Ngaji Bareng Gus Baha Meriahkan Rangkaian Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus

mediamuria.com, Kudus – Rangkaian kegiatan Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus kembali digelar, rangkaian kegiatan telah resmi dibuka pada hari Kamis, 1 Januari 2026. Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah ngaji bareng bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha yang diselenggarakan pada hari ini Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan keagamaan ini berlangsung di kawasan Menara Kudus dan diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Kudus maupun luar kota.

Ngaji bareng tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap bulan, dan pada bulan ini bertepatan degan agenda Ta’sis yang merupakan bentuk peringatan berdirinya Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi umat Islam sekaligus penguat nilai-nilai keislaman yang moderat dan membumi.

Rangkaian Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus

Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus merupakan agenda keagamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Kudus. Setiap bulan Rajab, berbagai kegiatan digelar untuk mengenang sejarah berdirinya masjid yang menjadi ikon penyebaran Islam di Jawa tersebut. Mulai dari pengajian umum, khataman Al-Qur’an, hingga ngaji kitab klasik bersama para ulama nasional.

Ngaji bareng Gus Baha menjadi salah satu acara utama yang selalu menyedot perhatian jamaah. Kehadiran Gus Baha dikenal mampu menghadirkan suasana pengajian yang tenang, mendalam, dan sarat makna, sehingga jamaah dari berbagai latar belakang antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kajian Hadits Shahih Bukhari

Dalam ngaji bareng kali ini, Gus Baha menyampaikan kajian dari Kitab Shahih Bukhari, salah satu kitab hadits paling otoritatif dalam tradisi keilmuan Islam. Materi yang disampaikan menitik beratkan pada pemahaman hadits secara kontekstual, dengan penjelasan yang mudah diterima oleh masyarakat awam tanpa menghilangkan kedalaman makna ilmiahnya.

Kajian hadits Shahih Bukhari tersebut mengajak jamaah untuk memahami ajaran Rasulullah SAW secara utuh, tidak hanya dari sisi teks, tetapi juga hikmah dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penyampaian yang sistematis dan sederhana, Gus Baha mengajak jamaah untuk lebih mencintai ilmu serta menjadikan hadits sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Antusias Jamaah di Tengah Cuaca Terik

Meski cuaca pada Jumat siang terbilang cukup terik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat jamaah untuk menghadiri pengajian. Sejak pagi, kawasan Menara Kudus telah dipadati jamaah yang datang berkelompok maupun perorangan. Banyak di antara mereka rela duduk beralas tikar di halaman masjid dan area sekitar demi bisa mengikuti pengajian secara langsung.

Panitia juga terlihat sigap mengatur jalannya kegiatan, termasuk pengaturan jamaah dan penyediaan fasilitas pendukung agar acara berjalan tertib. Suasana religius terasa kuat, dengan jamaah yang khusyuk menyimak penjelasan materi meskipun harus bertahan di bawah panas matahari.

Momentum Liburan Sekolah dan Akhir Tahun

Ramainya jamaah dalam ngaji bareng Gus Baha juga tidak lepas dari momentum liburan sekolah dan akhir tahun. Banyak keluarga yang memanfaatkan masa libur ini untuk berwisata religi ke Kudus, salah satunya dengan berziarah ke makam Sunan Kudus yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Ziarah ke makam Sunan Kudus telah lama menjadi tradisi masyarakat, baik dari Jawa Tengah maupun daerah lain. Kehadiran ngaji bareng dalam rangka Ta’sis masjid menambah nilai spiritual kunjungan para peziarah. Selain berdoa dan berziarah, jamaah juga mendapatkan tambahan ilmu dari pengajian yang disampaikan langsung oleh ulama nasional.

Dampak Positif bagi UMKM Sekitar Menara Kudus

Selain membawa dampak spiritual, kegiatan ngaji bareng ini juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Menara Kudus. Sejak pagi hingga sore hari, lapak-lapak pedagang terlihat ramai melayani pembeli, mulai dari penjual makanan, minuman, oleh-oleh khas Kudus, hingga perlengkapan ibadah.

Pemilik ruko di sekitar kawasan menara maupun pedagang kaki lima di pinggir jalan turut merasakan peningkatan omzet. Ramainya jamaah yang hadir membuat perputaran ekonomi lokal meningkat, terutama di sektor kuliner dan cenderamata. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik.

Menjaga Tradisi Keilmuan dan Kearifan Lokal

Ngaji bareng Gus Baha dalam rangka Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama terdahulu. Pengkajian kitab-kitab klasik, seperti Shahih Bukhari, menjadi bukti bahwa Menara Kudus tetap menjadi pusat ilmu dan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus merawat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ilmu. Antusias jamaah yang tetap tinggi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa tradisi ngaji dan pengajian masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan modern.

Dengan terselenggaranya ngaji bareng pada Jumat, 2 Januari 2026 ini, rangkaian Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus kembali menegaskan perannya sebagai ruang spiritual, sosial, dan ekonomi yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Ngaji Bareng Gus Baha Meriahkan Rangkaian Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus

https://mediamuria.com/bendungan-logung-diserbu-wisatawan-di-awal-tahun-hujan-tak-surutkan-antusiasme-pengunjung/

https://mediamuria.com/polemik-uang-makan-dan-uang-lelah-tni-di-lokasi-bencana-sumatera-bnpb-dan-tni-saling-beri-penjelasan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *