mediamuria.com – PSSI secara resmi mengumumkan skuad final Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025 pada Kamis malam, 27 November 2025. Total 23 pemain dibawa: terdiri dari 3 kiper, 8 bek, 6 gelandang, dan 6 penyerang.
Berikut daftar lengkap 23 pemain yang masuk skuad final:
Penjaga gawang
- Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
- Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC)
- Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar)
Bek
- Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
- Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi)
- Dion Wilhelmus Eddy Markx (TOP Oss)
- Kadek Arel Priyatna (Bali United)
- Kakang Rudianto (Persib Bandung)
- Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi)
- Robi Darwis (Persib Bandung)
- Raka Cahyana Rizky (PSIM Yogyakarta)
Gelandang
- Ananda Raehaan Alief (PSM Makassar)
- Muhammad Rayhan Hannan (Persija Jakarta)
- Rivaldo Pakpahan (Borneo FC)
- Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya)
- Zanadin Fariz (Persis Solo)
- Ivar Jenner (FC Utrecht)
Penyerang
- Hokky Caraka (Persita Tangerang)
- Rafael William Struick (Dewa United)
- Jens Raven (Bali United)
- Rahmat Arjuna Reski (Bali United)
- Mauro Nils Zijlstra (Volendam)
- Marselino Ferdinan (AS Trencin)
Skuad ini adalah perpaduan antara pemain lokal dan sejumlah pemain diaspora/ pemain yang aktif di luar negeri, seperti Dion Markx, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Marselino Ferdinan.
Laga Uji Coba: Dua Kali Lawan Mali dan Hasilnya
Sebagai bagian dari persiapan terakhir menjelang SEA Games, tim asuhan Indra Sjafri menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U-22. Pertandingan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada:
- Sabtu, 15 November 2025 – laga pertama.
- Selasa, 18 November 2025 – laga kedua.
Hasil laga:
- Laga pertama: Timnas Indonesia U-22 tumbang 0–3 dari Mali.
- Laga kedua: Timnas Indonesia bangkit dan menahan imbang Mali 2–2.
Kekalahan di laga pertama menjadi alarm keras bagi tim, terutama karena terjadi hanya lima menit setelah kickoff saat Mali membuka keunggulan lewat sundulan dari sepak pojok.
Di laga kedua, hasil imbang 2–2 menunjukkan bahwa tim sudah melakukan evaluasi cepat perbaikan signifikan dalam organisasi, semangat juang, dan stabilitas performa.
Mengapa Lawan Mali? Uji Coba sebagai Tolok Ukur Sebelum SEA Games
Menurut pelatih Indra Sjafri, memilih Mali U-22 sebagai lawan uji coba bukan tanpa alasan. Mali dianggap sebagai tim dengan kualitas dan fisik kuat, sehingga duel ini dipandang sebagai “simulasi tekanan internasional” dan uji coba ideal sebelum SEA Games.
Laga melawan Mali menjadi bagian dari pemusatan latihan (TC) tahap akhir sekaligus ajang finalisasi pemilihan 23 pemain terbaik untuk dibawa ke SEA Games. Menurut Indra Sjafri, dari 11 pemain yang diturunkan pada laga pertama lawan Mali, “80–90%” diperkirakan akan masuk skuad final. Artinya, uji coba tersebut memiliki fungsi seleksi praktis selain meningkatkan kebugaran, mental, dan chemistry tim.
Jadwal Timnas di SEA Games
Menurut jadwal resmi, pertandingan sepak bola putra SEA Games 2025 akan berlangsung antara 3 – 18 Desember 2025, sedangkan keseluruhan event SEA Games digelar dari 9 – 20 Desember 2025.
Timnas U-22 tergabung di Grup C, bersama Myanmar U-22, dan Filipina U-22. Sebelumnya Singapura U-22 juga tergabung dalam grub C namun setelah berita mundurnya Kamboja U-22, Singapura U-22 tergabung dalam grub A.
Target: Medali Perak
Menjelang SEA Games 2025, harapan publik tidak kecil kepada skuad dan manajemen tim, terdapat target meraih medali, bahkan dikabarkan bahwa target medali perak telah ditetapkan oleh pucuk pimpinan PSSI (ketua umum).
Target ini bukan tanpa dasar, dengan komposisi skuad kuat (gabungan pemain lokal bakat muda dan pemain diaspora berpengalaman di Eropa), tim diasumsikan memiliki kualitas dan kedalaman yang mampu bersaing ketat. Kehadiran pemain seperti Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan diharapkan memberi tambahan kreativitas dan daya saing khususnya di lini tengah dan serangan.
Pelatih Indra Sjafri pun menekankan bahwa pemilihan lawan uji coba (seperti Mali) bukan soal mencari kemenangan gampang melainkan “mengasah mental dan taktik” menghadapi kompetisi serius. Ini menunjukkan bahwa target bukan sekedar ikut serta, melainkan memberi hasil maksimal.
Dampak Uji Coba dan Harapan Jelang SEA Games
Setelah hasil uji coba melawan Mali kekalahan di laga pertama dan kebangkitan di laga kedua tim menunjukkan progres signifikan. Pejabat di PSSI mengaku optimistis terhadap potensi tim.
Keseriusan dalam menyusun skuad final dengan kombinasi pemain lokal berbakat dan pemain diaspora menegaskan bahwa target di SEA Games bukan hanya ikut, melainkan bersaing di level tertinggi.
Skuad final mencerminkan kepercayaan terhadap materi pemain yang dianggap punya kualitas, kecepatan, dan fleksibilitas kebutuhan penting ketika menghadapi tim-tim Asia Tenggara dengan gaya permainan beragam.
Uji coba melawan Mali memberikan dua manfaat utama:
- Evaluasi kesiapan (fisik dan taktis) – menghadapi tim dengan fisik kuat dan permainan agresif membantu tim menyesuaikan strategi.
- Mental dan mentalitas juang – bangkit dari kekalahan dan menggapai hasil imbang memperkuat kepercayaan diri dan kekompakan tim.
Dengan modal ini, publik bisa berharap bahwa Timnas Indonesia U-22 akan tampil lebih siap di SEA Games terutama di Grup C, di mana mereka akan menghadapi tim seperti Myanmar, Filipina, dan Singapura.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Skuad Final Timnas Indonesia U-22 Untuk SEA Games 2025, Ada Marselino Dan Ivar Jenner
