mediamuria.com, KUDUS – Gelora semangat tampak begitu terasa di sesi latihan terakhir Persiku Kudus menjelang laga krusial menghadapi Persipal Palu. Latihan yang digelar pada Rabu malam, 25 Februari 2026, pukul 20.00 WIB itu berubah menjadi momentum emosional ketika ribuan suporter setia hadir langsung memberikan dukungan. Bagi para punggawa Persiku, kehadiran suporter bukan sekadar tontonan, melainkan suntikan semangat dan motivasi sebelum bertolak ke Solo.
Sejak menjelang malam, area latihan sudah dipadati oleh pendukung Persiku dari berbagai elemen. Mereka datang dengan satu tujuan: menyampaikan harapan dan keyakinan agar Laskar Macan Muria mampu meraih poin penuh pada pertandingan yang akan digelar Jumat mendatang. Chant dukungan, tepuk tangan, serta kibaran atribut Persiku menjadi pemandangan yang mengiringi setiap sesi latihan pemain.
Latihan malam itu sejatinya menjadi agenda rutin tim untuk mematangkan persiapan terakhir. Namun, atmosfer berubah istimewa dengan kehadiran ribuan suporter. Para pemain tampak lebih bersemangat, intensitas latihan meningkat, dan komunikasi antarpemain terlihat lebih hidup. Dukungan langsung dari tribun informal di sekitar lapangan seolah menjadi energi tambahan yang tak ternilai.
Para suporter menyadari bahwa laga melawan Persipal Palu bukan pertandingan biasa. Selain menentukan posisi Persiku di papan klasemen Pegadaian Championship 2025/2026, pertandingan ini juga sarat dengan gengsi dan catatan pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, mereka memilih hadir di sesi latihan terakhir sebagai bentuk dukungan moral sebelum tim berangkat menuju Solo, lokasi persinggahan sebelum laga tandang tersebut.
Pertandingan nanti dipastikan berlangsung tanpa kehadiran pendukung tim tamu di stadion. Kondisi itu membuat suporter Persiku merasa perlu menyalurkan seluruh dukungan dan doa mereka lebih awal. Mereka ingin memastikan para pemain membawa semangat Kota Kudus ke lapangan, meskipun harus bertanding jauh dari rumah.
“Kami mungkin tidak bisa mendampingi langsung di stadion, tapi kami ingin para pemain tahu bahwa seluruh Kudus ada di belakang mereka,” ujar Teguh salah satu suporter yang hadir. Kalimat serupa terdengar berulang dari banyak pendukung, mencerminkan harapan kolektif agar Persiku pulang dengan hasil maksimal.
Kehadiran suporter dalam jumlah besar ini juga menjadi pesan kuat tentang soliditas antara tim dan pendukungnya. Dalam sepak bola modern, hubungan emosional semacam ini sering kali menjadi pembeda, terutama saat tim harus menjalani laga berat di kandang lawan. Dukungan moral diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Secara teknis, Persiku Kudus datang ke laga ini dengan modal yang cukup baik. Hasil positif pada pertandingan sebelumnya menjadi dorongan tambahan bagi tim pelatih dan pemain. Kemenangan tersebut tidak hanya menaikkan posisi tim, tetapi juga mengangkat moral seluruh skuad. Tak heran jika optimisme terasa kental di sesi latihan terakhir.
Meski berstatus sebagai tim tamu, target kemenangan menjadi harga mati. Hal ini tidak lepas dari catatan pertemuan Persiku dengan Persipal Palu di musim-musim sebelumnya. Pada pertemuan pertama yang digelar di Wergu Wetan, Kudus, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1. Hasil tersebut sempat menyisakan catatan evaluasi bagi Persiku, terutama dalam menjaga konsistensi permainan.
Namun, pada pertemuan berikutnya yang berlangsung di Stadion Gawalise, Palu, Persiku Kudus mampu menunjukkan karakter kuat sebagai tim. Bermain di bawah tekanan publik tuan rumah, Persiku justru tampil efektif dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 1-4. Kemenangan tersebut hingga kini masih membekas di ingatan suporter dan menjadi sumber kepercayaan diri menjelang laga kali ini.
Hasil manis di Palu itulah yang kini ingin diulang. Seluruh elemen Persiku Kudus mulai dari pemain, pelatih, manajemen, hingga supporter memiliki harapan yang sama: membawa pulang tiga poin. Bagi suporter yang hadir di latihan terakhir, kemenangan tersebut bukan sekadar target angka, melainkan simbol bahwa Persiku mampu bersaing dan menjaga asa di kompetisi.
Di sisi lain, dukungan terhadap Persiku tidak hanya datang dalam bentuk kehadiran langsung di lapangan latihan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus juga berencana kembali menggelar acara nonton bareng di Pendopo Kudus. Agenda ini diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk mendukung Persiku secara tertib dan kondusif, seperti yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Rencana nonton bareng ini disambut antusias oleh suporter. Bagi mereka, meski tidak bisa hadir langsung di stadion, kebersamaan di Pendopo Kudus tetap menjadi cara efektif untuk menyalurkan dukungan. Selain itu, kegiatan semacam ini juga memperkuat ikatan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan klub kebanggaan.
Kembali ke sesi latihan Rabu malam, momen kebersamaan antara pemain dan suporter terlihat jelas usai latihan berakhir. Para pemain menyempatkan diri menghampiri suporter, membalas dukungan dengan tepuk tangan, dan mengapresiasi kehadiran mereka. Interaksi sederhana ini menciptakan suasana haru dan kebanggaan tersendiri bagi para pendukung.
Bagi Persiku Kudus, dukungan ribuan suporter di latihan terakhir menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban. Setiap jersey yang dikenakan bukan hanya membawa nama klub, tetapi juga harapan masyarakat Kudus. Dengan modal semangat, motivasi, dan catatan pertemuan positif, Persiku diharapkan mampu tampil maksimal saat menghadapi Persipal Palu.
Laga Jumat nanti akan menjadi ujian mental dan kualitas bagi Persiku Kudus. Namun, satu hal yang pasti: tim tidak akan berjuang sendirian. Dukungan yang mengalir sejak sesi latihan terakhir menjadi bekal berharga dalam perjalanan menuju pertandingan penting tersebut. Seluruh mata kini tertuju pada bagaimana Laskar Macan Muria menjawab kepercayaan itu di atas lapangan.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Ribuan Suporter Padati Latihan Terakhir, Persiku Kudus Dapat Suntikan Moral Jelang Hadapi Persipal Palu