mediamuria.com, KUDUS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus berhasil menyelenggarakan program penyuluhan stunting dengan tema “Ayah Peduli Gizi, Anak Bebas Stunting” pada Senin (11/8/2025) di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Kegiatan yang merupakan bagian dari program KKN selama satu bulan ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni ahli gizi dari Puskesmas Jekulo dan bidan desa setempat untuk memberikan edukasi komprehensif kepada masyarakat.
Program yang digelar di Aula Balai Desa Pladen ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Puluhan peserta yang terdiri dari 20 kader posyandu, 7 orang tua yang memiliki anak stunting, dan 3 perwakilan pemerintah desa hadir dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bapak Mawar Kuncoro, perwakilan pemerintah Desa Pladen mengapresiasi inisiatif program mahasiswa KKN ini. “Kami sangat berterima kasih atas program edukasi yang dibawa mahasiswa KKN ke desa kami. Selama ini, pemahaman masyarakat tentang stunting memang masih terbatas, terutama peran ayah dalam pencegahan stunting. Program ini sangat tepat sasaran,” ungkapnya.
“Program ini sangat penting karena stunting masih menjadi permasalahan serius di desa Pladen. Berdasarkan data posyandu, terdapat tujuh anak yang mengalami stunting, sehingga edukasi ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan peran serta ayah dalam pemenuhan gizi anak,” ungkap Ibu Sri Mulyani, ahli gizi dari Puskesmas Jekulo yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.
Keunikan dari program ini adalah penekanan khusus pada peran ayah dalam pencegahan stunting, meski pada praktiknya beberapa peserta diwakili oleh istri karena para ayah sedang bekerja. Selama ini, program pencegahan stunting lebih banyak diarahkan pada ibu, padahal ayah memiliki kontribusi penting dalam memastikan pemenuhan gizi anak. Materi penyuluhan yang disampaikan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang, serta strategi pencegahan melalui perbaikan pola makan dan pengasuhan.
“Selama ini kami hanya fokus pada ibu dan anak saat kegiatan posyandu. Program ini membuka mata kami bahwa ayah juga memiliki peran sangat penting dalam pencegahan stunting,” kata Ibu Warni, kader posyandu Desa Pladen.
Para narasumber ahli menggunakan media visual yang menarik sehingga memudahkan peserta memahami konsep-konsep gizi yang sebelumnya dianggap rumit. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
“Saya hadir mewakili suami karena beliau sedang bekerja. Materinya sangat bermanfaat sekali, saya baru tahu kalau ayah juga punya peran besar dalam mencegah stunting. Selama ini kan yang mikirin soal makanan anak ya ibu-ibu saja. Nanti di rumah akan saya sampaikan semua ke suami supaya kita bisa sama-sama jaga gizi anak,” ujar Ibu Sri Ayumi, orang tua dari salah satu anak yang teridentifikasi stunting yang hadir mewakili suaminya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan, mahasiswa KKN juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 7 anak yang teridentifikasi mengalami stunting berdasarkan data posyandu setempat. PMT yang diberikan berupa paket makanan bergizi tinggi yang diformulasikan khusus untuk mendukung pemulihan status gizi anak stunting.
“Bantuan PMT ini tidak hanya memberikan manfaat nutrisi langsung, tetapi juga menjadi momentum edukasi praktis kepada orang tua tentang jenis-jenis makanan yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak. Kami berharap dengan kombinasi edukasi dan bantuan langsung ini, angka stunting di Desa Pladen bisa menurun,” jelas Ibu Sri Mulyani.

Koordinator mahasiswa KKN, Ahmad Ishlahul Amri, menjelaskan latar belakang program ini. “Desa Pladen adalah lokasi pengabdian KKN kami yang sudah ditetapkan oleh kampus. Setelah kami melakukan survei awal di desa, kami menemukan bahwa tingkat pemahaman masyarakat tentang stunting masih rendah terutama di kalangan ayah. Karena itu kami merancang program penyuluhan yang secara khusus melibatkan ayah sebagai target utama edukasi. Meski beberapa ayah tidak bisa hadir karena bekerja, para istri yang mewakili sangat antusias dan berkomitmen menyampaikan materi ke suami mereka,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan, mahasiswa KKN memberikan sertifikat apresiasi kepada tenaga kesehatan yang terlibat sebagai pemateri. Sertifikat penghargaan diberikan kepada ahli gizi dari Puskesmas Jekulo dan bidan desa yang telah berperan sebagai pemateri utama dalam program edukasi pencegahan stunting.

Dampak positif dari program ini adalah para peserta menyatakan bahwa mereka tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga merasakan perubahan pola pikir tentang peran ayah dalam keluarga. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain dengan permasalahan serupa. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KKN, kader posyandu, orang tua, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan terbukti mampu menciptakan sinergi positif dalam upaya pencegahan stunting.
Program penyuluhan stunting ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh komponen keluarga, terutama ayah, dapat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Desa Pladen, Kecamatan Jekulo – Program KKN Universitas Muria Kudus
https://mediamuria.com/penyuluhan-pencegahan-stunting-pada-ibu-hamil-di-desa-getassrabi/: Mahasiswa KKN UMK Gelar Penyuluhan Stunting Bertema “Ayah Peduli Gizi, Anak Bebas Stunting” di Desa Pladen.