mediamuria.com, KUDUS – Hari pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di Kudus. Sejak dini hari, suasana religius terasa kuat di berbagai sudut kota. Masjid dan musala mulai ramai oleh jamaah yang melaksanakan salat Subuh berjamaah usai sahur perdana. Nuansa kebersamaan, kekhusyukan, dan semangat beribadah tampak menyelimuti kehidupan masyarakat Kudus dalam mengawali puasa Ramadan tahun ini.
Pelaksanaan puasa Ramadan yang dimulai pada Rabu, 19 Februari 2026, disambut dengan antusias oleh warga dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak hingga remaja pun terlihat bersemangat menjalani hari pertama puasa. Sejumlah keluarga bahkan memanfaatkan momen ini untuk berkumpul, melaksanakan sahur bersama, serta menyiapkan diri menyambut hari penuh keberkahan.
Pada siang hari, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, meski dengan ritme yang lebih tenang. Banyak warga memilih menahan diri dari aktivitas berat dan lebih fokus menjaga stamina agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar. Di beberapa kawasan, pedagang musiman mulai menata lapak takjil sejak sore hari, menandai geliat ekonomi khas Ramadan yang mulai terasa.
Memasuki sore hingga menjelang waktu berbuka, suasana Kota Kudus semakin hidup. Jalan-jalan utama dipadati warga yang berburu takjil untuk persiapan berbuka puasa. Aneka jajanan khas Ramadan seperti kolak, es buah, gorengan, hingga makanan tradisional Kudus menjadi buruan masyarakat. Momen ini tidak hanya menjadi sarana memenuhi kebutuhan berbuka, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan antarwarga.
Malam hari pada hari pertama Ramadan juga diwarnai dengan pelaksanaan salat tarawih. Masjid-masjid besar maupun musala di lingkungan perkampungan dipenuhi jamaah. Suasana khidmat terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, mengiringi langkah umat Islam dalam menapaki hari-hari awal Ramadan. Banyak jamaah berharap Ramadan tahun ini membawa ketenangan batin dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitar.
Di tengah suasana tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan pesan dan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat Kudus. Dalam pernyataannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Sam’ani Intakoris, Bupati Kudus, mengucapkan Marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, yang dimulai hari ini atau besok, Rabu, 19 Februari 2026. Kita laksanakan puasa bersama-sama. Semoga dengan kita menjalankan puasa ini, kita menjadi orang yang bertakwa, selalu tunduk dan tawaduk kepada Allah SWT,” ujar Sam’ani.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kudus merupakan kota yang dicintai bersama oleh seluruh warganya. Oleh karena itu, menurutnya, Ramadan harus dijalani dengan penuh kegembiraan, keikhlasan, serta semangat saling menghargai.
“Dan Kota Kudus adalah kota yang kita cintai bersama. Mari kita jalankan puasa ini dengan riang gembira, dengan hati yang senang dan bertakwa. Mari kita hargai semua perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Kudus,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Sam’ani berharap Ramadan dapat menjadi waktu untuk membersihkan hati dan mempererat hubungan antarsesama. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dan memperbanyak amal kebaikan selama bulan suci ini.
“Semoga hati kita dilapangkan untuk saling memaafkan, amal kita dilipat gandakan, dan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Demikian, terima kasih. Amin amin ya rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai imbauan Bupati Kudus sejalan dengan semangat Ramadan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Masyarakat berharap suasana kondusif, toleran, dan harmonis dapat terus terjaga sepanjang Ramadan, terutama di tengah aktivitas sosial dan ekonomi yang meningkat.
Selain aspek ibadah, hari pertama Ramadan juga membawa dampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kuliner, khususnya penjual takjil dan makanan berbuka, mulai merasakan peningkatan pembeli. Ramadan menjadi salah satu momen penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama selama Ramadan. Tradisi keagamaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, sehingga suasana Ramadan tetap aman dan damai.
Dengan dimulainya puasa Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Kudus menaruh harapan besar agar bulan suci ini membawa kebaikan bagi semua. Tidak hanya dalam bentuk peningkatan ibadah, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi, kepedulian, dan persatuan.
Hari pertama Ramadan menjadi langkah awal menuju satu bulan penuh pembelajaran spiritual. Di Kabupaten Kudus, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan identitas sebagai masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menghormati. Dengan semangat tersebut, warga Kudus menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan harapan dan doa terbaik bagi masa depan yang lebih baik.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Hari Pertama Ramadan 1447 Hijriah, Warga Kudus Sambut Puasa dengan Khidmat dan Penuh Kebersamaan