Kudus – Persiku Kudus akan hadapi PSS Sleman dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan ini akan berlangsung di stadion Maguwoharjo Sleman, pada hari Senin, 17 November 2025. Pertandingan yang sangat penting bagi Persiku Kudus sekaligus menjadi ujian yang sebenarnya. Meskin pekan lalu menang telak 3-0 atas PSIS Semarang namun hal tersebut belum bisa di jadikan acuan bahwa permainan mereka sudah membaik, tanpa meremehkan PSIS Semarang, posisi mereka adalah sebagai juru kunci di klasemen zona timur.
Sedangkan PSS Sleman adalah pemuncak klasemen zona timur, meski berat tapi Persiku Kudus setidaknya harus dapat membawa minimal 1 poin. Dalam pertemuan pertama PSS Sleman berhasil kalahkan Persiku Kudus 1-3.
Peluang Persiku Kudus
Dalam pertandingan kali ini Persiku Kudus sedikit di untungkan dengan absennya Gustavo Tocantins striker asing berbahaya milik PSS Sleman. Gustavo Tocantins mendapatkan kartu merah pada saat pertandingan sebelumnya ketika PSS Sleman menghadapi Persiba Balikpapan. Benturan dengan kiper Persiba Balikpapan memaksa wasit mengeluarkan kartu merah kepada Gustavo Tocantins.
Meski demikian Persiku Kudus harus tetap bermain dengan kewaspadaan penuh, PSS Sleman merupakan sebuah tim yang diisi dengan skuad yang memiliki kedalaman yang hampir merata, meski Gustavo Tocantins mendapatkan kartu merah dan absen dalam pertandingan kemungkinan mereka akan memiliki sosok penggantinya.
Persiku Kudus harus mampun mengunci kedua sayap PSS Sleman jika inginkan kemenangan, kehadiran Riko Simanjuntak dan Terens Puhiri menjadi momok tersendiri bagi lini belakang lawan-lawanya. Kecepatan mereka harus mampu di kunci permainanya.
Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama yang di gelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Persiku Kudus harus mengakui keunggulan PSS Sleman dengan skor 1-3. Skor yang tidak diinginkan oleh para pemain dan supporter tentunya.
Dua gol PSS Sleman pada kala itu di cetak oleh Gustavo Tocantins dan satu gol lagi dicetak pemain muda Saiful Djoge. Sementara satu gol Persiku Kudus di cetak oleh Yohanes Kandaimu.
Kunci dari Persiku Kudus adalah harus mampu mengontrol emosi di lapangan, kesalahan sedikit saja dapat berbuah peluang untuk tim lawan apalagi jika harus mendapatkan kartu merah, sangat-sangat merugikan tim. Hindari juga pelanggaran-pelanggaran tak perlu yang hanya merukigan tim.
Harapan Persiku Kudus
Kehadiran Pelatih Bambang Pujo Sumantri dan Marcos Guillermo Samso sebagai Dirtek diharapkan dapat cepat dalam menganalisis permainan PSS Sleman sehingga dapat menerapkan skema apa yang cocok dalam melawan mereka.
Meski Bambang Pujo Sumantri Memang namanya belum begitu di kenal, namun kehadirnya sebagai nahkoda baru di harapkan dapat mengarahkan arah kapal menuju ke jalur kemenangan.
Marcos Guillermo Samso sendiri meski di daftarkan sebagai seorang Dirtek namun pengalamannya kepelatihannya diharapkan dapat membantu membangun skuad Persiku Kudus menjadi lebih baik, sambil menunggu bursa transfer pemain dibuka pada bulan Januari nanti, pemanfaatan pemain yang ada menjadi kunci utama yang harus dilakukan oleh Bambang Pujo Sumantri sebagai pelatih dan Marcos Guillermo Samso sebagai Dirtek klub.
Skema dan Pola Permainan
Dalam dua laga terakhir sejak masuknya Marcos Guillermo Samso sebagai Dirtek pola permainan Persiku Kudus sudah mulai sedikit demi sedikit menjadi lebih rapi dan baik. Terutama di lini belakang hadirnya Ivan Maric benar-benar merubah cara bertahan Persiku Kudus, terlihat komunikasi antar pemain menjadi lebih baik. Berkurangnya blunder juga diharapkan konsisten di setiap laganya. Salah satu yang terpenting dalam komunikasi antar pemain adalah mengurangi terjadinya blunder di lapangan, selain itu juga dengan komunikasi yang baik dapat membuat skema permainan jadi berjalan dengan baik, perputaran bola lancar sehingga banyak menciptakan peluang.
Meski untuk sekarang dalam open play Persiku Kudus masih belum dapat mencetakkan gol, namun setidaknya mereka harus mampu memanfaatkan peluang melalui skema tendangan bebas atau bola mati lainya seperti sepak pojok. Hal ini terlihat saat mereka menghadapi PSIS Semarang, dalam pertandingan yang dimenangkan Persiku Kudus 3-0, tiga gol Persiku Kudus semuanya berawal dari tendangan Bebas yang mampu di manfaatkan.
Meski demikian lini kedua Persiku Kudus harus selalu mampu mangakirkan bola ke depan, Igor Costa harus mendapatkan banyak suplai bola untuk mendapatkan peluang serangan. Gelandang Serang seperti Noriki Akada dan sayap-sayap Persiku Kudus dj harapkan selalu mencoba untuk membuat kreasi serangan dan tusukan-tusukan dalam membuka posisi untuk membuat peluang cetak gol. Mereka harus mampu membuka peluang yang lebih banyak karena jika hanya mengandalkan Igor Costa di lini depan akan terlalu mudah dalam lini belakang PSS Sleman mengantisipasi pergerakannya, sehingga dibutuhkan bantuan dari lini kedua untuk membuat variasi serangan.
Persiku Kudus sudah memiliki modal penting dengan hadirnya Igor Costa di lini depan Persiku Kudus. Igor sosok predator yang haus akan gol, namun ia juga butuh support dari lini kedua. Upan matang dan tusukan akan selalu dinantikan Igir Costa untuk mencetak gol kegawang lawan.

