Fenomena FOMO BBM, Antrean SPBU di Kudus Mengular

Kudus, Jawa Tengah — Fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Kudus kembali menjadi sorotan publik setelah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beredar luas di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Agus Kurniawan (aktifis sosial) menyampaikan kritik tajam terhadap perilaku sebagian warga yang dinilai mudah terjebak dalam fenomena fear of missing out (FOMO).

Agus Kurniawan menilai, kepanikan yang terjadi justru lebih disebabkan oleh reaksi berlebihan masyarakat terhadap informasi yang belum tentu benar. “Masalahnya bukan semata soal BBM naik atau tidak, tapi bagaimana masyarakat langsung bereaksi tanpa memastikan kebenaran informasi,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular sejak pagi hari di hampir disemua SPBU Kabupaten Kudus. Banyak warga memilih mengisi BBM dalam jumlah penuh karena khawatir harga akan segera naik.

Menurut Agus, kebiasaan FOMO ini justru memperparah situasi di lapangan. Selain menimbulkan kemacetan, antrean panjang juga berdampak pada masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Ia juga menyoroti peran media sosial dalam mempercepat penyebaran isu yang belum tentu valid. “Masyarakat harus lebih bijak. Jangan semua informasi langsung dipercaya tanpa verifikasi,” tambahnya.

Pihak pengelola SPBU di Kudus memastikan bahwa stok BBM masih aman dan distribusi berjalan normal. Namun, lonjakan pembelian dalam waktu singkat membuat antrean tidak dapat dihindari.

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Agus Kurniawan berharap ke depan masyarakat Indonesia dapat lebih tenang dan rasional dalam menyikapi isu-isu yang beredar, agar tidak menimbulkan kepanikan massal yang merugikan banyak pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *