mediamuria.com Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar rangkaian Kudus Retreat 2025, sebuah agenda kolaboratif yang memadukan pembelajaran kebangsaan, penguatan kapasitas aparatur, hingga refleksi kepemimpinan. Kegiatan yang diikuti jajaran Forkopimda serta pimpinan OPD tersebut berlangsung pada 6–7 Desember 2025, dimulai dari halaman Pendapa Kudus dan berlanjut di Pijar Park.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, yang menyampaikan bahwa retreat tahun ini mengangkat tema “Satu Hati, Satu Tujuan, Menjejakan Langkah Pasti Untuk Kudus Sehat”. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi wadah untuk menyelaraskan semangat kebangsaan, memperkuat kekompakan lintas sektor, serta meneguhkan kembali komitmen pelayanan publik yang lebih humanis.

Penanaman Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Dalam sambutannya, Bupati menekankan tiga tujuan utama dari pelaksanaan retreat. Pertama, penanaman wawasan kebangsaan dan bela negara untuk memperkuat rasa persatuan di tubuh pemerintahan daerah. Melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan dialogis, pemerintah ingin memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah pelayanan publik.
Kedua, kegiatan ini difokuskan pada pemantapan respons tanggap bencana. Kudus merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana banjir, cuaca ekstrem, serta risiko kedaruratan lainnya. Dengan retreat yang melibatkan unsur Forkopimda dan OPD, koordinasi lintas sektor dapat disimulasikan secara lebih baik, sehingga kesiap-siagaan meningkat dan rantai komunikasi dapat berjalan lebih efektif ketika terjadi situasi darurat.
Ketiga, Pemkab juga memanfaatkan momentum retreat untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Kudus. Melalui pemilihan lokasi kegiatan seperti Pijar Park, pemerintah ingin menghadirkan pengalaman langsung bagi para pejabat dan peserta mengenai potensi wisata lokal yang terus dikembangkan.
Outbound yang Perkuat Jiwa Korsa
Pada Sabtu sore (6/12), rangkaian retreat berlanjut dengan sesi Outbound dan Permainan Ringan di Pijar Park. Kegiatan ini dirancang untuk mencairkan suasana antar peserta sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan. Melalui berbagai permainan kolaboratif, peserta diajak melatih komunikasi efektif, keputusan cepat, kerja sama tim, dan kemampuan membaca situasi.
Para peserta tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas tersebut. Pemerintah menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menyandingkan profesionalitas dan relasi interpersonal yang sehat sehingga kinerja lintas OPD semakin kompak dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

Refleksi Malam: “Memimpin dengan Hati”
Memasuki malam hari, acara dilanjutkan dengan sesi khusus bertajuk Jagong Api Unggun: Memimpin dengan Hati, dipimpin langsung oleh Bupati Sam’ani Intakoris. Dalam suasana hangat yang mengelilingi api unggun, sesi ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi seluruh peserta.
Bupati menyampaikan bahwa kepemimpinan daerah tidak boleh kering dari nilai-nilai kemanusiaan. “Memimpin dengan Hati” merupakan tagline yang ingin ia tekankan sebagai pedoman etika kerja pemerintahan Kabupaten Kudus. Ia mengajak seluruh aparatur untuk melayani masyarakat dengan pendekatan yang lebih humanis, kolaboratif, dan penuh dedikasi.
Sesi refleksi ini juga menjadi momen evaluasi kinerja, sekaligus ajang memperkuat tekad bersama untuk menghadapi tantangan-tantangan pemerintahan di tahun mendatang.

Tracking dan Tanam Pohon Untuk Masa Depan
Salah satu agenda dari kegiatan ini adalah trecking muria dan penanaman pohon, legiatan ini laksanakan pada hari Minggu pagi (7/12) di kawasan Banyu Mili. Kegiatan tanam pohon adalah kegiatan konservasi sebagai investasi masa dapan. Kegiatan ini sangat penting untuk tetap menjaga lingkungan hutan tetap asri. Menjaga alam adalah tugas untuk semua kalangan masyarakat, jangan sampai karena rusaknya alam mengakibatkan bencana alam yang merugikan kita sendiri. Lebih baik kita mencegah dari awal daripada kesulitan nanti ketika datang musibah.

Apa Itu Retreat?
Dalam konteks organisasi dan pemerintahan, retreat adalah kegiatan pembinaan, refleksi, dan penguatan kapasitas yang dilakukan di luar rutinitas kantor untuk memperoleh suasana pembelajaran yang lebih fokus. Retreat biasanya memadukan pelatihan mental, penguatan karakter, diskusi strategis, serta aktivitas kebersamaan.
Berdasarkan literatur pengembangan organisasi dan kepemimpinan (seperti yang sering dijelaskan dalam kajian manajemen SDM dan psikologi organisasi), retreat memiliki beberapa ciri utama:
- Dilaksanakan di luar lingkungan kerja formal demi menghadirkan suasana baru yang lebih kondusif.
- Berorientasi pada peningkatan kualitas diri dan tim, baik secara mental, emosional, maupun profesional.
- Menggabungkan refleksi, pelatihan, dan pembangunan relasi secara intensif.
Dalam sektor publik, retreat sering digunakan untuk menyamakan visi pimpinan, menyelesaikan hambatan koordinasi, serta membangun kembali energi organisasi.
Manfaat Retreat bagi Pemerintahan Daerah
Retreat seperti yang dilakukan Pemkab Kudus memiliki sejumlah manfaat strategis, di antaranya:
- Meningkatkan Solidaritas dan Jiwa Kors
Retreat menciptakan ruang interaksi yang lebih personal antar pimpinan OPD dan Forkopimda. Hal ini dapat meminimalkan sekat birokrasi yang kaku dan membangun kekompakan yang lebih kuat.
- Refleksi dan Evaluasi Kinerj
Jeda dari rutinitas pekerjaan memungkinkan peserta melihat kembali apa yang sudah dicapai, apa yang masih kurang, dan arah perbaikan yang diperlukan.
- Kesiapsiagaan Menghadapi Kedaruratan
Dengan simulasi dan konsolidasi lintas sektor, kesiapan menghadapi bencana dan kondisi darurat bisa meningkat signifikan.
- Penguatan Kepemimpinan Humanis
Retreat memberi ruang bagi pemimpin untuk membangun kedekatan emosional dengan bawahan sekaligus menegaskan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada empati dan pelayanan.
- Peningkatan Kolaborasi Antar-OPD
Komunikasi informal yang terjalin selama retreat dapat berdampak positif terhadap kerjasama di tingkat teknis saat kembali bertugas.
Menuju Kudus Sehat: Sejahtera, Harmoni, dan Takwa
Bupati berharap, rangkaian retreat ini melahirkan semangat baru bagi seluruh jajaran pemerintahan. Ia menekankan bahwa pembangunan Kudus tidak dapat dicapai tanpa konsolidasi yang solid di tingkat pimpinan. Melalui retreat ini, diharapkan tercipta gerak bersama yang selaras dalam mewujudkan visi Kudus Sehat (Sejahtera, Harmoni, dan Takwa).
Kegiatan Kudus Retreat 2025 pun ditutup dengan harapan agar nilai-nilai yang diperoleh selama dua hari pelaksanaan dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan publik. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan retreat sebagai tradisi pembinaan aparatur yang menyeimbangkan aspek kebangsaan, kemanusiaan, dan profesionalitas.

