimisme terhadap keberhasilan agenda selanjutnya semakin meningkat. Masyarakat diharapkan terus berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan, sehingga semangat kebersamaan dan pelestarian budaya dapat terus terjaga.
Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi Kudus untuk menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata budaya yang menarik di Jawa Tengah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, menjadi kunci utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan selama bulan Mei 2026
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Semarak Kalender Event Mei 2026 di Kudus: Rangkaian Kegiatan Mulai Bergulir, Antusiasme Warga Meningkat