mediamuria.com, KUDUS – Perkembangan teknologi telah mengubah banyak kebiasaan masyarakat, termasuk cara anak muda menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan. Jika dahulu ngabuburit identik dengan berjalan santai sore hari, berburu takjil, atau berkumpul di ruang publik, kini pemandangan berbeda semakin sering dijumpai. Anak-anak muda terlihat fokus menatap layar ponsel, jari-jari mereka lincah menyentuh layar, memainkan gim daring favorit seperti Mobile Legends.
Fenomena ngabuburit sambil bermain game khususnya Mobile Legends menjadi hal yang lumrah di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Kudus. Menjelang azan magrib, sejumlah anak muda memilih menghabiskan waktu dengan satu atau dua pertandingan singkat bersama teman-temannya. Aktivitas ini dianggap mampu mengusir rasa bosan sekaligus membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat.
Mobile Legends dipilih bukan tanpa alasan. Game ini relatif mudah dimainkan, durasi pertandingan yang singkat membuatnya cocok untuk mengisi waktu ngabuburit, serta fitur bermain bersama atau mabar memungkinkan pemain tetap terhubung dengan teman-temannya. Dalam satu pertandingan, pemain dituntut bekerja sama, menyusun strategi, dan menjaga komunikasi agar bisa meraih kemenangan.
Bagi sebagian anak muda, bermain Mobile Legends saat menunggu berbuka sudah menjadi rutinitas Ramadan. Selepas aktivitas siang hari, mereka berkumpul secara virtual dengan rekan satu tim, memilih hero favorit, lalu memulai pertandingan sambil sesekali melirik jam. Ketika azan magrib berkumandang, permainan pun dihentikan dan fokus bergeser pada momen berbuka puasa.
Dari sisi positif, aktivitas ini memberikan hiburan yang terjangkau dan praktis. Anak muda tidak perlu keluar rumah atau mengeluarkan biaya tambahan untuk mengisi waktu ngabuburit. Cukup dengan ponsel dan koneksi internet, hiburan sudah tersedia. Hal ini juga dinilai lebih aman, terutama bagi mereka yang memilih tetap di rumah selama Ramadan.
Selain sebagai hiburan, Mobile Legends juga melatih kerja sama tim dan kemampuan berpikir strategis. Dalam satu pertandingan, pemain harus memahami peran masing-masing, berkomunikasi dengan rekan setim, serta mengambil keputusan cepat. Nilai-nilai seperti koordinasi, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap peran tim secara tidak langsung diasah melalui permainan ini.
Interaksi sosial juga menjadi nilai tambah. Mabar memungkinkan anak muda tetap menjalin komunikasi dengan teman-temannya meski tidak bertemu secara langsung. Di bulan Ramadan, ketika waktu berkumpul terbatas, gim daring menjadi ruang sosial alternatif yang cukup diminati. Canda, diskusi strategi, hingga selebrasi kemenangan menjadi bagian dari dinamika tersebut.
Namun, di balik sisi positifnya, bermain Mobile Legends saat ngabuburit juga memiliki potensi dampak negatif jika tidak dikendalikan. Salah satu risiko paling sering terjadi adalah lupa waktu. Fokus pada pertandingan dapat membuat pemain tidak menyadari bahwa waktu berbuka telah tiba. Dalam beberapa kasus, pertandingan yang belum selesai membuat pemain menunda berbuka, hal yang tentu tidak dianjurkan.
Aspek emosional juga menjadi tantangan tersendiri. Mobile Legends dikenal sebagai gim kompetitif yang memicu adrenalin. Kekalahan, kesalahan rekan setim, atau tekanan pertandingan dapat memunculkan emosi negatif seperti kesal dan marah. Dalam kondisi berpuasa, pengendalian emosi menjadi bagian penting dari ibadah Ramadan, sehingga situasi ini perlu diantisipasi.
Selain itu, terlalu lama menatap layar ponsel menjelang berbuka berpotensi menyebabkan kelelahan mata dan menurunnya kenyamanan fisik. Aktivitas duduk berlama-lama juga mengurangi kesempatan untuk bergerak, padahal tubuh tetap membutuhkan aktivitas ringan agar tetap bugar selama puasa.
Ada pula kekhawatiran terkait kebiasaan bermain berlebihan. Gim dengan sistem peringkat dan target kemenangan dapat mendorong pemain untuk terus bermain tanpa mengenal batas. Jika tidak diatur, kebiasaan ini bisa mengganggu waktu ibadah, persiapan berbuka, hingga interaksi dengan keluarga di rumah.
Karena itu, keseimbangan menjadi kunci utama. Bermain Mobile Legends saat ngabuburit bukanlah hal yang sepenuhnya salah, selama dilakukan dengan pengaturan waktu yang bijak. Anak muda perlu menyadari bahwa gim hanyalah sarana hiburan, bukan tujuan utama dalam menjalani Ramadan.
Menentukan batas pertandingan, seperti hanya bermain satu gim sebelum berbuka, bisa menjadi solusi sederhana. Selain itu, mengatur alarm pengingat waktu berbuka juga dapat membantu agar aktivitas bermain tidak kebablasan. Kesadaran untuk berhenti tepat waktu merupakan bentuk pengendalian diri yang sejalan dengan nilai Ramadan.
Peran keluarga juga tidak kalah penting. Orang tua diharapkan mampu memberikan pemahaman, bukan sekadar larangan. Dengan pendekatan yang komunikatif, anak muda dapat diarahkan untuk memanfaatkan waktu ngabuburit secara seimbang antara hiburan, ibadah, dan kebersamaan keluarga.
Fenomena ngabuburit dengan bermain game khususnya Mobile Legends menunjukkan bahwa cara generasi muda menjalani Ramadan terus mengalami perubahan. Teknologi menghadirkan pilihan baru yang tidak bisa dihindari. Tantangannya bukan pada keberadaan gim itu sendiri, melainkan pada cara menggunakannya secara bijak.
Ramadan sejatinya adalah waktu untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan memperbaiki kualitas hubungan sosial. Bermain gim dapat menjadi bagian dari keseharian, asalkan tidak menggeser esensi tersebut. Dengan sikap yang tepat, hiburan digital justru bisa menjadi sarana relaksasi tanpa mengurangi nilai ibadah.
Pada akhirnya, ngabuburit digital dengan Mobile Legends adalah cerminan gaya hidup anak muda masa kini. Di tangan mereka sendiri, aktivitas ini bisa menjadi hiburan yang positif atau sebaliknya menjadi tantangan dalam menjaga makna Ramadan. Kuncinya terletak pada kesadaran, pengendalian diri, dan kemampuan menempatkan hiburan pada porsinya. Dengan begitu, Ramadan tetap menjadi momen penuh makna meski dijalani di tengah dunia digital.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Ngabuburit Digital: Cara Anak Muda Menghabiskan Waktu Menjelang Berbuka dengan Bermain Game