mediamuria.com, KUDUS – Ketersediaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan provinsi di Jawa Tengah masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan terus berupaya meningkatkan jumlah serta kualitas penerangan jalan guna mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah, total kebutuhan lampu penerangan jalan umum di seluruh ruas jalan provinsi diperkirakan mencapai sekitar 34 ribu unit. Namun hingga saat ini, jumlah lampu yang telah terpasang baru mencapai sekitar 15 ribu unit. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 19 ribu lampu jalan yang perlu dipenuhi secara bertahap.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengakui bahwa kebutuhan penerangan jalan di wilayah Jawa Tengah memang masih cukup besar. Ia mengatakan bahwa pemasangan lampu jalan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran serta prioritas wilayah yang dianggap membutuhkan penerangan lebih mendesak.
“Sekarang kira-kira ada di Rp15.000. Kebutuhannya kekurangannya Rp19.000,” ujar Arief Djatmiko saat menjelaskan kondisi penerangan jalan di wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan lampu penerangan jalan di ruas jalan provinsi baru terpenuhi sekitar separuh dari total kebutuhan yang ada. Kekurangan lampu tersebut juga tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Peran penting lampu penerangan jalan
Lampu penerangan jalan memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung keselamatan pengguna jalan. Dengan adanya penerangan yang cukup, pengendara dapat melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, termasuk rambu lalu lintas, marka jalan, serta potensi bahaya di jalan.
Selain itu, penerangan jalan juga membantu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di ruas jalan yang memiliki lalu lintas cukup padat. Jalan yang terang juga dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat karena meminimalisir potensi tindak kejahatan.
Oleh karena itu, pemerintah provinsi terus berupaya menambah jumlah lampu penerangan jalan secara bertahap agar seluruh ruas jalan provinsi di Jawa Tengah dapat memiliki penerangan yang memadai.
Lampu jalan mati sulit diprediksi
Selain kekurangan jumlah lampu, masalah lain yang sering terjadi adalah lampu jalan yang mati atau mengalami kerusakan. Kondisi tersebut sering kali membuat beberapa titik jalan menjadi gelap pada malam hari.
Menurut Arief Djatmiko, kerusakan lampu jalan tidak selalu dapat diprediksi atau dijadwalkan. Hal ini karena berbagai faktor bisa menyebabkan lampu jalan mati, seperti kerusakan teknis, gangguan jaringan listrik, hingga faktor usia lampu.
“Kalau yang mati, karena kan mati lampu itu tidak setiap bisa kita jadwalkan,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya terus melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap lampu penerangan jalan yang telah terpasang. Tim teknis dari Dinas Perhubungan juga rutin melakukan pengecekan di sejumlah ruas jalan provinsi untuk memastikan lampu jalan tetap berfungsi dengan baik.
Masyarakat diminta aktif melapor
Untuk mempercepat penanganan lampu jalan yang mati, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan lampu jalan yang tidak berfungsi.
Menurut Arief, laporan dari masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan secara cepat karena lokasi lampu yang rusak dapat segera diketahui.
“Jadi kita memang menghimbau kepada masyarakat kalau ada lampu-lampu yang mati, segera koordinasi dengan Dishub yang ada di kabupaten, karena kan masyarakat kadang-kadang tidak tahu ya di jalan provinsi, di jalan kabupaten, atau di jalan nasional. Yang penting lapor dulu. Pasti kita restore,” tegasnya.
Dengan adanya laporan dari masyarakat, pihak terkait dapat segera melakukan pengecekan dan perbaikan sehingga lampu penerangan jalan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi lampu jalan di Kudus
Kondisi lampu penerangan jalan yang mati juga masih ditemukan di sejumlah wilayah di Kudus, khususnya di jalur pantai utara atau Pantura yang menjadi salah satu jalur utama transportasi di Jawa Tengah.
Beberapa titik di jalur Pantura wilayah Kudus dilaporkan memiliki lampu jalan yang tidak berfungsi. Di antaranya berada di kawasan Jetak, Gulang hingga Payaman yang merupakan bagian dari jalur ramai kendaraan.
Minimnya penerangan di beberapa titik tersebut sering kali menjadi perhatian para pengguna jalan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari. Kondisi jalan yang gelap tentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Selain dilalui kendaraan pribadi, jalur Pantura di wilayah Kudus juga merupakan jalur utama bagi kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas antarkota maupun antarprovinsi. Oleh karena itu, keberadaan lampu penerangan jalan menjadi sangat penting untuk mendukung keselamatan perjalanan.
Sejumlah warga dan pengendara berharap agar lampu jalan yang mati di wilayah tersebut dapat segera diperbaiki sehingga penerangan jalan kembali normal.
Upaya pemerintah meningkatkan penerangan jalan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan terus berupaya meningkatkan kualitas penerangan jalan di seluruh wilayah provinsi. Selain menambah jumlah lampu baru, pemerintah juga melakukan pemeliharaan rutin terhadap lampu yang sudah terpasang.
Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, tingkat kepadatan lalu lintas, serta kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemerintah berharap seluruh ruas jalan provinsi di Jawa Tengah dapat memiliki penerangan jalan yang memadai sehingga dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta keamanan bagi para pengguna jalan.
Dengan dukungan masyarakat yang aktif melapor apabila menemukan lampu jalan yang mati, diharapkan perbaikan dapat dilakukan lebih cepat sehingga penerangan jalan tetap terjaga dengan baik di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Jawa Tengah Masih Kekurangan 19 Ribu Lampu Jalan, Dishub Imbau Masyarakat Aktif Melapor