mediamuria.com, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kudus (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 63 miliar pada 2025 untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan kabupaten yang rusak. Anggaran ini berasal dari APBD murni dan APBD perubahan.
Dana tersebut ditujukan untuk menangani 43 titik ruas jalan di berbagai kecamatan di Kudus. Tujuannya: memperbaiki kondisi jalan agar lebih aman dan nyaman untuk dilalui.
Menurut PUPR, dari total panjang jalan kabupaten ± 621,18 km, saat ini ruas dalam kondisi “mantap” telah mencapai sekitar 91,7%. Setelah program perbaikan tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan menuju sekitar 93,7% jalan dalam kondisi mantap.
Jenis konstruksi yang diterapkan meliputi perbaikan dengan aspal (AC-WC) serta beton bertulang mutu tinggi (K-45) terutama di persimpangan maupun titik-titik rawan kerusakan.
Skema Perbaikan dan Perbaikan Titik Rusak: Dari Tambal sampai Perbaikan Structural
Sebelumnya, pada pertengahan 2025, Pemkab Kudus lewat tim yang disebut Tim Saber Jalan telah berhasil memperbaiki sekitar 2.750 titik jalan berlubang di seluruh kabupaten. Meski sudah banyak titik diperbaiki, masih terdapat sisa sekitar 1.000 titik jalan rusak atau berlubang yang menjadi prioritas perbaikan lanjutan.
Perbaikan ini dilakukan secara bertahap mulai dari tambal lubang sampai overlay aspal atau betonisasi tergantung tingkat kerusakan dan karakteristik ruas jalan.
Pembangunan Jalan A. Yani Kudus Dikebut, Bupati Pastikan Rampung Pertengahan Desember
Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur wilayah. Pada Kamis (27/11/2025), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau progres pembangunan Jalan A. Yani, salah satu ruas utama yang menjadi nadi mobilitas warga dan aktivitas perekonomian.
Di tengah suara deru alat berat dan pekerja yang sibuk meratakan aspal, Bupati Sam’ani menyampaikan optimisme bahwa perbaikan jalan akan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Jalan yang mulus membuat masyarakat senang, transportasi menjadi lancar, dan pada akhirnya perekonomian semakin meningkat,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Proyek perbaikan Jalan A. Yani ini didanai melalui APBD Perubahan 2025 dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar. Pemerintah memastikan pekerjaan infrastruktur tersebut akan selesai tepat waktu, yakni pada pertengahan Desember, sehingga dapat segera dinikmati masyarakat.
Namun pembangunan tidak berhenti di satu titik saja. Pemkab Kudus juga tengah melakukan peningkatan Jalan Agil, pembangunan drainase di Jalan HM Subchan SE, serta perbaikan jalur Kudus–Jepara termasuk yang berada di Desa Dersalam dan Peganjaran.
Berbagai upaya ini menjadi bagian dari langkah besar pemerintah daerah dalam memberikan kenyamanan berkendara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang kuat diyakini menjadi pondasi bagi terciptanya mobilitas yang lebih efisien, aktivitas usaha yang lebih hidup, serta kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.
Dengan pengerjaan yang terus dikebut, masyarakat Kudus kini menantikan hasil akhir pembangunan yang diharapkan benar-benar membawa perubahan positif bagi kota mereka.


Update Terbaru Perbaikan Jalan dan Drainase
Untuk perbaikan pengaspalan jalan yang dijadwalkan pada akhir tahun ini sudah beberapa yang telah dikerjakan, sebelumnya Dinas PUPR Kudus yang telah mengumumkan jadwal pengaspalan di 12 ruas jalan di Kabupaten Kudus. Dimana jalan Sunan Muria dan Jalan KH. R. Asnawi telah di selesai dikerjakan. Sementara untuk jalan Agil Kusumadya dan Jalan Jendral Ahmad Yani masih dalam proses perbaikan dan masih berlangsung sampai sekarang.
Sementara itu, jalan yang telah dijadwal seperti jalan Jendral Sudirman, HOS. Cokroaminoto, Mlati Kidul – Gulang, Letkol Tit. Sudono, Agus Salim. Mulya, Kencing – Tanjungkarang, Sucen – Peganjaran masih menunggu jadwal gilran yang akan terus berlangsung hingga bulan Desember.


Selain perbaikan jalan, Kabupaten Kudus juga masih dalam penegerjaan drainase saluran air seperti yang sedag di kerjakan di desa Dersalam dan desa Gulang. Selain itu ,pengecatan ulang garis dan marka jalan juga terus berlangsung di seluruh kabupaten Kudus.

Harapan dan Tantangan: Drainase, Cuaca dan Pendanaan
PUPR mengingatkan bahwa kualitas jalan tidak hanya tergantung pada perbaikan aspal atau beton saja, tetapi juga pada sistem drainase. Jika drainase buruk dan curah hujan tinggi, jalan yang sudah diperbaiki rentan rusak ulang.
Dengan kondisi cuaca dan hujan yang kadang ekstrem, drainase dianggap bagian penting agar hasil perbaikan jalan lebih awet. Meski anggaran Rp 63 miliar sudah besar, PUPR menyatakan bahwa sebagian kecil kerusakan yang sekitar 6–7 persen kemungkinan akan dituntaskan pada tahun berikutnya.
Dampak bagi Warga dan Target Pembangunan
Program perbaikan jalan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga: akses lebih aman, risiko kecelakaan menurun, mobilitas dan distribusi barang-jasa lebih lancar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan kenaikan kondisi jalan mantap dari 91,7% menuju target ~93,7%, Pemerintah Kabupaten Kudus optimis bahwa sebagian besar ruas jalan kabupaten bisa “layak pakai” dalam waktu dekat.
Meski tidak semua titik rusak bisa diselesaikan sekaligus, upaya berkelanjutan lewat Tim Saber Jalan dan anggaran tambahan di APBD diharapkan mempercepat perbaikan sesuai komitmen Pemkab Kudus kepada masyarakat.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Update Pembangunan Kabupaten Kudus, Pemkab Kudus Kejar Perbaikan Jalan Dan Rampungkan Di Bulan Desemberhttps://mediamuria.com/akhir-sebuah-drama-panjang-ira-puspadewi-direhabilitasi-nama-dipulihkan/

