Pendopo Kudus Bergemuruh, Nobar Persiku vs Persela Jadi Ruang Kebersamaan Pemerintah dan Suporter

mediamuria.com, KUDUS – Pendopo Kabupaten Kudus dipadati ribuan supporter pada malam pertandingan Persiku Kudus menghadapi Persela Lamongan. Ribuan masyarakat Kudus, khususnya suporter setia Laskar Macan Muria, memadati area pendopo untuk mengikuti nonton bareng (nobar) laga lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 tersebut. Acara ini tak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga simbol kuat kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Nobar yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Polres Kudus ini berlangsung meriah namun tetap tertib. Sejak setelah berbuka puasa, suporter mulai berdatangan mengenakan atribut kebanggaan Persiku Kudus. Spanduk, syal, hingga jersey biru mendominasi kawasan pendopo. Sorak sorai dan chant dukungan menggema setiap kali para pemain Persiku melancarkan serangan ke pertahanan Persela Lamongan.

Pertandingan yang berlangsung sengit itu akhirnya berbuah manis bagi Persiku Kudus. Gol semata wayang yang tercipta membuat ribuan suporter yang memadati pendopo bersorak penuh euforia. Peluit panjang tanda berakhirnya laga disambut tepuk tangan, teriakan kegembiraan antarsuporter. Kemenangan 1-0 tersebut seolah menjadi hadiah istimewa bagi warga Kudus yang malam itu memilih berkumpul dan mendukung tim kebanggaannya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa nobar ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan ruang positif bagi suporter untuk menyalurkan dukungan secara tertib dan aman.

“Hari ini kami bersama Pak Kapolres dan jajarannya memberikan ruang untuk para suporter untuk nonton bareng di pendopo. Alhamdulillah, diberi kemenangan 1-0. Semoga dengan kemenangan ini menjadi langkah ke depannya lebih lancar lagi untuk menuju ke Divisi 1,” ujar Sam’ani usai acara.

Menurutnya, kegiatan nobar bukan sekadar soal menonton pertandingan, tetapi juga membangun suasana kebersamaan dan kondusivitas di tengah masyarakat. Ia berharap kemenangan Persiku dapat menjadi pemicu semangat baru, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi seluruh elemen masyarakat Kudus.

“Semoga dengan dukungan semua pihak, baik itu suporter, masyarakat, Kabupaten Kudus tetap kondusif. Ini sebagai ruang pendopo bersama Pak Kapolres untuk memberi kesempatan kepada masyarakat, terutama suporter. Ke depan, nonton bareng bisa di pendopo, bisa di Polres, atau di tempat-tempat lain. Pak Kapolres akan menjaga dan mengawal tempat-tempat tersebut agar kondisinya aman,” lanjutnya.

Kehadiran jajaran Polres Kudus dalam acara nobar ini menjadi salah satu kunci kelancaran kegiatan. Aparat kepolisian terlihat bersinergi dengan panitia dan relawan, memastikan jalannya acara tetap aman dan nyaman. Tidak terlihat gesekan maupun kericuhan, meskipun jumlah penonton yang hadir terbilang sangat banyak.

Menariknya, nobar ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah UMKM, khususnya pedagang angkringan, tampak kebanjiran pembeli. Sam’ani bahkan sempat menyinggung perputaran uang yang terjadi selama acara berlangsung.

“Ini teh ada, Rp 2.000 ada, karena tadi kan ada angkringan, empat habis semua itu. Kalau satu angkringan 200, kali empat sudah 800. Belum makanan-makanan lainnya. Terima kasih ya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Aktivitas ekonomi kecil yang tumbuh di sela-sela nobar menjadi bukti bahwa kegiatan publik seperti ini mampu menggerakkan roda UMKM. Para pedagang mengaku senang karena dagangan mereka ludes sebelum pertandingan usai. Beberapa di antaranya berharap kegiatan serupa bisa terus digelar, terutama saat Persiku menjalani laga penting.

Namun di balik kemeriahan, Sam’ani juga menekankan pentingnya kesadaran bersama, terutama terkait kebersihan. Ia mengapresiasi peran relawan yang dengan sigap membersihkan area pendopo setelah acara berakhir.

“Nanti dari teman-teman relawan untuk bersih-bersih sampah, korve, korve kebersihan,” ucapnya.

