mediamuria.com, KUDUS – Proses peningkatan kualitas layanan di RSUD dr Loekmonohadi Kudus terus berjalan. Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari penataan ulang tata ruang, sistem pelayanan, hingga pengaturan area parkir kendaraan. Namun, di tengah upaya tersebut, masih dijumpai sejumlah kendala teknis di lapangan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Salah satunya terjadi pada Sabtu pagi, 21 Februari 2026. Sekitar pukul 08.15 WIB, antrean kendaraan roda dua terlihat mengular cukup panjang di pintu masuk area parkir RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Kepadatan tersebut sempat menimbulkan perlambatan arus masuk, terutama bagi pengunjung dan pasien yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean panjang kendaraan roda dua terjadi akibat gangguan pada mesin otomatis pencetak karcis parkir. Mesin yang biasanya berfungsi untuk mengeluarkan tiket masuk mengalami trouble, sehingga proses masuk kendaraan tidak dapat berjalan normal seperti biasanya. Akibatnya, pengendara motor harus menunggu lebih lama sebelum bisa memasuki area parkir. Mesin ini awalnya berjalan normal pada pagi hari, namun entah apa penyebabnya terjadi trouble.
Situasi ini menjadi perhatian petugas parkir yang berjaga. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa kendala berasal dari sistem permesinan karcis otomatis yang tidak merespons dengan baik. Meski demikian, petugas di lapangan bergerak cepat untuk mengantisipasi kepadatan antrean agar tidak semakin panjang dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
Sebagai langkah darurat, petugas parkir langsung menerapkan sistem pencatatan manual. Setiap kendaraan roda dua yang masuk dicatat secara manual sembari menunggu perbaikan mesin dilakukan. Langkah ini dinilai cukup efektif untuk mengurai antrean meskipun tetap membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra dari petugas.
Pengaturan parkir di RSUD dr Loekmonohadi Kudus sendiri saat ini memang tengah mengalami penyesuaian. Seiring dengan proses perbaikan dan penataan ulang kawasan rumah sakit, manajemen menerapkan pemisahan area parkir berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan roda dua kini diarahkan ke area belakang rumah sakit, sementara kendaraan roda empat menggunakan area parkir di bagian depan.
Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib, aman, dan efisien. Dengan pemisahan tersebut, diharapkan tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik serta memudahkan mobilitas ambulans dan kendaraan darurat lainnya yang membutuhkan akses cepat ke area pelayanan utama.
Namun demikian, karena masih berada pada tahap awal penerapan, sejumlah kendala teknis dan adaptasi di lapangan masih kerap terjadi. Salah satunya adalah kesiapan sistem pendukung, termasuk mesin karcis otomatis, rambu penunjuk arah, serta sosialisasi kepada pengunjung yang belum sepenuhnya memahami perubahan alur parkir.
Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi mengaku sempat merasa khawatir dengan antrean panjang tersebut, terutama mereka yang datang untuk berobat atau mengantar anggota keluarga. Meski begitu, sebagian besar tetap memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari proses pembenahan yang sedang berlangsung.
“Awalnya saya kira antreannya karena ramai, ternyata mesinnya bermasalah. Tapi petugasnya cepat tanggap, jadi meskipun antre, tetap jalan,” ujar salah satu pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor.
Petugas parkir juga tampak sigap mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjadi kemacetan total di pintu masuk. Beberapa petugas terlihat memberikan arahan langsung kepada pengendara, sekaligus menjelaskan bahwa sistem pencatatan manual sedang diberlakukan sementara waktu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor kesiapan sumber daya manusia di lapangan cukup membantu dalam meminimalkan dampak gangguan teknis. Respons cepat petugas menjadi poin penting agar pelayanan publik tetap berjalan meski dihadapkan pada kendala peralatan.

Manajemen RSUD dr Loekmonohadi Kudus sendiri terus melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan peningkatan layanan yang sedang dilakukan. Perbaikan tata ruang dan sistem pelayanan merupakan bagian dari komitmen rumah sakit daerah tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, nyaman, dan profesional kepada masyarakat.
Selain penataan parkir, sejumlah pembenahan lain juga tengah berjalan, termasuk perbaikan fasilitas pendukung, optimalisasi alur pelayanan pasien, serta peningkatan kenyamanan ruang tunggu. Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu dan penyesuaian, baik bagi pihak rumah sakit maupun masyarakat pengguna layanan.
Kejadian gangguan mesin karcis parkir ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar ke depan sistem pendukung pelayanan lebih siap dan andal. Terlebih, parkir merupakan pintu awal pengalaman pengunjung ketika datang ke rumah sakit. Kelancaran di area parkir akan sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan secara keseluruhan.
Harapannya, setelah masa transisi ini terlewati, sistem parkir di RSUD dr Loekmonohadi Kudus dapat berjalan lebih tertib, cepat, dan minim kendala. Perawatan rutin peralatan, kesiapan sistem cadangan, serta koordinasi petugas di lapangan menjadi kunci agar gangguan serupa tidak kembali terulang.
Masyarakat juga diharapkan dapat bersabar dan mendukung proses peningkatan kualitas pelayanan yang sedang dilakukan. Dengan kerja sama antara pengelola rumah sakit, petugas, dan pengguna layanan, berbagai kendala yang muncul di tahap awal dapat diatasi secara bertahap.
Ke depan, RSUD dr Loekmonohadi Kudus diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin prima, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dari aspek non medis seperti parkir, kenyamanan, dan kemudahan akses. Gangguan teknis yang terjadi saat ini semoga menjadi pelajaran penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Antrean Parkir Motor Mengular, Mesin Karcis Alami Kendala di RSUD dr Loekmonohadi Kudus