Pelajari Warisan Budaya Indonesia, Mahasiswa UMK Kunjungi Museum Nasional

Sharing is caring

Selasa, 29 Juli 2025 BEM dan DPM Universitas Muria Kudus melanjutkan perjalanan kunjungan di Ibu Kota Jakarta. Kunjungan kali menuju Museum Nasional Indonesia. Museum yang terletak di Jakarta, Indonesia ini merupakan salah satu museum terbesar dan terpenting yang berada di Indonesia.

Museum ini didirikan pada tahun 1778 dan memiliki koleksi lebih dari 140.000 benda, termasuk artefak prasejarah, benda-benda budaya, dan yang berkaitan dengan sejarah Indonesia.
Disambut dengan artefak Ganesha di pintu masuk, kunjungan diawali dengan mempelajari artefak-artefak peninggalan dari masa lampau. Dilanjut dengan mempelajari sejarah masuknya Islam ke Indonesia, lalu mempelajari sejarah negara Indonesia sebuah perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.

Banyaknya barang peninggalan dari masa kerajaan hingga kemerdekan ini diharapkan dapat menambah wawasan akan banyaknya warisan budaya di Indonesia, selain itu dapat meningkatkan kesadaran akan budaya Indonesia dan pastinya pengalaman yang luar biasa. Selain itu berkunjung ke Museum dapat menjadikan tempat relaksasi untuk menghilangkan stres dan juga sebagai sumber inspiratif bagi kreativitas dan imajinasi.

Kalau favorit saya di lantai ke 3 tentang keislaman, tenang masuknya Islam ke indonesia, di situ ada tentang Walisongo. Ini juga pengalaman pertama saya di Jakarta di Museum Nasional dan menurut saya sangat Wahhhlah ujar Huda Arifin (Mahasiswa Universitas Muria Kudus).

Rangkaian kegiatan di Museum Nasional ditutup dengan memasuki ruangan explorasi imersifA, sebuah ruangan yang memanfaatkan teknologi imersif untuk menciptakan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Dengan sajian sebuah Video mapping berdurasi 30 menit yang diproyeksi dengan sudut 360°, termasuk lantai. Pengunjung yang menyaksikan akan merasakan sensasi seolah-olah ada di dalam video. “Itu mini bioskop yang jadi Favorit, Seru, Yang pasti sangat senang karena kita yang awalnya tidak tahu menjadi tahu selah berkunjung ke Museum Nasional” Ujar Hamid Ali Syahbana (Mahasiswa Universitas Muria Kudus).

Didin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *