Kontingen Indonesia Berjuang Di Islamic Solidarity Games 2025 Riyadh: 4 Emas Telah Diraih

Sharing is caring

mediamuria.com – Ajang olahraga bergengsi dunia Islam, Islamic Solidarity Games (ISG) 2025, resmi digelar di Kota Riyadh, Arab Saudi, sejak 7 hingga 21 November 2025. Acara empat tahunan ini mempertemukan 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan semangat “One Nation” satu bangsa, satu semangat solidaritas.

Sebagai tuan rumah, Arab Saudi menampilkan wajah modern dengan fasilitas olahraga berkelas dunia, terutama di kawasan Prince Faisal bin Fahd Sports City yang menjadi pusat kegiatan. Ajang ini mempertandingkan 21 cabang olahraga mulai dari atletik, renang, angkat besi, bela diri, hingga cabang tradisional khas Timur Tengah.

Kontingen Indonesia Tampil dengan Semangat Penuh

Indonesia mengirim 39 atlet terbaik dari tujuh cabang olahraga: angkat besi, renang, anggar, gulat, muay thai, pencak silat, dan balapan unta (camel racing). Meskipun tidak menurunkan kekuatan penuh karena beberapa atlet masih fokus pada persiapan SEA Games 2025 di Thailand, semangat Merah Putih tetap menyala di Tanah Arab.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyatakan bahwa keikutsertaan di ISG bukan hanya soal medali, melainkan juga ajang memperkuat persaudaraan antarnegara Islam serta menguji daya saing atlet di level internasional.

Deretan Prestasi Indonesia di ISG 2025

Hingga 12 November 2025, kontingen Indonesia mencatat prestasi gemilang dengan total sementara 4 emas, 12 perak, dan 4 perunggu. Dominasi utama datang dari cabang angkat besi dan renang, dua sektor yang sejak lama menjadi andalan Merah Putih di kancah internasional.

Berikut daftar peraih medali Indonesia hingga saat ini:

Medali Emas:

  1. Muhammad Husni – Weigtlifting Men’s 60kg – 3 Emas (Snatch, Clean & Jerk, Total)
  2. Adellia (Adelia) – Swimming Women’s 200m Breaststroke

Medali Perak:

  1. Basilia Bamerop Ninggan – Weigtlifting Women’s 53kg – 3 Perak (Snatch, Clean & Jerk, Total)
  2. Tita Nurcahya Melyani – Weigtlifting  Women’s 48kg– 3 Perak (Snatch, Clean & Jerk, Total)
  3. Leonardo Adventino Geovani – Weigtlifting Men’s 65kg
  4. Candrea Flairene / Adellia / Azzahra Permatahani / Nadia Aisha Nurazmi – Swimming Women’s 4x100m Medley Relay)
  5. Farrel Armandio Tangkas / Muhammad Dwiky Raharjo / Azzahra Permatahani / Nadia Aisha Nurazmi – Swimming Mixed 4x100m Medley Relay)
  6. Adellia – Swimming Women’s 100m Breaststroke
  7. Azzahra Permatahani – Swimming Women’s 200m Individual Medley
  8. Joe Aditya W. Kurniawan / Jason Donovan Yusuf / Azzahra Permatahani / Nadia Aisha Nurazmi – Swimming Mixed 4x100m Freestyle Relay

Medali Perunggu:

  1. Nadita Aprilia – Weigtlifting  Women’s 63kg
  2. Farrel Armandio Tangkas / Muhammad Dwiky Raharjo / Joe Aditya W. Kurniawan / Jason Donovan Yusuf – Swimming Men’s 4x100m Medly Relay)
  3. Candrea Flairene – Swimming Women’s 100m Backstone
  4. Nadia Aisha Nurazmi – Swimming Women’s 50m Freestyle

Prestasi luar biasa datang dari Muhammad Husni, lifter muda asal Jawa Barat, yang menyumbang tiga medali emas sekaligus di cabang angkat besi. Aksinya di kelas 60 kg membuat lagu “Indonesia Raya” berkumandang tiga kali berturut-turut di Prince Faisal bin Fahd Sports Complex.

Tak kalah membanggakan, Basilia Bamerop Ninggan dan Tita Nurcahya Melyani juga menunjukkan ketangguhan di sektor angkat besi putri dengan total enam medali perak. Sementara Adellia, perenang muda asal Bandung, sukses mempersembahkan emas di nomor 200 meter gaya dada putri.

Di nomor estafet campuran 4×100 meter gaya bebas, kuartet Jason Donovan Yusuf, Joe Aditya Kurniawan, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurazmi mencatat waktu impresif dan mengamankan medali perak setelah bersaing ketat dengan tim Arab Saudi.

Tantangan dan Harapan

Kendati belum semua cabang dipertandingkan, kontingen Indonesia masih memiliki peluang besar menambah pundi-pundi medali. Cabang seperti muay thai, gulat, dan anggar masih akan dimulai menjelang pekan kedua ISG 2025.

Manajer kontingen, Rafiq Saifullah, mengatakan bahwa kondisi atlet Indonesia relatif baik meskipun suhu Riyadh yang panas menjadi tantangan tersendiri.

“Kami tetap fokus menjaga stamina. Target utama bukan hanya medali, tetapi juga menyiapkan atlet menuju kejuaraan Asia dan SEA Games mendatang,” ujarnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet dan pelatih.

“Kami bangga dengan capaian sementara ini. Spirit solidaritas dan kerja keras para atlet menunjukkan nilai sejati olahraga: persaudaraan, sportivitas, dan ketekunan,” ungkap Deputi Bidang Pembinaan Prestasi Kemenpora dalam pernyataan resmi.

Makna ISG bagi Dunia Islam

ISG 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga simbol solidaritas negara-negara Muslim di dunia. Dengan tema “One Nation”, setiap pertandingan menjadi sarana memperkuat kerja sama lintas budaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam sportivitas.

Selain Arab Saudi sebagai tuan rumah, negara-negara seperti Turki, Mesir, Malaysia, dan Azerbaijan turut menurunkan kekuatan penuh. Kompetisi ini juga menjadi ajang pengujian sistem sport science dan regenerasi atlet yang kini banyak diterapkan oleh negara-negara anggota OKI.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

https://mediamuria.com/festival-keluarga-sehat-2025-siap-meriahkan-alun-alun-kudus-ajak-warga-lawan-stunting-dan-hidup-sehat/: Kontingen Indonesia Berjuang Di Islamic Solidarity Games 2025 Riyadh: 4 Emas Telah Diraihhttps://mediamuria.com/timnas-indonesia-gagal-melaju-ke-32-besar-piala-dunia-u-17-2025-terimakasih-telah-berjuang/: Kontingen Indonesia Berjuang Di Islamic Solidarity Games 2025 Riyadh: 4 Emas Telah Diraih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *