mediamuria.com, KUDUS – Curah hujan ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus sejak beberapa hari terakhir memicu terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat merespons kondisi tersebut. Pada Senin (12/1/2026), Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memimpin rapat pimpinan di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus guna mengevaluasi dampak bencana serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan meskipun di tengah situasi darurat.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur kewilayahan, serta perangkat daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan bencana. Agenda utama pertemuan adalah membahas kondisi terkini wilayah terdampak, kesiapan sumber daya, serta langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dalam waktu cepat dan terkoordinasi.
Dalam rapat pimpinan itu, Bupati Kudus menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan efektif. Seluruh OPD diminta tidak bekerja secara parsial, melainkan memperkuat koordinasi agar setiap permasalahan di lapangan bisa segera ditangani tanpa menunggu proses birokrasi yang berlarut.
Salah satu perhatian utama pemerintah daerah adalah keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak banjir dan longsor. Pemerintah daerah meminta agar proses pendidikan tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan mengutamakan keselamatan siswa. Sekolah-sekolah diminta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di wilayah rawan genangan air dan pergerakan tanah.
Selain sektor pendidikan, kerusakan infrastruktur menjadi topik pembahasan penting. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat tergerus air, sementara beberapa talut penahan tanah di kawasan perbukitan mengalami keretakan hingga longsor. Pemerintah daerah menugaskan perangkat terkait untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan tersebut sebagai dasar perencanaan perbaikan darurat.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga diminta melakukan koordinasi lintas kewenangan dengan pemerintah provinsi apabila terdapat infrastruktur yang menjadi tanggung jawab tingkat provinsi. Langkah ini dinilai penting agar proses perbaikan tidak terhambat oleh batas administrasi kewenangan, mengingat kondisi infrastruktur sangat memengaruhi kelancaran aktivitas masyarakat.
Dalam rapat tersebut, kesiapan titik-titik pengungsian turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah memastikan bahwa lokasi pengungsian yang telah disiapkan memiliki kelayakan fasilitas, akses yang mudah dijangkau, serta ketersediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Pemenuhan logistik seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan terus dimonitor agar tidak terjadi kekurangan di lapangan.

Pada hari yang sama, Bupati Kudus juga menyampaikan kondisi terkini penanganan banjir dan longsor melalui wawancara video conference bersama salah satu stasiun televisi nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan bahwa hujan ekstrem telah memicu terjadinya banjir dan longsor di beberapa kecamatan, namun seluruh unsur pemerintah daerah bersama aparat keamanan, relawan, dan masyarakat telah bergerak untuk melakukan penanganan secara terpadu.
Disampaikan pula bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi tersebut bertujuan agar penanganan bencana di lapangan berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak. Pemerintah daerah juga membuka berbagai jalur komunikasi agar masyarakat dapat melaporkan kondisi di wilayahnya secara langsung.
Berdasarkan laporan sementara dari tim penanganan bencana, genangan air terjadi di sejumlah wilayah dataran rendah dengan ketinggian yang bervariasi, sementara di kawasan perbukitan terjadi longsor yang sempat menutup akses jalan desa. Petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga, membersihkan material longsor, serta memastikan jalur transportasi bisa kembali dilalui.

Di beberapa desa, dapur umum telah didirikan dengan melibatkan relawan dan aparat setempat. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Dinas Kesehatan juga menyiagakan tenaga medis di sejumlah posko pengungsian untuk memantau kondisi kesehatan para pengungsi, khususnya kelompok rentan.
Pemerintah Kabupaten Kudus mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak dalam penanganan bencana ini. Keterlibatan masyarakat, relawan, serta aparat di tingkat desa dan kecamatan dinilai sangat membantu mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka menengah dan panjang. Evaluasi terhadap sistem drainase, penguatan talut, serta penataan kawasan rawan longsor akan menjadi agenda lanjutan setelah kondisi dinyatakan lebih aman.
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan, termasuk apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Kudus kembali menginstruksikan kepada seluruh OPD agar tetap siaga dan responsif terhadap setiap perkembangan di lapangan. Setiap laporan dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti, sehingga dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
Dengan langkah-langkah terpadu yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Kudus optimistis mampu melewati masa darurat ini dengan baik, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Bupati Kudus Pimpin Rapat Evaluasi Bencana, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan di Tengah Cuaca Ekstrem