mediamuria.com, Jakarta – Setelah pada hari Kamis (21/8/2025) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer. Kemarin Jum’at, 22 Agustus 2025 KPK akhirnya menetapkan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka.
Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atas adanya dugaan korupsi berupa pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Para tersangka diduga melakukan pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3). Akibat dari pemerasan yang dilakukan, masyarakat harus membayar Rp6.000.000 dari harga yang seharusnya hanya Rp275.000. Hasil pemerasan yang dilakukan para tersangka sejak tahu 2029 sampai saat ini telah mencapai Rp 81 miliar.
KPK sangat menyayangkan korupsi yang terjadi disektor ketenagakerjaan, karena sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian Negara, sehingga kualitas sistem tata kelolanya seharusnya menjadi kunci dalam upaya peningkatan ekonomi nasional. Bukan justru dipersulit dan berpotensi pada terlambatnya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan nasional.
Dalam Kontruksi Perkara
- Para tersangka selaku Penyelenggara Negara diduga melakukan pemerasan kepada masyarakat yang akan melakukan pengurusan sertifikasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (k3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
- Tarif pengurusan sertifikasi K3 yang seharusnya hanya sebesar Rp275.000, namun karena pemerasan yang dilakukan oleh para tersangka dengan cara memperlambat, mempersulit, dan tidak memproses permohonan pembuatan sertifikasi, sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya sebesar Rp6.000.000.
- Dari pemerasan yang dilakukan para tersangka sejak tahun 2019 sampai saat ini telah terkumpul uang Rp81 Miliar.
Dalam kasus ini KPK menetapkan 11 tersangka. 9 orang selaku Penyelenggara Negara sebagai pihak penerima :
- Immanuel Ebenezer Gerungan (Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI tahun 2024-2029)
- Fahrurozi (Dirjen Binwasker & K3 tahun 2025)
- Hery Sutanto (Direktur Bina Kelembagaan, Kemnaker RI tahun 2021-2025)
- Irvian Bobby Mahendro (Koordinator Bidang Kelembagaan & Personil K3 tahun 2022-2025)
- Gerry Aditya Herwanto Putra (Koordinator Bidang Pengujian & Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-2025)
- Subhan (Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025)
- Anitasari Kusumawati (Sub Koordinator Kemitraan & Personel Kesehatan Kerja tahun 2020-2025)
- Supriadi (Koordinator di Kemenaker)
- Sekarsari Kartika Putri (Sukoordinator di Kemenaker)
2 Orang sebagai Pemberi :
- Temurila (Pihak PT KEM Indonesia)
- Miki Mahfud (Pihak PT KEM Indonesia)
Uang hasil pemerasan tersebut selanjutnya diduga dibagikan ke sejumlah pihak sebagai berikut :
- Immanuel Ebenezer Gerungan menerima uang sebesar Rp3 Miliar pada Desember 2024
- Irvian Bobby Mahendro menerima uang sebesar Rp69 Miliar
- Gerry Aditya Herwanto Putra menerima uang sebesar Rp3 Miliar pada 2020-2025
- Subhan menerima uang sebesar Rp3,5 Miliar pada 2020-2025
- Anita Kusumawati menerima uang sebesar Rp5,5 Miliar 2021-2024
- Fahrurozi dan HR menerima uang sebesar Rp50 juta setiap minggu
- Hery Sutanto menerima uang sebesar Rp1,5 Miliar pada 2021-2024
- CFH menerima 1 unit kendaraan
Dalam kegiatan tangkap dilingkungan Kemnaker, KPK mengamankan sejumlah barang bukti terkait perkara ini, antara lain:
- 15 Unit kendaraan roda empat
- 7 Unit kendaraan roda dua
- Uang kurang lebih USD2.201 dan Rp170 Juta.
Menanggapi hal tersebut pihak Istana Kepresidenan bergerak cepat dan tegas menyikapi status tersangka korupsi yang diberikan kepada Immanuel Ebenezer atau Noel. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandatangani surat pemberhentian Noel dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), sebuah langkah yang disebut sebagai peringatan keras bagi seluruh jajaran kabinet.
Melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan secara resmi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberhentikan Noel dari posisinya di Kabinet Merah Putih. Keputusan ini diambil sesaat setelah Noel ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Profil Singkat Immanuel Ebenezer Gerungan
Immanuel Ebenezer Gerungan adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan Indonesia pada Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Immanuel Ebenezer Lahir di Riau, pada tanggal 22 Juli 1975. Saat ini berstatus sebagai salah satu politisi Partai Gerindra. Adapun latar belakang pendidikanya Immanuel Ebenezer menyandang Gelar Sarjana Ilmu Sosial, Universitas Satya Negara Indonesia, dan lulus pada tahun 2004.
Pada tahun 2016, Immanuel Ebenezer disebut pernah menjadi pengemudi driver ojek (Ojol). Namun ketika Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 digelar. Immanuel Ebenezer bertindak sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan). Kemudian pada tahun 2021-2022 Immanuel Ebenezer menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra (Anak Perusahan BUMN PT Pupuk Indonesia).
Pada tahun 2024 Immanuel Ebenezer pada awalnya sempat mendukung Ganjar Pranowo melalui relawan Ganjar Pranowo Mania dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Namun kemudian beralih mendukung Prabowo Subianto dengan membentuk Prabowo Mania 08. Dari kemudian itu Immanuel Ebenezer Menjadi Wakil Menteri Ketenegakerjaan pada tahun 2024.
Baca Berita Lainnya Dari mediamuria.com
https://mediamuria.com/gaduh-soal-royalti-musik-dpr-akan-revisi-undang-undang-hak-cipta/: KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Dan 10 Lainnya Sebagai Tersangkahttps://mediamuria.com/persiapkan-putaran-4-kualifikasai-piala-dunia-timnas-indonesia-adakan-laga-uji-coba/: KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Dan 10 Lainnya Sebagai Tersangka