Pasar Sarwono Dipadati Pengunjung Saat Anniversary Ke-3, UMKM Wonosoco Rasakan Dampak Positif

mediamuria.com, Kudus – Suasana Alas Jati Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu Legi (4/1/2026). Pasar Sarwono yang biasanya di gelar setiap hari Minggu Legi hari ini bertepatan dengan peringatan anniversary ke-3 dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Momentum akhir liburan sekolah dimanfaatkan banyak keluarga untuk berwisata bersama, sekaligus menikmati suasana pasar tradisional di tengah hutan jati.

Sejak pagi hari, arus pengunjung terus berdatangan. Tak hanya warga Kudus, masyarakat dari Kabupaten sekitar seperti Purwodadi, Pati, hingga Demak juga turut hadir. Sejumlah pengunjung terlihat membawa tikar sendiri untuk digelar di bawah rindangnya pepohonan jati. Mereka menikmati makanan tradisional sambil bersantai bersama keluarga, menciptakan suasana rekreasi yang sederhana namun berkesan. Sambil menikmati hiburan yang ada di pasar Sarwono.

Antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya antrean di sejumlah lapak pedagang. Anak-anak tampak antusias mengikuti orang tuanya menelusuri area pasar, sementara para pedagang sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan hingga menjelang siang hari.

Konsep Pasar Jadul dengan Transaksi Koin Kayu

Salah satu daya tarik utama Pasar Sarwono adalah konsep pasar jadul yang konsisten diusung sejak awal penyelenggaraan. Beragam makanan dan minuman tradisional khas desa dijajakan tanpa sentuhan modern. Pengunjung yang ingin berbelanja diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan koin kayu terlebih dahulu di loket penukaran yang telah disediakan.

Di Pasar Sarwono, satu koin kayu bernilai Rp2.000 dan digunakan sebagai alat transaksi di seluruh lapak. Sistem ini tidak hanya memperkuat nuansa tradisional, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, khususnya anak-anak. Mereka diajak mengenal sistem transaksi sederhana yang jarang ditemui di pasar modern.

Selain itu, penggunaan koin kayu dinilai memudahkan pengelolaan transaksi dan menciptakan suasana pasar yang lebih tertib. Konsep ini menjadi ciri khas Pasar Sarwono yang selalu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Fokus Pemberdayaan UMKM Desa Wonosoco

Pasar Sarwono secara khusus difokuskan untuk memberdayakan UMKM dan pedagang lokal yang berasal dari Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Seluruh lapak yang ada di pasar wisata ini diisi oleh warga setempat yang menjual aneka kuliner tradisional, baik makanan berat, minuman hangat, hingga jajanan pasar.

Beragam menu jadul seperti sego jagung, sego pecel, wedhang uwuh, wedhang ronde, hingga jajanan tradisional seperti klepon, grontol, apem, dan bikang menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan Pasar Sarwono tidak hanya menjadi tempat berdagang, tetapi juga sarana pelestarian kuliner tradisional yang mulai jarang ditemui di kehidupan sehari-hari.

Bagi pelaku UMKM, pasar ini menjadi sebuah ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menambah penghasilan. Kehadiran pengunjung dari luar daerah turut membuka peluang promosi yang lebih luas bagi para pedagang.

Pedagang Akui Pasar Sarwono Bantu Perekonomian Desa

Salah satu pedagang mengaku senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan Pasar Sarwono. Menurutnya, pasar wisata ini sangat membantu para pelaku UMKM di Desa Wonosoco dalam meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kecil mereka.

“Alhamdulillah senang sekali. Apalagi saat anniversary seperti ini pengunjung sangat ramai. Dagangan cepat habis dan hasilnya lumayan untuk tambahan ekonomi keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Pasar Sarwono yang digelar setiap Minggu Legi memiliki alasan tersendiri. Selain mengikuti penanggalan Jawa, jadwal tersebut dipilih agar pengunjung tidak merasa jenuh jika pasar digelar setiap Minggu. Dengan konsep tersebut, Pasar Sarwono selalu dinantikan dan memiliki daya tarik tersendiri.

Destinasi Wisata Unggulan di Wilayah Selatan Kudus

Pasar Sarwono kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Kabupaten Kudus. Bahkan, pasar ini disebut-sebut sebagai satu-satunya destinasi wisata di kawasan tersebut yang memadukan konsep wisata alam, budaya, dan ekonomi kerakyatan.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pasar Sarwono yang telah berjalan selama tiga tahun. Ia berpesan agar kegiatan tersebut terus dijaga kelestariannya karena memiliki potensi besar sebagai wisata berbasis budaya dan UMKM.

Ke depan, Disbudpar juga meminta kepada pihak setempat untuk melakukan pengembangan dengan menambah sejumlah wahana pendukung, seperti wisata jeep dan flying fox, guna meningkatkan daya tarik wisatawan tanpa menghilangkan konsep alami yang telah ada.

Dukungan Pemerintah Desa untuk Pengembangan Pasar Sarwono

Kepala Desa Wonosoco turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta pihak yang telah mendukung keberlangsungan Pasar Sarwono hingga memasuki usia tiga tahun. Ia menilai pasar ini menjadi salah satu ikon desa yang mampu menggerakkan perekonomian warga.

Ke depan, Pemerintah Desa Wonosoco berencana menambah ruang di kawasan Alas Jati yang akan digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan. Pasalnya, area yang saat ini dimanfaatkan untuk Pasar Sarwono saat ini masih menggunakan sebagian kecil dari kawasan Alas Jati Wonosoco.

Hiburan Musik Tambah Daya Tarik Wisata

Selain kuliner dan suasana alam, Pasar Sarwono juga dilengkapi hiburan musik untuk menambah daya tarik pengunjung. Alunan musik yang disuguhkan di area pasar membuat suasana semakin meriah dan nyaman, sekaligus menjadi hiburan bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.

Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah, Pasar Sarwono terus menunjukkan eksistensinya sebagai wisata berbasis UMKM dan budaya. Anniversary ke-3 menjadi bukti bahwa Pasar Sarwono mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi pelaku UMKM Desa Wonosoco serta sektor pariwisata di Kabupaten Kudus.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Pasar Sarwono Dipadati Pengunjung Saat Anniversary Ke-3, UMKM Wonosoco Rasakan Dampak Positif

https://mediamuria.com/kebijakan-kamisarungan-upaya-pemkab-kudus-lestarikan-budaya-lokal-dan-perkuat-identitas-daerah/

https://mediamuria.com/john-herdman-dan-harapan-baru-timnas-indonesia-rekam-jejak-gaya-bermain-serta-tantangan-di-tanah-air/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *