mediamuria.com, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menunjukkan keseriusan dalam menjalankan agenda pembangunan daerah melalui realisasi 20 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kudus. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, pelaksanaan program unggulan pada tahun anggaran 2025 telah mencapai tingkat realisasi sebesar 94,68 persen dari total anggaran Rp429,6 miliar, dengan nilai serapan anggaran sekitar Rp406,7 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam menerjemahkan perencanaan pembangunan ke dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program unggulan ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur, dengan sasaran utama peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga Kudus.
Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat
Sebagian besar program unggulan difokuskan pada pelayanan publik yang bersifat fundamental. Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menjalankan skema Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan, yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Program ini diperkuat dengan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, sebagai upaya memberikan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat dengan penghasilan tidak tetap.
Selain kesehatan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah daerah menyediakan berbagai bentuk insentif dan bantuan, mulai dari dukungan bagi tenaga kependidikan, guru swasta, dan guru madrasah diniyah, hingga program beasiswa bagi pelajar, mahasiswa, dan santri pondok pesantren. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kudus.
Di bidang sosial, program bedah rumah gratis untuk warga miskin, bantuan persalinan bagi ibu melahirkan, serta santunan kematian menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan perlindungan sosial yang lebih inklusif. Program-program tersebut dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat lokal.
Infrastruktur dan Penataan Wilayah
Data realisasi anggaran menunjukkan bahwa sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama program unggulan. Porsi anggaran terbesar dialokasikan kepada perangkat daerah yang menangani pembangunan dan penataan ruang, terutama untuk perbaikan jalan, peningkatan jaringan irigasi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penataan fasilitas umum.
Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang layak, sistem irigasi yang memadai, serta sarana pendukung lainnya menjadi faktor penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil menengah. Selain itu, program perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan penanganan jalan berlubang juga diarahkan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Dalam upaya memperkuat perekonomian lokal, pemerintah daerah menggulirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Modal usaha bagi UMKM dan pedagang kaki lima, pelatihan kewirausahaan untuk santri, generasi muda, dan kelompok milenial menjadi bagian dari strategi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Program pelatihan kewirausahaan dirancang tidak hanya untuk menciptakan pelaku usaha baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM yang telah berjalan. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah berharap sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro dapat menjadi penopang utama perekonomian daerah, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Layanan Darurat dan Perlindungan Sosial
Selain sektor ekonomi dan infrastruktur, program unggulan juga mencakup layanan darurat dan perlindungan sosial. Penyediaan layanan ambulans gratis 24 jam dan layanan gawat darurat menjadi bagian dari upaya meningkatkan respons pemerintah daerah terhadap kondisi darurat kesehatan dan kemanusiaan.
Pemberdayaan kelompok difabel dan lansia juga menjadi perhatian dalam program unggulan. Pemerintah daerah berupaya memastikan kelompok rentan mendapatkan akses layanan yang setara, baik dalam bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif yang menempatkan seluruh warga sebagai subjek pembangunan.
Dukungan bagi Kehidupan Keagamaan dan Desa
Program unggulan Pemkab Kudus turut menyasar sektor keagamaan dan pemerintahan desa. Bantuan untuk rumah ibadah, tunjangan kesejahteraan bagi imam dan marbot masjid, serta fasilitasi pondok pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Di tingkat desa dan lingkungan RT/RW, pemerintah daerah menyalurkan bantuan keuangan untuk pembangunan sarana prasarana lingkungan, serta memberikan dukungan kesejahteraan bagi perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dari tingkat paling bawah sekaligus memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Evaluasi dan Tantangan ke Depan
Meskipun realisasi program unggulan telah mencapai angka yang tinggi, tantangan ke depan tidak berhenti pada serapan anggaran semata. Efektivitas program di lapangan, pemerataan manfaat antarwilayah, serta keberlanjutan program menjadi aspek yang perlu terus dievaluasi.
Keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan dan evaluasi dinilai penting agar program unggulan benar-benar tepat sasaran. Transparansi pelaksanaan program juga menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menuntut pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian kebijakan secara berkelanjutan. Program unggulan diharapkan tidak bersifat statis, tetapi mampu beradaptasi dengan tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Kudus.
Menuju Pembangunan yang Berkelanjutan
Dengan tingkat realisasi mencapai 94,68 persen, Pemkab Kudus menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan agenda pembangunan daerah. Capaian ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, kesinambungan program unggulan, peningkatan kualitas pelaksanaan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan. Melalui pengelolaan program yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga, Kabupaten Kudus diharapkan mampu melangkah menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Realisasi 20 Program Unggulan Capai 94,68 Persen, Pemkab Kudus Perkuat Arah Pembangunan Pelayanan Publik