mediamuria.com, KUDUS – Persiku Kudus kembali dihadapkan pada laga krusial dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/26. Tim berjuluk Macan Muria dijadwalkan menghadapi Persela Lamongan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Meski secara status tercatat sebagai tuan rumah, Persiku harus menjalani pertandingan ini di tempat netral, yakni Stadion Sriwedari, Solo.
Pemindahan lokasi pertandingan tersebut bukan tanpa alasan. Persiku Kudus tengah menjalani sanksi larangan bermain dengan penonton pada laga kandang. Selain itu, kondisi Stadion Wergu Wetan yang belum memiliki pencahayaan memadai untuk pertandingan malam hari juga menjadi faktor utama pemindahan markas sementara. Situasi ini membuat laga kontra Persela terasa seperti pertandingan tandang, meskipun Persiku berstatus sebagai tuan rumah di atas kertas.
Tekad Raih Poin Penuh Meski Bermain di Tempat Netral
Kendati harus bermain jauh dari basis pendukung setianya, Persiku Kudus tetap menatap laga ini dengan optimisme tinggi. Manajemen, pelatih, dan para pemain sepakat bahwa target utama adalah meraih poin penuh. Kemenangan menjadi harga mati demi menjaga posisi aman di klasemen dan menjauh dari ancaman zona degradasi.
Pertandingan melawan Persela Lamongan juga memiliki nilai penting secara psikologis. Dalam dua pertemuan terakhir, Persiku belum mampu meraih kemenangan. Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Lamongan, Persiku harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. Sementara pada pertemuan kedua di Stadion Wergu Wetan, laga berakhir imbang 1-1. Catatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Persiku untuk membalikkan keadaan.
Tantangan Puasa Tak Halangi Persiapan Tim
Laga ini digelar bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Persiku dalam mempersiapkan diri. Tim pelatih tetap menjalankan program latihan rutin dengan sejumlah penyesuaian. Intensitas latihan tetap dijaga, meskipun porsi latihan fisik berat dikurangi dan lebih banyak difokuskan di dalam ruangan.
Penyesuaian ini dilakukan agar kebugaran pemain tetap terjaga tanpa menguras energi berlebihan selama menjalani ibadah puasa. Fokus utama latihan diarahkan pada penguatan taktik, organisasi permainan, dan simulasi pertandingan, terutama untuk menjaga konsistensi performa selama 90 menit.

Kemenangan Penting untuk Menjauh dari Zona Degradasi
Saat ini, Persiku Kudus masih membutuhkan tambahan poin untuk memastikan posisi aman di klasemen Pegadaian Championship. Persaingan di papan bawah terbilang ketat, sehingga satu hasil buruk saja dapat berdampak signifikan terhadap posisi tim. Oleh karena itu, laga melawan Persela Lamongan dipandang sebagai salah satu pertandingan penentu.
Kemenangan tidak hanya akan menambah poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menatap laga-laga berikutnya. Sebaliknya, kegagalan meraih poin berpotensi membuat tekanan semakin besar, mengingat kompetisi memasuki fase krusial.
Evaluasi Performa: Babak Pertama Kuat, Babak Kedua Menurun
Salah satu catatan penting yang menjadi perhatian tim pelatih Persiku adalah inkonsistensi performa antara babak pertama dan babak kedua. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persiku kerap tampil dominan di awal laga. Penguasaan bola cukup baik, pressing berjalan efektif, dan peluang mampu diciptakan.
Namun, memasuki babak kedua, intensitas permainan cenderung menurun. Lini tengah sering kehilangan kontrol, jarak antar lini melebar, dan konsentrasi pemain menurun. Kondisi ini kerap dimanfaatkan lawan untuk menyamakan kedudukan atau bahkan membalikkan keadaan.
Oleh sebab itu, strategi mencetak gol cepat sejak menit awal menjadi salah satu fokus utama Persiku. Gol di awal pertandingan diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus memudahkan kontrol permainan. Bahkan, tim pelatih menargetkan keunggulan lebih dari satu gol di babak pertama untuk mengantisipasi penurunan tempo di paruh kedua.
Pemilihan Pemain Sejak Menit Awal Jadi Kunci
Kondisi pemain Persiku Kudus dipastikan dalam keadaan aman tanpa adanya laporan cedera serius. Hal ini memberi keuntungan tersendiri bagi pelatih dalam menentukan susunan pemain terbaik. Pemilihan starting eleven yang tepat sejak menit awal dianggap sangat krusial untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Keseimbangan antara pemain berpengalaman dan pemain muda menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain itu, kesiapan fisik selama bulan puasa juga menjadi faktor penting. Pemain yang dinilai paling siap secara fisik dan mental akan mendapat kepercayaan tampil sejak awal.
Persela Lamongan Bukan Lawan Mudah
Di sisi lain, Persela Lamongan datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asal Jawa Timur tersebut dikenal memiliki organisasi permainan yang solid dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Pengalaman menghadapi Persiku di dua pertemuan sebelumnya membuat Persela cukup memahami karakter permainan Macan Muria.
Persiku pun dituntut untuk tampil disiplin, terutama di lini belakang. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, mengingat efektivitas Persela dalam memanfaatkan peluang. Konsentrasi penuh selama 90 menit menjadi syarat mutlak jika Persiku ingin mengamankan tiga poin.
Laga Penentu Mental dan Arah Musim
Pertandingan di Stadion Sriwedari ini bukan sekadar soal tiga poin. Lebih dari itu, laga ini menjadi ujian mental bagi Persiku Kudus yang harus bermain tanpa dukungan langsung suporter di kandang sendiri. Kemampuan tim untuk tetap fokus dan bermain lepas di tempat netral akan sangat menentukan arah perjalanan Persiku di sisa musim.
Jika mampu meraih kemenangan, Persiku tidak hanya menjauh dari zona degradasi, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa mereka layak bertahan di Pegadaian Championship. Sebaliknya, hasil negatif bisa membuat tekanan semakin berat di laga-laga berikutnya.
Dengan segala tantangan yang ada, laga Persiku Kudus kontra Persela Lamongan dipastikan berlangsung menarik dan sarat makna. Sabtu malam di Stadion Sriwedari akan menjadi panggung pembuktian tekad Macan Muria untuk tetap bertahan dan bersaing di kasta kedua sepak bola nasional.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Persiku Kudus Hadapi Persela Lamongan di Pegadaian Championship 2025/26, Laga Kandang Rasa Tandang di Stadion Sriwedarihttps://mediamuria.com/daerah/kudus/hari-pertama-puasa-pasar-brayung-mejobo-diserbu-pemburu-takjil/
