Sidomulyo, 17 Agustus 2025 — Kreativitas dan pemberdayaan masyarakat kembali digalakkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digelar di Desa Sidomulyo. Kali ini, tim KKN Universitas Muria Kudus (UMK) berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK setempat dalam pelatihan teknik ecoprint, sebuah metode pewarnaan alami pada kain menggunakan motif daun dan bunga yang ramah lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Agustus 2025 dan merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Eco print menjadi daya tarik tersendiri karena setiap hasil cetakan memiliki pola yang berbeda, sehingga menciptakan kesan eksklusif pada setiap produk. Mulai dari kain, kerudung, tas, hingga busana, semua bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Menurut sejumlah pelaku usaha, eco print tidak hanya menjual estetika, tetapi juga membawa misi keberlanjutan. Bahan alami yang digunakan lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, proses produksinya bisa dilakukan dalam skala rumah tangga, sehingga membuka peluang wirausaha baru, khususnya bagi ibu rumah tangga maupun komunitas kreatif di pedesaan.

Potensi Eco Print
Ecoprint merupakan teknik menghias kain dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya. Selain ramah lingkungan, metode ini juga menghasilkan motif unik yang memiliki nilai seni tinggi. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu desa, sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Pelatihan tersebut, tim Kuliah Keja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus memperkenalkan dasar-dasar teknik ecoprint mulai dari pemilihan bahan, proses pencetakan, hingga hasil akhir yang dapat dikembangkan. Ecoprint dikenal sebagai teknik yang sederhana namun menghasilkan karya indah bernilai seni tinggi. Dengan memanfaatkan dedaunan di sekitar desa, para peserta diajak berkreasi mengubah kain polos menjadi produk menarik, seperti syal, jilbab, hingga taplak meja.
Antusias Peserta
Penanggung jawab kegiatan, Dinar Nailul Muna dan Amanda Amelia Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mampu menumbuhkan kreatifitas dalam berusaha di kalangan ibu-ibu PKK karena sebelumnya memang belum pernah ada kegiatan yang serupa dan mayoritas disini merupakan Petani dan Buruh Pabrik dan minat berwirausaha masih sangat rendah.
“Kami ingin membekali masyarakat, khususnya ibu-ibu, dengan menumbuhkan jiwa wirausaha dan keterampilan kreatif yang tidak hanya bermanfaat untuk pribadi tetapi juga bisa menjadi ide usaha baru, karena mayoritas Ibu-Ibu disini merupakan pekerja pabrik dan petani jadi bekal ini bisa diharapkan berguna jika mereka harus keluar dari pabrik karena pension atau masalah lain” ungkapnya.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Para peserta mencoba berbagai jenis daun untuk mencetak motif pada kain, mulai dari daun jati, ketapang, hingga daun singkong. Hasilnya, setiap karya memiliki corak khas yang berbeda, sehingga menambah semangat ibu-ibu untuk terus bereksperimen. Tim Kuliah Keja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus berharap adanya follow up dan dukungan dari seluruh pihak yang berkepentingan, contoh dari Desa yang menganggarkan Dana Desa untuk kedepannya dan dari Dinas terkait, supaya jiwa wirausaha dan kreatifitas yang kita bekali akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga diharapkan suatu saat nanti Desa Sidomulyo Kecamatan Jekulo Kudus bisa menjadikan ecoprint sebagai produk unggulan kerajinan Desa.

Ketua PKK Desa Sidomulyo menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ecoprint bisa menjadi bekal penting bagi warganya dalam meningkatkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif karena mayoritas masyrakat bekerja menjadi petani dan buruh pabrik.
“Kami berharap dukungan dari pihak pemerintah desa karena hasil karya ecoprint nantinya bisa dikembangkan dan menjadi produk unggulan desa,” ujarnya.
Salah satu peserta, mengaku senang mengikuti pelatihan ini karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat beliau belum pernah tau kalua bahan-bahan sekitar rumah bisa dimanfaatkan menjadi karya yang inofatif dan cantik.
“Ternyata bahan-bahan di sekitar rumah bisa digunakan untuk membuat karya yang cantik. Ini bisa menjadi tambahan ide usaha untuk ibu-ibu di desa, Ketika sudah tidak bekerja di pabrik” ujarnya.
Peluang Ekonomi kreatif
Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap produk berkelanjutan, eco print diprediksi akan menjadi salah satu sektor usaha kreatif yang berkembang pesat di masa depan. Dukungan dari pemerintah dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat pun diharapkan mampu mendorong eco print sebagai sumber penghasilan sekaligus upaya pelestarian lingkungan. Kabupaten Kudus sendiri masih sangat minim pengusaha yang menjalankan usaha ini, jadi potensinya sangat tinggi jika dijalankan dengan serius dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sidomulyo dapat terus mengembangkan keterampilan ecoprint menjadi peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dan melalui pelatihan ini, diharapkan semangat kewirausahaan ibu-ibu PKK semakin tumbuh. Ecoprint yang memadukan unsur keindahan alam dan kreativitas tangan manusia diharapkan mampu membawa Desa Sidomulyo menjadi desa kreatif yang berdaya saing.
Wicaksono
[…] “Tantiem” Istilah Asing Yang Di Sebut Prabowo Dalam Sidang Tahunan MPR 2025Kolaborasi dengan PKK tim KKN Sidomulyo Gelar Pelatihan EcoprintPeran Ayah dalam Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Keluarga di Desa PladenJadi Tim Promosi, […]