mediamuria.com – Persiku Kudus harus puas berbagi poin saat menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan yang digelar pada Senin malam, 15 Februari 2026, di Stadion Batakan tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0. Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di papan klasemen sementara tidak mengalami perubahan signifikan.
Tambahan satu poin dari laga tandang ini membuat Persiku Kudus tetap bertahan di peringkat ketujuh klasemen, sementara Persiba Balikpapan masih berada tepat di bawahnya dengan selisih satu poin. Meski tidak menghasilkan gol, laga ini tetap memiliki arti penting bagi Persiku yang tengah berjuang menjauh dari papan bawah dan mengamankan posisi di zona aman kompetisi.
Sejak menit awal babak pertama, pertandingan berjalan dengan tempo sedang hingga tinggi. Kedua tim sama-sama tampil berhati-hati namun tetap berusaha mengambil inisiatif serangan. Persiba Balikpapan yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri mencoba menekan lebih dahulu dengan memanfaatkan kecepatan pemain sayap. Beberapa kali bola diarahkan ke area pertahanan Persiku, namun lini belakang tim tamu masih mampu tampil disiplin dan terorganisasi.
Persiku Kudus tidak tinggal diam. Tim berjuluk Macan Muria tersebut mencoba merespons tekanan tuan rumah dengan permainan kolektif dan transisi cepat dari lini tengah. Sejumlah peluang sempat tercipta melalui skema bola mati dan serangan balik, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga pertengahan babak pertama, permainan berlangsung cukup berimbang dengan penguasaan bola yang silih berganti.
Memasuki menit-menit akhir babak pertama, intensitas pertandingan sedikit meningkat. Persiba Balikpapan berusaha memecah kebuntuan sebelum turun minum, sementara Persiku lebih memilih bermain aman sambil menunggu celah dari kesalahan lawan. Meski demikian, rapatnya pertahanan kedua tim membuat peluang-peluang yang tercipta belum benar-benar mengancam gawang. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, ritme pertandingan cenderung menurun. Kedua tim terlihat lebih berhati-hati dalam membangun serangan. Persiku Kudus mulai lebih banyak berada di bawah tekanan, terutama setelah Persiba meningkatkan intensitas serangan melalui permainan direct dan umpan-umpan silang ke kotak penalti. Namun solidnya barisan belakang Persiku kembali menjadi faktor penting yang membuat gawang tetap aman.
Dalam kondisi tertekan, Persiku mencoba mengandalkan serangan balik cepat. Beberapa kali peluang terbuka saat Persiba kehilangan bola di lini tengah, namun kurangnya ketenangan dalam pengambilan keputusan membuat peluang tersebut gagal dimaksimalkan. Sementara itu, Persiba Balikpapan juga mengalami kendala serupa. Dominasi wilayah permainan tidak mampu dikonversi menjadi gol akibat lemahnya penyelesaian akhir.
Seiring berjalannya waktu, pertandingan semakin berjalan lambat. Faktor kelelahan mulai terlihat pada kedua tim. Pergantian pemain dilakukan untuk menyegarkan permainan, namun tetap belum memberikan dampak signifikan terhadap alur laga. Hingga menit-menit akhir pertandingan, peluang emas yang benar-benar bersih nyaris tidak tercipta. Skor 0-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Hasil imbang ini secara matematis tidak mengubah posisi Persiku Kudus di klasemen sementara. Namun poin tandang tetap memiliki nilai penting, terutama dalam persaingan ketat di papan tengah hingga bawah. Di sisi lain, hasil ini juga tidak banyak membantu Persiba Balikpapan yang masih tertahan di posisi bawah Persiku dengan jarak satu poin.
Menariknya, hasil imbang ini juga beriringan dengan laga lain yang melibatkan PSIS, di mana tim tersebut juga gagal meraih kemenangan. Kondisi ini membuat peta persaingan di zona bawah klasemen tetap ketat dan belum mengalami perubahan berarti. Setiap poin menjadi sangat berharga bagi tim-tim yang berada di sekitar garis degradasi.
Bagi Persiku Kudus, hasil ini bisa menjadi modal kepercayaan diri jelang laga berikutnya. Konsistensi pertahanan menjadi catatan positif, meski sektor penyerangan masih membutuhkan peningkatan agar tim mampu meraih kemenangan di laga-laga krusial berikutnya. Pelatih dan staf teknis tentu akan melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait efektivitas serangan dan penyelesaian akhir.
Pada pertandingan selanjutnya, Persiku Kudus dijadwalkan akan bermain di kandang sendiri menghadapi Persela Lamongan. Namun laga home tersebut dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Kondisi ini cukup disayangkan mengingat dukungan suporter biasanya menjadi kekuatan tambahan bagi Persiku saat bermain di kandang.
Absennya penonton dalam laga kandang tersebut merupakan dampak dari sanksi yang diterima Persiku Kudus pada pertandingan sebelumnya melawan Persipura Jayapura. Sanksi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim, yang harus mampu tampil maksimal tanpa sokongan langsung dari tribun stadion.
Meski demikian, Persiku Kudus dituntut tetap fokus dan profesional. Setiap pertandingan di sisa musim akan sangat menentukan posisi akhir di klasemen. Konsistensi dalam meraih poin, baik di kandang maupun tandang, menjadi kunci utama agar Persiku mampu mengamankan posisi dan menjauh dari ancaman degradasi.
Hasil imbang di Stadion Batakan ini mungkin bukan hasil ideal, namun tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Persiku Kudus di Pegadaian Championship 2025/26. Dengan evaluasi yang tepat dan persiapan matang, Persiku diharapkan mampu tampil lebih tajam di laga-laga berikutnya dan menjaga asa untuk finish di papan tengah dengan aman hingga akhir musim.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Curi Satu Poin Dari Balikpapan, Persiku Kudus Buka Peluang Bertahan