H-1 Dandangan Kudus, Ratusan Tenda Pedagang Mulai Ditata di Jalan Sunan Muria

mediamuria.com, KUDUS – Hello sobat media muria, tak terasa bulan suci Ramadhan akan datang kembali. Salah satu acara tradisi di Kabupaten Kudus yang di tunggu-tunggu dalam menyambut bukan suci ramadhan yaitu dandangan akan segera hadir. Sehari menjelang pelaksanaan tradisi Dandangan, suasana di pusat Kota Kudus mulai menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Sejak Kamis malam, 5 Februari 2026, deretan tenda pedagang tampak mulai ditata di sepanjang Jalan Sunan Muria hingga kawasan Alun-alun Kudus ke arah barat. Aktivitas tersebut menandai dimulainya persiapan akhir menjelang pelaksanaan tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Kudus sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.

Pantauan di lapangan pada hari Jum’at, 6 Februari 2026 menunjukkan, sejak pagi hari sejumlah pekerja terlihat sibuk mendirikan rangka tenda, memasang terpal, serta mengatur jarak antar lapak. Beberapa pedagang juga mulai berdatangan untuk memastikan posisi lapak mereka, meski aktivitas jual beli belum sepenuhnya dimulai. Jalan yang biasanya digunakan untuk aktivitas lalu lintas harian kini perlahan berubah fungsi menjadi area pasar rakyat khas Dandangan.

Penataan tenda dilakukan secara memanjang mengikuti ruas Jalan Sunan Muria hingga mendekati kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Lokasi tersebut memang menjadi titik utama pelaksanaan Dandangan setiap tahunnya. Warga yang melintas tampak memperlambat kendaraan untuk melihat persiapan, sementara sebagian lainnya berhenti sejenak untuk mengamati suasana yang mulai terasa berbeda dari hari-hari biasa.

Dandangan sendiri merupakan tradisi khas Kabupaten Kudus yang digelar untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Selain memiliki nilai historis dan budaya, Dandangan juga menjadi ruang pertemuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya warga Kudus, pengunjung dari daerah sekitar juga kerap datang untuk merasakan suasana khas Dandangan.

Berdasarkan data persiapan tahun ini, jumlah pedagang yang akan meramaikan Dandangan Kudus diperkirakan mencapai sekitar 800 hingga 1.000 pedagang. Mereka terdiri dari pedagang kuliner, mainan, pakaian, pernak-pernik, hingga berbagai produk UMKM lokal. Dari jumlah tersebut, ratusan tenda resmi telah disiapkan dan mulai ditata sejak beberapa hari terakhir, dengan fokus utama pada jalur utama pelaksanaan acara.

Banyaknya jumlah pedagang menunjukkan besarnya antusiasme pelaku usaha untuk ikut meramaikan Dandangan tahun ini. Bagi pedagang, Dandangan menjadi momentum penting karena mampu mendatangkan pembeli dalam jumlah besar selama pelaksanaan berlangsung. Tak sedikit pelaku UMKM yang menjadikan Dandangan sebagai salah satu ajang utama untuk meningkatkan pendapatan tahunan mereka.

Selain pedagang, persiapan juga terlihat dari sisi infrastruktur pendukung. Area jalan mulai diatur agar tetap bisa dilalui dengan pengawasan, sementara beberapa titik dipersiapkan sebagai jalur keluar-masuk pengunjung. Meski demikian, potensi kepadatan lalu lintas tetap menjadi perhatian, mengingat tingginya minat masyarakat untuk datang ke lokasi Dandangan, terutama pada sore dan malam hari.

Warga sekitar menyambut pelaksanaan Dandangan dengan antusias. Bagi sebagian masyarakat, Dandangan bukan sekadar pasar malam, melainkan bagian dari tradisi yang sudah melekat sejak lama. Suasana ramai, lampu-lampu tenda, aroma makanan, dan keramaian pengunjung menjadi ciri khas yang selalu dinanti setiap menjelang Ramadan.

Dari sisi ekonomi, Dandangan memberikan dampak yang cukup besar. Perputaran uang selama pelaksanaan Dandangan dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi rakyat, khususnya UMKM. Pedagang kecil mendapatkan ruang untuk berjualan, sementara masyarakat memiliki banyak pilihan produk dengan harga yang relatif terjangkau.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan sebagian pedagang mulai menata dagangan mereka meski acara baru akan dimulai keesokan harinya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lapak dan menghindari kepadatan pada hari pertama pelaksanaan. Beberapa pedagang tampak membersihkan area lapak, menata meja, serta menyiapkan peralatan jualan.

Di tengah persiapan tersebut, suasana Kota Kudus terasa semakin hidup. Jalan yang biasanya lengang pada jam-jam tertentu kini dipenuhi aktivitas. Warga yang melintas, pekerja penata tenda, hingga pedagang yang datang silih berganti menciptakan dinamika tersendiri menjelang pelaksanaan Dandangan.

Meski antusiasme tinggi, pelaksanaan Dandangan juga diharapkan tetap memperhatikan aspek ketertiban dan kebersihan. Dengan jumlah pedagang dan pengunjung yang besar, potensi sampah dan kepadatan menjadi tantangan yang harus dikelola bersama. Peran pedagang, pengunjung, dan pihak terkait sangat dibutuhkan agar tradisi ini tetap berjalan dengan nyaman dan tertib.

Sehari menjelang dimulainya Dandangan, atmosfer kebersamaan dan kesiapan sudah terasa kuat di pusat Kota Kudus. Penataan tenda yang mulai rampung menjadi penanda bahwa tradisi tahunan tersebut siap digelar. Dandangan bukan hanya soal keramaian, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya, menggerakkan ekonomi lokal, dan menyambut Ramadan dengan suasana yang penuh kebersamaan.

Dengan persiapan yang terus dilakukan hingga hari pelaksanaan, masyarakat berharap Dandangan Kudus tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pedagang maupun pengunjung.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: H-1 Dandangan Kudus, Ratusan Tenda Pedagang Mulai Ditata di Jalan Sunan Muria

https://mediamuria.com/daerah/kudus/menjaga-kebersihan-sungai-sebagai-upaya-pencegahan-banjir-di-kudus/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/oknum-suporter-lakukan-aksi-rasis-persiku-kudus-didenda-dan-dilarang-gelar-satu-laga-kandang-tanpa-penonton/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *