mediamuria.com, Kudus, Jawa Tengah – Hello sobat media muria, Kabupaten Kudus kembali menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional, kali ini ajang MilkLife Archery Challenge sebuah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Klub 2025 resmi digelar di Super Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah, mulai tanggal 9 hingga 19 Desember 2025. Kejuaraan ini diikuti 1.359 pemanah dari 116 klub panahan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Data jumlah peserta tersebut disampaikan melalui akun resmi Indonesia Archery dan menjadi indikator tingginya antusiasme klub-klub panahan nasional terhadap ajang kejuaraan antar klub. Kejurnas ini berada di bawah naungan PB Persatuan Panahan Indonesia (PB PERPANI) serta mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selain itu juga dukungan dari MilkLife Djarum Foundation, bakti pada olahraga
Kejurnas Panahan Antar Klub 2025 menjadi salah satu kompetisi panahan berskala nasional terbesar tahun ini, baik dari sisi jumlah peserta maupun durasi pelaksanaan yang berlangsung hampir dua pekan.

Diikuti Ratusan Klub dari Berbagai Daerah
Sebanyak 116 klub yang ambil bagian dalam kejuaraan ini datang dari berbagai provinsi, menunjukkan pemerataan pembinaan panahan di Indonesia. Klub-klub tersebut membawa atlet dari berbagai kelompok usia, mulai dari atlet junior hingga senior, yang bertanding dalam sejumlah divisi yang dipertandingkan secara nasional.
Kompetisi ini menggunakan sistem pertandingan sesuai regulasi PB PERPANI, dengan standar teknis nasional. Setiap peserta bersaing tidak hanya untuk meraih gelar juara, tetapi juga untuk menunjukkan hasil pembinaan klub masing-masing.
Kejurnas antar klub memiliki peran penting dalam ekosistem panahan nasional karena klub menjadi fondasi utama pembinaan atlet. Dari kejuaraan seperti inilah banyak atlet nasional memulai jenjang kompetisi mereka. Bibit-bibit unggulan akan lahir dari sebuah event-event nasional seperti ini, diharapkan event seperti ini akan rutin dipertandingkan.
Jumlah Peserta dari Setiap Kategori Perlombaan:
- U-10 dengan 130 Atlet
- U-13 dengan 327 Atlet
- U-15 dengan 321 Atlet
- U-18 dengan 289 Atlet
- Barebow Umum dengan 117 Atlet
- Compound Umum dengan 106 Atlet
- Recurve Umum dengan 72 Atlet
Kategori Archery:
- Nasional U-10 (10 meter)
- Nasional U-13 (20 meter)
- Nasional U-15 (30 meter)
- Nasional U-18 (40 meter)
- Recurve U-13 (30 meter)
- Recurve U-15 (40 meter)
- Recurve U-18 (60 meter)
- Recurve Umum (70 meter)
- Compound U-13 (30 meter)
- Compound U-15 (40 meter)
- Compound U-18 (50 meter)
- Compound Umum (50 meter)
- Barebow Umum (50 meter)


Kudus Jadi Tuan Rumah Kejurnas
Pemilihan Kabupaten Kudus sebagai tuan rumah tidak terlepas dari kesiapan fasilitas dan pengalaman daerah tersebut dalam menyelenggarakan event olahraga nasional. Super Soccer Arena Kudus dinilai mampu memenuhi kebutuhan teknis dan nonteknis cabang olahraga panahan.
Selain venue utama, faktor pendukung lain seperti akses transportasi, akomodasi, serta dukungan penyelenggara lokal juga menjadi pertimbangan. Penyelenggaraan Kejurnas ini sekaligus memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung sport event berskala nasional.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor nasional, termasuk Djarum Foundation, MilkLife, serta perusahaan swasta lainnya yang selama ini terlibat dalam pembinaan olahraga.
Beberapa bulan yang lalu Kabupaten Kudus juga menjadi tuan rumah olahraga berskala Nasional. Pon Bela Diri 2025 juga terselenggara dengan baik di Kabupaten Kudus. Peran dari Djarum Foundation juga tak lepas dari semua kegiatan ini, mereka memberikan dukungan terbaik untuk olahraga Indonesia.

Dampak Ekonomi Lokal
Selain aspek olahraga, kejuaraan nasional seperti ini akan memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kehadiran ribuan atlet, official, dan pendamping selama masa kejuaraan mendorong peningkatan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kudus.
Event ini menjadi contoh bagaimana kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Selama pelaksanaan kejuaraan, area sekitar venue dan pusat-pusat keramaian di Kudus mengalami peningkatan kunjungan.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha setempat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang promosi daerah, baik dari sisi fasilitas olahraga maupun potensi pariwisata. Dengan kegiatan seperti ini semua aspek saling terdorong untuk sama-sama maju.

Ajang Evaluasi Pembinaan Atlet
Bagi PB PERPANI dan klub-klub peserta, Kejurnas Panahan Antar Klub menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan ukur perkembangan atlet, terutama atlet muda yang disiapkan untuk jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Kejuaraan ini juga kerap menjadi ajang pemantauan atlet potensial yang nantinya dapat dikembangkan ke tingkat provinsi maupun nasional. Dengan persaingan yang ketat dan jumlah peserta yang besar, kualitas pertandingan dinilai representatif untuk memetakan kekuatan panahan nasional.
Setiap atlet dituntut menjaga konsistensi performa sepanjang kejuaraan, mengingat jadwal pertandingan yang padat dan durasi kompetisi yang panjang.

Dorong Perkembangan Panahan Nasional
Penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge – Kejurnas Antar Klub 2025 menunjukkan bahwa olahraga panahan terus berkembang dan diminati di berbagai daerah. Partisipasi lebih dari seribu pemanah mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini.
Ke depan, kejuaraan antar klub diharapkan terus menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Dengan dukungan organisasi, pemerintah, serta sektor swasta, panahan nasional diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat internasional.
Bagi Kabupaten Kudus, sukses menjadi tuan rumah Kejurnas ini menjadi modal penting untuk kembali dipercaya menggelar event olahraga nasional lainnya di masa mendatang.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Kejurnas Panahan Antar Klub MilkLife Archery Challenge 2025 Digelar Di Kudus, Diikuti 1.359 Pemanah