Benarkah Kopi Saat Sahur Menyimpan Energi Sepanjang Puasa? Mari Kita Bahas

mediamuria.com, KUDUS – Kebiasaan minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak masyarakat Indonesia. Aroma kopi kerap menjadi teman setia di pagi hari, bahkan tak jarang ikut hadir di meja sahur saat bulan Ramadan. Banyak orang meyakini bahwa secangkir kopi saat sahur dapat membantu tubuh tetap segar, fokus, dan berenergi sepanjang hari meski harus berpuasa tanpa makan dan minum. Namun, benarkah minum kopi saat sahur benar-benar mampu “menyimpan” energi hingga waktu berbuka?

Pertanyaan ini menarik untuk dibahas, sebab di satu sisi kopi dikenal mampu meningkatkan kewaspadaan, tetapi di sisi lain juga kerap dituding sebagai penyebab rasa haus berlebihan saat puasa. Di tengah perdebatan ini, penjelasan medis menjadi penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam memaknai manfaat kopi.

Kopi dan Kafein: Apa Pengertiannya?

Kopi adalah minuman yang berasal dari biji tanaman kopi yang disangrai dan diseduh. Kandungan utama yang membuat kopi digemari adalah kafein, sebuah zat alami yang bekerja pada sistem saraf pusat. Kafein dikenal sebagai stimulan, yaitu zat yang mampu merangsang aktivitas tubuh, khususnya otak dan jantung.

Ketika kafein masuk ke dalam tubuh, ia bekerja dengan cara menghambat adenosin, senyawa yang membuat tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, seseorang akan merasa lebih waspada, fokus, dan segar. Inilah alasan utama mengapa kopi sering dijadikan “penyelamat” bagi mereka yang kurang tidur atau membutuhkan konsentrasi ekstra.

Namun, efek kafein ini sering kali disalah artikan sebagai sumber energi. Padahal, kafein bukanlah energi, melainkan hanya pemicu sementara agar tubuh terasa lebih aktif.

Benarkah Kopi Menyimpan Energi Saat Puasa?

Secara sederhana, energi tubuh berasal dari asupan makanan, khususnya karbohidrat, lemak, dan protein. Kopi tidak mengandung zat gizi dalam jumlah signifikan yang dapat disimpan sebagai cadangan energi. Artinya, minum kopi saat sahur tidak menambah cadangan energi, melainkan hanya memberi sensasi segar sementara.

Banyak orang yang minum kopi saat sahur mengaku merasa lebih segar di pagi hari. Namun, tidak sedikit pula yang mengeluhkan rasa haus berlebih, pusing, bahkan lemas menjelang siang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah kopi justru menjadi bumerang saat puasa?

Penjelasan Medis: Efek Stimulan Kafein

Penjelasan menarik datang dari dr Tirta, yang kerap membagikan edukasi kesehatan melalui berbagai platform. Menurutnya, kafein dalam kopi bersifat stimulan, sehingga memiliki beberapa efek yang perlu dipahami dengan baik, terutama saat puasa.

“Tau gak, salah satu efek kafein adalah stimulan. Stimulan itu meningkatkan aktivitas jantung dan juga pipis. Jadi kalian malah rentan haus. Jadi kalau kalian ngopi pas sahur boleh, tapi nanti akan pipis. Stimulan. Jadinya rentan haus. Dehidrasi jadinya,” jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kopi memang membuat tubuh terasa lebih aktif, tetapi juga meningkatkan produksi urine. Saat seseorang lebih sering buang air kecil, cairan tubuh akan lebih cepat berkurang. Dalam kondisi puasa, di mana tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam, efek ini tentu menjadi perhatian serius.

Efek Kopi Hanya Bertahan Beberapa Jam

Hal lain yang sering luput dari perhatian adalah durasi kerja kafein di dalam tubuh. Banyak orang mengira efek kopi bisa bertahan sepanjang hari. Padahal, menurut dr Tirta, efek kafein relatif singkat.

“Efek kopi itu cuma bertahan sekitar tiga jam di dalam tubuh,” ujarnya. Dengan kata lain, jika seseorang minum kopi saat sahur, efek segar tersebut kemungkinan besar hanya terasa hingga pagi hari. Setelah itu, tubuh kembali ke kondisi semula, bahkan bisa merasa lebih lemas karena kehilangan cairan.

Atas dasar itulah, dr Tirta mengaku memilih menggeser waktu minum kopinya saat bulan puasa. “Kalau saya waktu ngopi pas puasa tak geser. Pas habis isya. Berarti kan setelah selesai tarawihan,” katanya. Dengan waktu tersebut, efek stimulan kopi tidak terlalu mengganggu kebutuhan cairan tubuh di siang hari.

Dampak Kopi Saat Sahur yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa dampak yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan minum kopi saat sahur:

  • Rentan Dehidrasi

Sifat diuretik kafein membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Tanpa penggantian cairan selama puasa, risiko dehidrasi meningkat.

  • Rasa Haus Berlebih

Banyak orang merasakan tenggorokan kering dan haus berat sejak siang hari setelah minum kopi saat sahur.

  • Gangguan Lambung

Kopi dapat meningkatkan asam lambung, terutama jika diminum dalam kondisi perut kosong. Ini berisiko menimbulkan nyeri ulu hati saat puasa.

  • Efek Energi Semu

Rasa segar dari kopi sering disalah artikan sebagai energi. Padahal, setelah efeknya habis, tubuh bisa terasa lebih lemas.

Apakah Minum Kopi Saat Sahur Boleh?

Secara umum, minum kopi saat sahur tidak dilarang, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dan tidak memiliki masalah lambung. Namun, perlu dipahami bahwa kopi bukan solusi untuk menjaga energi sepanjang hari saat puasa.

Bagi pecinta kopi, ada beberapa tips agar tetap aman:

  • Batasi jumlah kopi, jangan berlebihan
  • Perbanyak minum air putih saat sahur
  • Pastikan sahur tetap mengandung karbohidrat dan protein
  • Pertimbangkan menggeser waktu minum kopi ke malam hari

Kesimpulan: Benar atau Tidak?

Jika pertanyaannya adalah “Minum kopi saat sahur bisa menyimpan energi sepanjang hari?”, maka jawabannya tidak sepenuhnya benar. Kopi hanya memberikan efek segar sementara, bukan cadangan energi. Bahkan, dalam beberapa kasus, kopi justru membuat tubuh lebih cepat haus dan berisiko dehidrasi. Penulis telah mencoba dalam beberapa hari saat sahur dan memang adanya jika pagi hari justru lebih sering untuk buang air kecil.

Pemahaman yang tepat tentang kopi dan kafein menjadi kunci agar ibadah puasa tetap nyaman. Seperti disampaikan dr Tirta, kopi boleh saja dikonsumsi, tetapi perlu penempatan waktu yang bijak. Dengan begitu, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang lebih seimbang, tanpa harus mengorbankan kesehatan demi rasa segar sesaat.

Ditulis oleh : Syam

Jurnalis Media Muria

Baca Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Benarkah Kopi Saat Sahur Menyimpan Energi Sepanjang Puasa? Mari Kita Bahas

https://mediamuria.com/nasional/zakat-untuk-program-makan-bergizi-gratis-setujukah-jika-digunakan-perdebatan-fiqih-mengemuka/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/perubahan-jadwal-tak-goyahkan-fokus-persiku-kudus-mental-pemain-terangkat-jelang-hadapi-persipal-palu/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *