mediamuria.com, Kudus – Pemerintah pusat terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, ke Pendapa Kabupaten Kudus, pada Sabtu (20/12/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda nasional dalam memperkuat sektor pangan sekaligus meninjau capaian dan program strategis daerah.
Kedatangan Menko Pangan disambut langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus memaparkan kondisi ketahanan pangan daerah, termasuk capaian produksi, program intervensi sosial, serta kontribusi Kudus dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.
Bupati Kudus juga menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, Kabupaten Kudus mencatat surplus beras sekitar 12,6 ribu ton. Surplus ini menjadi indikator bahwa produksi pangan pokok di Kabupaten Kudus berada dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pengelolaan sektor pertanian, kerja keras petani, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.
Selain beras, Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus mengembangkan program ketahanan pangan berbasis diversifikasi. Penanaman jagung dan tebu menjadi bagian dari strategi daerah untuk memperluas sumber pangan daerah dan tetap menjaga stabilitas produksi. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong penguatan pangan non-beras guna menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Program dari pusat ini dilaporkan telah berjalan hingga sekitar 75 persen sepanjang tahun 2025. MBG menjadi salah satu program prioritas dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Pemerintah daerah menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendukung kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam kunjungannya juga menekankan pentingnya peran daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat, melalui koordinasi lintas kementerian, terus mendorong daerah untuk tetap menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan distribusi pangan secara merata. Kabupaten Kudus dinilai memiliki potensi dan kinerja yang baik dalam mendukung agenda tersebut.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah di sekitar lokasi kegiatan. Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan, terutama menjelang akhir tahun.
Selain pasar murah, dilakukan pula penyaluran bantuan beras seberat lima kilogram kepada masyarakat. Bantuan ini ditujukan bagi para warga yang membutuhkan sebagai bentuk perlindungan sosial dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga. Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjaga daya beli.
Tidak hanya fokus pada kondisi lokal, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap daerah lain yang tengah menghadapi bencana alam. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa saudara kita di pulau Sumatera memang sudah menjadi perhatian setap kalangan di Negara Indonesia. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp694,5 juta ini diharapkan dapat sedikit banyak membantu para korban disana. Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian antar daerah dalam menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kabupaten Kudus menilai bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari sebuah pembangunan daerah. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak serta mendukung proses pemulihan pascabencana yang terjadi.

Kunjungan Menko Pangan ke Kudus juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi dan evaluasi program. Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari keberlanjutan lahan pertanian, dukungan sarana produksi, hingga penguatan peran petani lokal. Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi daerah melalui kebijakan yang berpihak pada sektor pangan.
Bagi Kabupaten Kudus, kunjungan ini menjadi pengakuan atas upaya daerah dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian dan pangan melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi komoditas, serta program sosial yang tepat sasaran.
Menutup rangkaian kegiatan, Menko Pangan bersama Bupati Kudus meninjau langsung pelaksanaan pasar murah dan penyaluran bantuan. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa kebijakan pangan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga.
Dengan capaian surplus beras, pelaksanaan program makan bergizi, serta kepedulian sosial yang terus dijaga, Kabupaten Kudus menunjukkan perannya sebagai daerah yang aktif mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah daerah berharap sinergi dengan pemerintah pusat dapat terus diperkuat demi menghadapi tantangan pangan di masa mendatang.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Kunjungan Menko Pangan Ke Kudus, Perkuat Sinergi Daerah Dalam Ketahanan Pangan Nasionalhttps://mediamuria.com/akhir-sea-games-2025-kontingen-indonesia-berhasil-finish-diposisi-ke-dua/
https://mediamuria.com/jelang-libur-nataru-pemkab-kudus-perkuat-pengamanan-dengan-posko-terpadu/