Catatan kecil terkait sampah memang menjadi perhatian tersendiri. Meski relawan telah disiapkan, masih terlihat sisa bungkus makanan dan minuman di beberapa sudut. Hal ini menjadi pengingat bahwa kegiatan besar di ruang publik perlu diimbangi dengan kesadaran individu untuk membuang sampah pada tempatnya atau membawa pulang kembali sampah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga mengingatkan bahwa kegiatan nobar berlangsung di bulan puasa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga sikap dan tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat merusak suasana kebersamaan.

“Karena ini bulan puasa, mari kita jaga kondusivitas. Jangan melakukan hal yang negatif. Alhamdulillah berkat doa semua orang, Persiku bisa menang. Karena hubungan yang baik, santun, dan sportif, Persiku akan menuju langkah yang lebih berprestasi lagi,” tegasnya.

Dari kalangan suporter, antusiasme terhadap kegiatan nobar ini juga sangat tinggi. Rizki, salah satu suporter Persiku, mengaku senang bisa menonton pertandingan bersama ribuan pendukung lain di pendopo.

“Semoga acara seperti ini sering diselenggarakan. Apalagi kalau Persiku main lagi, seperti pertandingan selanjutnya melawan Persipal Palu, semoga nobar juga diadakan,” ujarnya.

Bagi Rizki dan suporter lainnya, nobar di pendopo memberikan pengalaman berbeda dibanding menonton di rumah atau warung kopi. Selain suasana yang meriah, mereka juga merasa lebih aman dan nyaman karena acara difasilitasi langsung oleh pemerintah dan dikawal aparat kepolisian.

Keberhasilan nobar Persiku Kudus kontra Persela Lamongan ini menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi ruang pemersatu lintas elemen masyarakat. Di Pendopo Kabupaten Kudus, olahraga tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap daerah.

Pendopo yang biasanya identik dengan aktivitas pemerintahan, pada malam itu bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif. Pemerintah daerah membuka diri, aparat keamanan hadir sebagai pengayom, dan masyarakat datang sebagai bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tujuan sama: mendukung tim kebanggaan dengan cara yang tertib dan bermartabat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Polres Kudus dalam menyelenggarakan nobar ini dinilai berhasil. Tidak hanya dari sisi pengamanan yang berjalan lancar, tetapi juga dari terciptanya suasana yang nyaman dan ramah bagi seluruh kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga suporter senior Persiku.

Kegiatan nobar ini juga menjadi contoh pendekatan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan menyediakan ruang resmi dan terkontrol, potensi gesekan antarpendukung maupun aktivitas negatif dapat ditekan. Suporter memiliki wadah untuk mengekspresikan dukungan, sementara aparat dapat memastikan situasi tetap aman.

Dari sisi sosial, kegiatan ini memperlihatkan wajah suporter Persiku Kudus yang dewasa dan sportif. Meski larut dalam euforia kemenangan, tidak terlihat tindakan berlebihan. Setelah pertandingan usai, masyarakat perlahan membubarkan diri dengan tertib, memberi kesan positif terhadap penyelenggaraan acara.

Momentum ini juga dinilai penting menjelang laga-laga berikutnya dalam lanjutan Pegadaian Championship. Dukungan publik yang tersalurkan secara positif diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain Persiku Kudus dalam menghadapi pertandingan selanjutnya, termasuk laga melawan Persipal Palu.

Pemerintah Kabupaten Kudus pun membuka peluang agar konsep nobar ini dapat terus dikembangkan. Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian dari strategi membangun interaksi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM lokal.

Dengan catatan peningkatan kesadaran kebersihan dan kedisiplinan bersama, nobar di pendopo berpotensi menjadi agenda rutin yang dinanti masyarakat. Tradisi baru ini diharapkan mampu memperkuat identitas kebersamaan warga Kudus, sekaligus mendukung prestasi Persiku Kudus di kancah kompetisi nasional.

Pada akhirnya, malam nobar di Pendopo Kabupaten Kudus bukan sekadar tentang skor 1-0. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cermin bahwa sepak bola mampu menyatukan, menghadirkan kegembiraan bersama, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah serta tim kebanggaan.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Pendopo Kudus Bergemuruh, Nobar Persiku vs Persela Jadi Ruang Kebersamaan Pemerintah dan Suporter

https://mediamuria.com/daerah/kudus/wajah-baru-pagar-masjid-wali-baitul-aziz-hadiwarno-kian-tegaskan-nilai-sejarah-dan-kebersamaan-warga/

https://mediamuria.com/olahraga/persiku-kudus-buka-seleksi-terbuka-tim-development-buru-bibit-muda-untuk-epa-pegadaian-championship-u-20-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *