mediamuria.com, KUDUS – Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam peta pembangunan daerah di Pulau Jawa. Berdasarkan pemeringkatan kabupaten paling maju di regional Jawa, Kudus berhasil menempati posisi pertama di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan berada di peringkat ke-13 secara keseluruhan di Pulau Jawa.
Peringkat ini disusun berdasarkan sejumlah indikator utama yang mencerminkan tingkat kemajuan suatu daerah, yakni Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kualitas infrastruktur, sumber daya manusia dan pendidikan, investasi serta industri, hingga pertumbuhan wilayah secara keseluruhan. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), BKPM, Kementerian PUPR, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Capaian tersebut menempatkan Kudus sejajar dengan kabupaten-kabupaten maju lain di Pulau Jawa, bahkan mampu bersaing dengan wilayah industri besar di Jawa Barat dan Jawa Timur. Dominasi wilayah dari dua provinsi tersebut memang masih terlihat dalam daftar peringkat, namun Kudus berhasil menunjukkan bahwa daerah di Jawa Tengah juga mampu bersaing secara signifikan.
Dalam daftar tersebut, posisi teratas ditempati oleh Kabupaten Bekasi dengan skor 91,840, diikuti oleh Karawang (91,120), Sidoarjo (90,760), Bogor (89,940), dan Sleman (89,620). Sementara itu, Kudus berada di posisi ke-13 dengan skor 85,620, unggul dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Berikut adalah daftar sebagian kabupaten/kota paling maju di regional Jawa beserta skor penilaiannya:
- Bekasi (Jawa Barat) – 91,840
- Karawang (Jawa Barat) – 91,120
- Sidoarjo (Jawa Timur) – 90,760
- Bogor (Jawa Barat) – 89,940
- Sleman (DI Yogyakarta) – 89,620
- Gresik (Jawa Timur) – 88,880
- Tangerang (Banten) – 88,540
- Bandung (Jawa Barat) – 87,960
- Malang (Jawa Timur) – 87,420
- Pasuruan (Jawa Timur) – 86,880
- Bojonegoro (Jawa Timur) – 86,540
- Purwakarta (Jawa Barat) – 85,980
- Kudus (Jawa Tengah) – 85,620
- Banyuwangi (Jawa Timur) – 85,240
- Semarang (Jawa Tengah) – 84,980
- Sukoharjo (Jawa Tengah) – 84,520
- Kediri (Jawa Timur) – 84,160
- Mojokerto (Jawa Timur) – 83,780
- Karanganyar (Jawa Tengah) – 83,420
- Bantul (DI Yogyakarta) – 83,060
- Lamongan (Jawa Timur) – 82,640
- Banyumas (Jawa Tengah) – 82,280
- Tuban (Jawa Timur) – 81,920
- Klaten (Jawa Tengah) – 81,560
- Jombang (Jawa Timur) – 81,220
- Cilacap (Jawa Tengah) – 80,880
- Subang (Jawa Barat) – 80,420
- Tulungagung (Jawa Timur) – 80,060
- Boyolali (Jawa Tengah) – 79,740
- Kendal (Jawa Tengah) – 79,420
- Madiun (Jawa Timur) – 79,080
- Magelang (Jawa Tengah) – 78,720
- Kulon Progo (DI Yogyakarta) – 78,360
- Batang (Jawa Tengah) – 78,020
- Jember (Jawa Timur) – 77,680
- Ponorogo (Jawa Timur) – 77,240
- Jepara (Jawa Tengah) – 76,880
- Ngawi (Jawa Timur) – 76,520
- Majalengka (Jawa Barat) – 76,160
- Pekalongan (Jawa Tengah) – 75,820
- Magetan (Jawa Timur) – 75,460
- Pati (Jawa Tengah) – 75,120
Daftar tersebut menunjukkan bahwa persaingan antar daerah di Pulau Jawa sangat ketat. Wilayah dengan basis industri kuat, akses infrastruktur yang baik, serta pertumbuhan investasi yang stabil cenderung menempati posisi atas.
Kudus sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekuatan ekonomi berbasis industri, khususnya industri rokok kretek yang telah lama menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Selain itu, sektor perdagangan, jasa, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi infrastruktur, Kudus dinilai memiliki konektivitas yang cukup baik, baik antarwilayah dalam kabupaten maupun dengan daerah sekitarnya. Hal ini mendukung mobilitas barang dan jasa serta memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Sementara itu, dalam aspek sumber daya manusia dan pendidikan, Kudus juga menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Tingginya partisipasi pendidikan dan kualitas layanan pendidikan menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah tersebut.
Di sektor investasi, Kudus terus menunjukkan tren positif dengan meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal, baik di sektor industri maupun sektor lainnya. Hal ini tidak lepas dari kemudahan perizinan, stabilitas daerah, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah yang pro-investasi.
Pencapaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa pembangunan di Kudus berjalan ke arah yang tepat dan berkelanjutan. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi pertumbuhan serta memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Di tengah persaingan antar daerah yang semakin ketat, inovasi dan adaptasi menjadi kunci utama. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong pengembangan sektor unggulan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga momentum positif ini.
Dengan capaian sebagai kabupaten paling maju di Jawa Tengah dan masuk dalam 13 besar regional Jawa, Kudus semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki daya saing tinggi. Ke depan, diharapkan Kudus mampu terus meningkatkan kinerja pembangunan dan meraih posisi yang lebih tinggi dalam pemeringkatan berikutnya.
Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kudus, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Ditulis oleh : Syam
Jurnalis Media Muria
Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Kudus Raih Peringkat Pertama Kabupaten Paling Maju di Jawa Tengah, Masuk 13 Besar Regional Jawa