Pasca Hujan Lebat, Sungai Meluap Di Kudus, Warga Manfaatkan Momen Untuk Mencari Ikan

mediamuria.com, Kudus – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai meluap. Kondisi tersebut berdampak pada naiknya debit air di beberapa titik bantaran sungai, termasuk di wilayah Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Meski luapan air sempat mengganggu aktivitas warga, sebagian masyarakat justru memanfaatkan momen tersebut untuk mencari ikan di aliran sungai yang meluber ke area sekitar.

Pantauan di lapangan dilakukan pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, di kawasan Sangkal Putung, Mbalong, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Sejak pagi hari, sejumlah warga terlihat beraktivitas di sekitar sungai yang airnya berwarna cokelat keruh akibat bercampur lumpur. Mereka membawa alat pancing sederhana, jaring kecil, hingga peralatan tradisional untuk menangkap ikan.

Debit Sungai Meningkat Pasca Hujan Lebat

Luapan sungai ini merupakan dampak dari intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Air sungai yang biasanya berada di bawah tanggul kini meluber hingga mendekati area jalan dan lahan di sekitarnya. Meski tidak sampai merendam permukiman secara luas, kondisi tersebut cukup menarik perhatian warga sekitar, terutama mereka yang gemar memancing atau mencari ikan saat musim banjir.

Beberapa titik di bantaran sungai tampak dipenuhi tanaman air dan semak yang terendam. Kondisi ini diyakini menjadi tempat persembunyian ikan saat arus mulai naik. Warga menyebut, setiap musim hujan dengan debit air tinggi, area tersebut kerap menjadi lokasi favorit untuk mencari ikan karena ikan dari hulu maupun dari bagian sungai yang lebih dalam akan terbawa arus.

Warga Manfaatkan Luapan Sungai untuk Mencari Ikan

Sejumlah warga terlihat memancing dari pinggir sungai, sementara sebagian lainnya turun langsung ke area yang tergenang air. Aktivitas ini bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Setiap kali debit air sungai meningkat, peluang untuk mendapatkan ikan dianggap lebih besar dibandingkan hari biasa.

Selain memancing, warga juga memanfaatkan metode tradisional yang dikenal dengan sebutan “nganco”. Nganco merupakan cara menangkap ikan menggunakan alat sederhana berupa serok atau jaring yang diberi gagang panjang. Alat ini digunakan dengan cara dicelupkan ke dalam air lalu diangkat perlahan, terutama di area yang alirannya tidak terlalu deras, seperti di sela tanaman air, semak-semak bantaran sungai, atau genangan yang terbentuk akibat luapan air.

Metode nganco biasanya dilakukan secara berkelompok dan membutuhkan ketelatenan. Meski hasilnya tidak selalu banyak, cara ini masih dipertahankan karena dinilai ramah lingkungan dan menjadi bagian dari kebiasaan warga setempat sejak lama.

Air Masih Keruh, Hasil Tangkapan Belum Maksimal

Meski luapan air sudah terjadi, sejumlah warga mengaku hasil tangkapan ikan masih belum maksimal. Kondisi air sungai yang masih deras serta bercampur lumpur menjadi faktor utama. Air yang keruh membuat jarak pandang di dalam sungai terbatas, sehingga ikan sulit terlihat dan lebih mudah lolos dari pancing maupun alat nganco.

Selain itu, arus yang cukup kuat menyebabkan ikan cenderung bertahan di area yang lebih dalam atau bersembunyi di balik tumpukan tanaman air. Warga menyebutkan bahwa biasanya hasil tangkapan baru meningkat setelah debit air mulai stabil dan arus tidak terlalu deras.

“Kalau air masih seperti ini, ikannya belum banyak naik. Biasanya nunggu air agak surut dan bening dulu, baru hasilnya lumayan,” ujar salah seorang warga yang sejak pagi mencoba memancing di pinggir sungai.

Beberapa warga lainnya menambahkan bahwa lumpur yang terbawa arus juga memengaruhi pergerakan ikan. Ikan menjadi lebih pasif dan sulit dipancing. Meski demikian, mereka tetap memanfaatkan waktu luang untuk mencoba peruntungan, mengingat momen seperti ini tidak berlangsung lama.

Libur Sekolah, Anak-anak Ikut Memancing

Momentum luapan sungai ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah anak-anak yang tengah menikmati libur sekolah. Dengan membawa alat pancing sederhana, mereka terlihat memancing di pinggir sungai, sebagian didampingi oleh orang tua atau saudara yang lebih dewasa.

Bagi anak-anak, kegiatan ini menjadi sarana mengisi waktu liburan sekaligus mengenal lingkungan sekitar. Selain belajar memancing, mereka juga diajarkan untuk berhati-hati terhadap arus sungai dan kondisi tanah yang licin. Tawa dan canda kerap terdengar ketika mereka berhasil mendapatkan ikan kecil, meski tak sedikit pula yang pulang tanpa hasil.

Warga setempat tetap mengingatkan agar anak-anak tidak bermain terlalu dekat dengan arus deras. Hingga Sabtu siang, debit air sungai masih terlihat tinggi namun berangsur stabil. Aktivitas mencari ikan diperkirakan akan terus berlangsung selama kondisi cuaca mendukung dan air sungai mulai tenang.

Bagi masyarakat Desa Kesambi, meluapnya sungai pasca hujan lebat bukan hanya membawa tantangan, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan dan tradisi musiman yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Pasca Hujan Lebat, Sungai Meluap Di Kudus, Warga Manfaatkan Momen Untuk Mencari Ikan

https://mediamuria.com/komdigi-umumkan-transaksi-judi-online-turun-57-persen-publik-justru-soroti-operasi-thailand-di-kamboja/

https://mediamuria.com/hujan-lebat-guyur-kudus-sejumlah-desa-mulai-terendam-akibat-luapan-sungai/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *