Semarakkan Kemerdekaan RI, Kudus Padat Jadwal Pentas Budaya Dalam Semalam

Sharing is caring

mediamuria.com, Kudus – Masih dalam nuansa hari Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kabupaten Kudus menyambutnya dengan berbagai kegiatan. Mulai dari perlombaan, pentas  kebudayaan, jalan santai, ataupun hal lainnya. Di hari Sabtu, 23 Agustus 2025 malam sendiri di Kabupaten Kudus padat jadwal pentas seni kebudayaan.

Tercatat terdapat 9 pagelaran seni kebudayaan ketoprak yang diadakan di Kabupaten Kudus dalam satu malam. Pagelaran-pagelaran tersebut diadakan di desa-desa Kabupaten Kudus :

  • Desa Gondosari, Kecamatan Kudus diadakan Ketoprak Wahyu Budoyo (Ngagel)
  • Desa Gondoarum, Kecamatan Jekulo diadakan Ketoprak Kidung Kencono (Pati)
  • Desa Peganjaran, Kecamatan Bae diadakan Ketoprak Cahyo Mardhiko (Jakenan)
  • Desa Payaman, Kecamatan Mejobo diadakan Ketoprak Agung Budoyo (Kaliori)
  • Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo diadakan Ketoprak Cahyo Gumelar (Jakenan)
  • Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati diadakan Ketoprak Panji Anom (Undaan)
  • Desa Klaling, kecamatan Jekulo diadakan Ketoprak Kancil Joyo (Trangkil)
  • Desa Gribig, Kecamatan Gebog diadakan Ketoprak Ngesti Budoyo (Gembong)
  • Desa Lau, Kecamatan Dawe diadakan Ketoprak Setyo Budoyo (Gabus).

Selain acara pagelaran kebudayaan Ketoprak, Pada hari Minggu, 24 Agustus 2025 pagi, kebanyakan di desa-desa Kabupaten Kudus mengadakan acara jalan sehat antar desa. Acara diadakan dengan panggung hiburan masyarakat disertai dengan pengundian hadiah doorprize. Acara ini sangat bagus untuk memupuk rasa kebersamaan antara masyarakat di desa tersebut. Selain itu, jalan sehat juga mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat.

Selain itu Minggu pagi (24/8/205) di Kabupaten Kudus juga diadakan Playon Fest Muria Fun Run 2025, acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris acara yang diadakan di Alun-Alun Simpang 7 Kabupaten Kudus ini berlangsung dengan meriah. Event ini menghadirkan semangat olahraga sekaligus kebersamaan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa event ini bukan hanya sekedar olahraga, tetapi juga memberi multiplier effect bagi ekonomi daerah. Tingkat hunian hotel meningkat, UMKM ikut terdampak positif, sekaligus menguatkan Kudus sebagai destinasi sport tourism dengan berbagai event olahraga yang rutin digelar.

Acara Playon Fest Muria Fun Run 2025 sendiri dibagi menjadi dua kategori dalam kegiatan, yaitu 5 km dan 10 km. Untuk rute 10 km Start di Alun- Alun Simpang 7 kudus – Depan Honda Pentol – Indomaret Letter S Salam – Depan UMK – Timur Perempatan Panjang – Depan Indomaret Kaliputu – Depan SMP 5 – Finish Alun-Alun Simpang 7 Kudus. Sementara untuk rute jarak 5 km Start di Alun-Alun Simpang 7 kudus – Depan Honda Pentol – Depan Stadion – Depan Ruko Gang 4 – Finish Alun-Alun Simpang 7 Kudus.

Pengertian Kesenian Ketoprak

Kesenian Ketroprak berasal dari Surakarta dan berkembang pesat di Yogyakarta. Kethoprak merupakan drama tradisional yang biasanya ditampilkan dengan iringan gamelan langsung. Dahulu kesenian ini diiringi lesung dan alu yang menghasilkan suara “prak,prak,prak” maka disebutlah kesenian ini dengan nama Ketoprak. Ketoprak menurut Rangga Warsita didalam serat Pustaka Raja Purwa jilid II mengatakan bahwa kata kethoprak adalah nama lain dari kothekan, yaitu sejenis kesenian rakyat yang alat musiknya adalah lesung. Bahkan ada kebiasaan rakyat Jawa, saat ada gerhana bulan juga sering terdengar kothekan yang dimainkan oleh beberapa orang.

Dalam sejarahnya Kesenian Ketoprak mula-mula merupakan permainan rakyat yang dilakukan oleh anak-anak pada waktu bulan purnama dengan alat iringan musik lesung. Permainan ketoprak selain bersifat hiburan juga mempunyai makna religius. Pada waktu kemunculan ketoprak yang pertama, hiburan rakyat masih sangat sederhana. Ketoprak mula-mula menggunakan alat musik yang masih sangat sederhana yaitu hanya berupa lesung. Pakaian pun juga masih sederhana, begitu pula jalan ceritanya. Ketoprak dengan alat musik lesung berirama kothekan dipercaya mampu membuat Dewi Sri turun ke bumi. Dewi Sri oleh sebagian petani Jawa dianggap sebagai lambang kesuburan. Ada kepercayaan bahwa Dewi Sri sebagai simbol Dewi kesuburan akan turun ke bumi, apabila dibunyikan suara-suara thiprak. 

Sesuai dengan konsep mitologis Jawa, maka mula-mula cerita ketoprak berisi tentang kehidupan kaum tani. Ada simbol-simbol seperti hama tanaman yang digambarkan sebagai raksasa dan petani yang digambarkan sebagai ksatria. Didalam cerita ketoprak pada waktu dahulu digambarkan raksasa tersebut bisa dikalahkan oleh ksatria.

Dalam perkembangannya tema cerita yang disajikan pun bermacam-macam, diambil dari cerita sejarah, cerita rakyat, ataupun asal usul kerajaan. Ciri khas dari ketoprak ini menggunakan dialog bahasa Jawa. Kesenian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara di kota maupun di perdesaan, seperti acara hajatan, pernikahan atau pertunjukan. Gedung pertunjukan dalam istilah bahasa Jawa disebut Tobong. Saking populernya kesenian ini, untuk dapat menonton pertunjukan ketoprak pun biasanya dikenai biaya masuk. Masyarakat Jawa Tengah sangat menikmati pertujukan ini, apalagi jika cerita yang ditampilkan disuguhi dengan lelucon atau humor.

Baca Berita Lainnya Dari mediamuria.com

https://mediamuria.com/kpk-tetapkan-wamenaker-immanuel-ebenezer-dan-10-lainnya-sebagai-tersangka/: Semarakkan Kemerdekaan RI, Kudus Padat Jadwal Pentas Budaya Dalam Semalamhttps://mediamuria.com/gaduh-soal-royalti-musik-dpr-akan-revisi-undang-undang-hak-cipta/: Semarakkan Kemerdekaan RI, Kudus Padat Jadwal Pentas Budaya Dalam Semalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *