mediamuria.com, Kudus – Hai sobat media muria, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris melanjutkan program kerjanya dengan melakukan sidak mendadak di instansi di Kabupaten Kudus. Kali ini Bupati Sam’ani dan jajarannya menyidak kantor Kecamatan Mejobo pada hari Selasa, 2 Desember 2025. Bupati Kudus dilaporkan datang di kantor Kecamatan Mejobo sebelum pukul 07.00 WIB.
Kegiatan dilanjutkan dengan apel pagi yang langsung dipimpin oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memberikan pengarahan kepada ASN di Kecamatan Mejobo Setelah apel, beliau memberikan pengarahan langsung kepada jajaran ASN kecamatan dan desa di aula Kecamatan Mejobo Kudus
Dalam pengarahan Bupati Sam’ani menekankan pentingnya dalam menerapkan “Senyum Simpang Tujuh” sebagai simbol keramahan khas Kudus. Selaini itu, terus mengingatkan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan sikap: Sopan, Santun, Ramah, dan Bersungguh-sungguh
Kemudian Bupati Kudus menyampaikan penekanan soal program pemerintah. Bupati meminta jajaran kecamatan dan desa mendukung penuh berbagai program pemerintah pusat seperti:
- MBG (Makan Bergizi Gratis)
- Koperasi Desa Merah Putih
- Program ketahanan pangan
- Penanggulangan stunting
- Penguatan UMKM lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan suasana hangat, meski diselingi dengan candaan namun mereka mereka tampak serius dan memperhatikan pemaparan. Ini adalah kegiatan resmi dan formal dari pemerintah daerah.


Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Ini merupakan program pusat yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kudus digambarkan sebagai dua inisiatif yang berjalan beriringan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. MBG berfokus pada penyediaan makanan sehat bagi keluarga rentan, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil, sehingga membantu menekan risiko stunting dan kekurangan gizi. Melalui program ini, pemerintah daerah bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan penyedia bahan pangan lokal untuk memastikan menu yang diberikan memenuhi standar gizi dan dapat diakses secara rutin.
Di sisi lain, Koperasi Merah Putih juga berperan sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang membantu masyarakat mengakses pembiayaan mikro, mengelola usaha kecil, serta memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan. Koperasi ini disebut menjalankan fungsi distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan pendapatan anggota. Salah satu tujuannya adalah membantu UMKM masyarakat.
Sinergi antara MBG dan Koperasi Merah Putih diarahkan untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan: MBG menyediakan dukungan gizi langsung, sementara koperasi memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dalam jangka panjang. Meski dokumentasi resmi mengenai kedua program ini masih terbatas, konsep tersebut mencerminkan upaya kolaboratif yang relevan dengan agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kudus.

Program Ketahanan Pangan Dan Penanggulangan Stunting
Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri menempatkan isu stunting dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Pada tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Kudus mengalokasikan sekitar Rp2 miliar untuk intervensi stunting, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan di posyandu. Anggaran yang digunakan ini menjadi fokus utama APBD 2025 dalam menekan angka stunting.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Sesuai data yang ada angka stunting di Kabupaten Kudus berhasil ditekan hingga sekitar 4 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Pemerintah daerah tetap menegaskan perlunya perhatian pada keluarga rentan agar angka tersebut tidak kembali naik. Program bantuan pangan bagi keluarga berisiko juga disalurkan oleh pemerintah, mengenai pemberian bantuan pangan untuk keluarga rentan stunting. Selain itu kegiatan, Selain itu kegiatan festival keluarga sehat dengan tema menang lawan stunting yang di gelar beberapa waktu yang lalu, menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus serius dalam menanggulangi masalah ini. Festival tersebut juga didukung dengan serangkaian kegiatan seperti cek kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat Kudus.

Di tingkat desa, ketahanan pangan dan pencegahan stunting menjadi prioritas penggunaan Dana Desa (DD). Banyak desa di Kudus mengalokasikan DD untuk program pangan lokal, posyandu, pendampingan keluarga, serta penyediaan makanan tambahan bagi balita kurang gizi. Selain itu, kegiatan edukasi publik seperti Festival Keluarga Sehat 2025 tersebut juga ikut memperkuat pemahaman masyarakat tentang pola makan sehat, sanitasi, dan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.
Program-program ini dilengkapi dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, yaitu pendampingan sejak remaja putri, pemeriksaan pra-nikah, pemenuhan gizi ibu hamil, hingga intervensi pada balita. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Kudus menekan angka stunting tidak lepas dari sinergi pemerintah kabupaten, desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, swasta, dan masyarakat. Upaya terpadu inilah yang menjadikan Kudus salah satu daerah yang progresif dalam membangun generasi sehat dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Penguatan UMKM Lokal Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
Pemerintah Kabupaten Kudus selalu hadir untuk UMKM lokal di Kabupaten Kudus, setiap event-event yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus atau legiatan dari tingkat Provinsi ataupun Nasional selalu mengandeng bersama para pelaku UMKM di Kabupaten Kudus.
Salah satu kegiatan yang rutin di gelar oleh Pemkab Kudus adalah kegiatan Car Free Day yang dilakukan setiap hari minggu pagi di Alun-alun Simpang 7 Kudus. Selain itu, kegiatan seperti Car Free Night juga coba untuk dijalankan kembali, kegiatan ini biasanya dijadwalkan pada hari Sabtu malam Minggu.

Kegiatan-kegiatan lain juga selalu menggandeng UMKM di Kabupaten Kudus seperti acara Hari Santri se-Jawa Tenbgah yang dipusatkan di Kabupaten Kudus juga dalam agendanya terdapat kegiatan bersama UMKM, selain itu acara tingkat nasional seperti PON Beladiiri 2025 yang diadakan di Kabupaten Kudus juga menyediakan stand untuk UMKM.
Kegiatan skala lokal juga seperti Kudus Fashion Week juga menghadirkan kegiatan bersama UMKM makanan dan pakaian. Selain itu, kegiatan seperti Utsava Kretek yaitu pameran temporer yang berada di Museum Kretek juga menggandeng pelaku UMKM untuk terlibat. Kegiatan-kegiatan ini menujukkan bahwa UMKM memang tak bisa dipsahkan dengan program pemerintah.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Sidak Mendadak Bupati Kudus Di Kecamatan Mejobo, Tekankan Dukungan Untuk Program Pemerintah
