Andhika Satya Anggota DPR RI Fraksi Golkar Gelar Reses Di Kudus

Sharing is caring

mediamuria.com,Kudus – Andhika Satya W. Pangarso, S.M anggota DPR RI, Fraksi Golkar Komisi VII, Dapil Jawa Tengah ll (Kab. Demak, Kab. Jepara dan Kab. Kudus) gelar acara kunjungan kerja reses di Kabupaten Kudus. Kegiatan berlangsung pada Hari Jum’at, 8 Agustus 2025 di Hotel Kenari Asri, Jl. Kenari No 2 , Magersari, Panjunan , Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Acara yang dihadiri kurang lebih 200 warga Kudus ini berlangsung secara hangat dengan antusias warga yang sangat baik menyambut kunjungan ini. Masyarakat dapat menyalurkan aspirasi-aspirasinya untuk ditampung oleh anggota DPR RI untuk disampaikan di Gedung DPR nanti.

Kegiatan reses sendiri adalah kegiatan yang dilakukan oleh anggota parlemen atau dewan perwakilan rakyat untuk bertemu dengan konstituennya, yaitu masyarakat yang diwakilinya, di daerah pemilihan mereka.

Ada 2 Maksud dan tujuan diadakan kegiatan reses tersebut :

  1. Berkaitan dengan tugas dari anggota DPR Andhika Satya yang pada tanggal 18 Februari 2025 dilantik menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Bapak Nusron Wahid. Salah satu tugas yang harus dicapai adalah menyerap aspirasi masyarakat.
  2. Sebagai ucapan terimakasih atas keberahasilan Andhika Satya dapat menduduki kursi DPR.

Andhika Satya W. Pangarso menjelaskan bahwa ia berada di DPR RI tergabung dalam Komisi VII menggantikan Bapak Nusron Wahid. Dimana didalam Komisi VII memiliki mitra-mitra dalam bertugas diantaranya Kementerian Industrian, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, BSN, Sarana Publikasi. Dimana dari mitra-mitra yang ada yang menurutnya memberikan impact secara langsung adalah di UMKM, Perindustrian, dan Pariwisata.

“UMKM dapat menyerap tenaga kerja secara langsung, dimana problem di Indonesia adalah tingginya kebutuhan tenaga kerja, tapi lapangan kerjanya terbatas, sehingga UMKM diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dengan maksimal,” Ujarnya.

“Untuk sekarang industri bergeser dari 5 tahun lalu di Jawa Barat sekarang bergeser ke Jawa Tengah, Pertanyaanya seberapa besar kontribusi industri bagi masyarakat ?, lalu pertanyaannya adalah tentang UMR. Jadi, Kementrian Industri sebagai mitra diharap dapat membantu memberikan solusi akan hal itu,” Sambungnya.

Dari pertanyaan beberapa warga di Kudus kebanyakan tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan UMKM, masih banyak kendala dalam realita di lapangan, Andhika Satya pun menjelaskan

“KUR di Kudus belum maksimal dari pinjaman yang 1-100 Juta, harusnya pihak bank tidak langsung menolak, tapi dilihat dulu UMKMnya apa lalu disurvei, kemudian dibuat pelatihan pendampingan ketika layak maka diberikan permodalan yang tanpa agunan tersebut. Nanti saya minta data UMKMnya nanti akan saya sampaikan ke Kementerian UMKM untuk ditinjau, dilakukan pendampingan layak atau tidaknya,” ucap Andhika Satya.

Selain itu, dia juga menjelaskan tentang banyaknya anak muda yang lebih memilih langsung berkerja di Pabrik, meski itu bagus namun salah satu warga merasa jika hal tersebut membuat dibidang pertanian kekurangan regenerasi.

“Salah satu Program Kementerian Pertanian adalah Petani Milenial, apakah sudah sampai di Kudus atau belum ? Jika belum nanti buat anak muda akan saya bantu fasilitasi untuk ke Kementerian Pertanian. Karena pertanian ada di Komisi IV nanti detailnya seperti apa akan saya bantu,” sambungnya.

Di akhir Andhika Satya menjelaskan bahwa disektor UMKM beliau akan mengadakan sebuah event didapilnya, nanti dari Kementerian UMKM untuk sedikit memberi anggaran untuk membantu pelaku UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *