mediamuria.com, Jakarta/Islamabad – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Islamabad, Pakistan, pada 8–9 Desember 2025. Lawatan ini menjadi yang pertama bagi Prabowo sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 dan berlangsung atas undangan resmi Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Kunjungan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan yang telah memasuki usia 75 tahun.
Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan PM Shehbaz Sharif sesampainya di Bandara Islamabad. Sambutan kenegaraan itu berlangsung meriah, termasuk adanya pengawalan jet tempur JF-17 Thunder ketika pesawat kepresidenan memasuki wilayah udara Pakistan. Penghormatan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Prabowo yang menilai penyambutan itu sebagai simbol kedekatan kedua negara.

Memperluas Kerja Sama di Banyak Bidang
Dalam sejumlah pertemuan bilateral, Indonesia dan Pakistan mencapai kesepakatan di berbagai sektor strategis. Kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan vokasi, pengembangan dan sertifikasi produk halal, pertukaran arsip dan sejarah, serta pencegahan dan pemberantasan narkotika. Selain itu, forum bisnis juga digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.
MoU tersebut menjadi langkah lanjutan dari upaya memperkuat kerja sama yang sebelumnya telah dibangun melalui hubungan dagang dan sosial-budaya. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen meningkatkan hubungan strategis dengan Pakistan, terutama dalam konteks stabilitas regional dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pernyataannya di Islamabad, Prabowo menyebut Pakistan sebagai “mitra penting” yang memiliki potensi besar di bidang teknologi, pertanian, hingga kesehatan. Ia juga mengundang PM Shehbaz Sharif untuk melakukan kunjungan balasan ke Jakarta dalam waktu dekat.

Kerja Sama Kesehatan: Pakistan Kirim Dokter untuk Indonesia
Salah satu kesepakatan yang paling menonjol adalah kerja sama strategis di bidang kesehatan. Pemerintah Pakistan menyatakan siap mengirimkan dokter umum, dokter gigi, spesialis, serta tenaga kesehatan ahli untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di Indonesia.
Kerja sama ini menjadi perhatian penting mengingat Prabowo memiliki agenda besar dalam pembangunan sektor kesehatan nasional, termasuk rencana memperluas layanan kesehatan dan pembangunan fakultas-fakultas kedokteran baru di berbagai provinsi. Pakistan, yang memiliki tradisi pendidikan kedokteran yang kuat dan biaya kompetitif, dianggap sebagai mitra ideal.
Dalam keterangan terpisah, sejumlah pejabat Pakistan menyatakan bahwa mereka siap mendukung Indonesia dalam pelatihan, pendidikan kedokteran, dan pengiriman staf kesehatan jangka panjang. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperdalam hubungan antar masyarakat sekaligus memperkuat diplomasi kesehatan kedua negara.
Prabowo menyampaikan apresiasi atas komitmen tersebut. Menurutnya, dukungan Pakistan akan membantu mempercepat pemerataan akses kesehatan khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis. Kerja sama ini juga membuka peluang transfer ilmu pengetahuan, riset kesehatan, serta kolaborasi dalam pengembangan teknologi medis.
Perdagangan: Upaya Menyeimbangkan Neraca
Di sektor ekonomi, kedua negara membahas komitmen jangka panjang untuk memperluas volume perdagangan sekaligus menyeimbangkan neraca dagang yang selama ini cenderung memihak Indonesia.
Saat ini, Indonesia banyak mengekspor minyak sawit mentah (CPO), kertas, dan produk kimia ke Pakistan, sementara impor dari Pakistan relatif kecil. Pemerintah Pakistan meminta peningkatan akses ekspor untuk produk pertanian, fisiomedis, teknologi informasi, serta tekstil ke pasar Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia terbuka pada upaya penyeimbangan neraca dagang dan akan mengevaluasi berbagai hambatan perdagangan. Ia menekankan bahwa kerja sama ekonomi harus memberikan manfaat setara bagi kedua negara, termasuk peningkatan investasi sektor swasta.
Selain menekankan perdagangan barang, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama pada sektor digital, keamanan siber, infrastruktur, dan energi, yang dinilai bisa menjadi pilar hubungan ekonomi baru di masa depan.

Pertahanan dan Stabilitas Kawasan
Meski tidak ada rincian spesifik yang dipublikasikan, pembahasan mengenai kerja sama pertahanan diyakini menjadi agenda strategis dalam pertemuan bilateral. Selama ini, Pakistan dan Indonesia memiliki hubungan baik dalam pelatihan militer, kunjungan pasukan, serta kolaborasi teknologi pertahanan.
Kedua negara menegaskan komitmen mendukung stabilitas kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pakistan memandang Indonesia sebagai negara besar yang memiliki pengaruh diplomatik di ASEAN dan Indo-Pasifik, sementara Indonesia melihat Pakistan sebagai aktor penting dalam isu keamanan regional Asia Selatan.
Analis hubungan internasional menilai kunjungan Prabowo menjadi sinyal bahwa Indonesia ingin memperluas jejaring kerja sama pertahanan, tidak hanya dengan negara-negara besar tetapi juga dengan negara berkembang yang memiliki kapabilitas teknologi pertahanan tertentu.

Simbol Penguatan Hubungan 75 Tahun
Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, yang dimulai pada era awal kemerdekaan kedua negara. Dalam berbagai kesempatan, baik Prabowo maupun PM Sharif menekankan nilai sejarah hubungan ini, terutama kebersamaan dalam Gerakan Non-Blok dan kerja sama di PBB.
Pakistan menilai Indonesia sebagai negara sahabat sejak lama, ditandai dengan hubungan masyarakat yang kuat serta kerja sama pendidikan, militer, dan sosial. Di sisi lain, Indonesia mengakui Pakistan sebagai mitra strategis di kawasan Asia Selatan.
Prabowo dalam pidatonya menyebut bahwa hubungan kedua negara harus semakin diperdalam melalui kerja sama konkret, bukan hanya seremonial. Ia menegaskan bahwa era baru diplomasi Indonesia adalah diplomasi yang “praktis, fokus pada hasil, dan bermanfaat langsung bagi rakyat.”

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Prabowo Melawat Ke Pakistan: Perkuat Kerja Sama Strategis Di Bidang Kesehatan, Perdagangan, Dan Pertahanan