mediamuria.com, Jakarta – PSSI akhirnya mengumumkan secara resmi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia pada Senin, 25 Agustus 2025 malam hari, melalui konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta dan disiarkan langsung pada akun Youtube @PSSI TV. PSSI menunjuk Alexander Zwiers menjadi Dirtek Timnas Indonesia mengisi kekosongan. Sebelumnya federasi hanya Jordy Cruyff sebagai penasihat teknis sejak Maret 2025.
Dalam jumpa pers perkenalannya Zwiers menegaskan bahwa dalam seratus hari pertama tugasnya disini bakal dimaksimalkan untuk menganalisis kondisi Timnas Indonesia. Dia menilai kesuksesan sejatinya bukan faktor individual, tetapi dibangun bersama oleh negara dan klub.
“Filosofi saya adalah semua pemain harus bersatu, melihat kekuatan yang dimiliki, dan membangun apa yang kurang,” Ucap Zwiers.
“Pada 100 hari pertama, saya ingin menganalisis dan mengobservasi apa yang menjadi kekuatan Indonesia, apa yang masih lemah, dan apa yang harus diperbaiki. Tujuan kami satu, menjadikan Indonesia sebagai tim besar,” tegasnya.
Zwiers bukanlah sosok baru didalam dunia pengembangan sepak bola internasional. Zwiers datang dengan pengalaman panjang, termasuk saat dirinya berhasil mengantarkan Yordania meraih pencapaian bersejarah. Kehadirannya di Indonesia semakin spesial karena dia punya ikatan personal yang erat dengan Tanah Air.
Alexander Zwiers lahir pada tahun 1975 di Belanda. Dia memulai kariernya pada akhir 1990-an dengan fokus membina akademi sepak bola lokal. Dari sanalah reputasinya berkembang dan menjadikan dirinya salah satu sosok yang dikenal sebagai ahli dalam pembinaan pemain diusia muda.
Diantara tahun 2005 hingga 2015, Zwiers aktif diberbagai akademi klub di Belanda, tidak hanya melatih tetapi juga mengoordinasikan program teknis. Dia banyak berperan dalam scouting serta metodologi pembinaan. Periode ini menambah portofolionya sebagai pelatih sekaligus pengelola pengembangan talenta.
Pada 2015 sampai 2019, Zwiers bergabung dengan federasi sepak bola Belanda (KNVB) sebagai konsultan. Dia mendampingi akademi, mengembangkan kurikulum, serta memperkuat sistem lisensi pelatih. Kontribusinya dilevel federasi memperkuat reputasi internasional yang ia miliki.
Biodata Alexander Zwiers :
- Nama : Alexander Thijs Jetse Zwiers
- Tanggal lahir (umur) : 15 juni 1975 (50)
- Kewarganegaraan : Belanda
- Lisensi Kepelatihan : Lisensi Pro – AFC
Riwayat :
- Direktur Teknis Indonesia – Sekarang
- Direktur Teknis Yordania – (2018/2019-2014/2025)
- Direktur Akademi Al-Nasr – (2017/2018-2018/2019)
- Direktur Akademi Al-Wahda – (2015/2015-2017/2018)
- Direktur Akademi Shabab Al-Ahli – (2014/2015-2014/2015)
- Direktur Akademi Kairat Almaty – (2013/2014-2013/2014)
- Direktur Akademi Chivas – (2012/2013-2012/2013)
- Pelatih Tim Junior Al-Ahli – (2008/2009- 2011/2012)
- Pelatih Tim Junior Al-Ghafara – (2005/2006-2005/2006)
- Assisten Pelatih ASPIRE Academy – (2001/2002-2004/2005)
- Assisten Pelatih Groninghen U-19 – (2000/2001-2001/2002)
- Assisten Pelatih Groninghen U-17 – (2000/2001-2001/2002
- Pelatih Tim Junior Crewe United – (2000/2001-2000/2001)
- Assisten Pelatih Cambuur U-19 – (1998/1999-1999/2000)
- Pelatih Tim Junior Cambuur Yth – (1998/1999-1999/2000)
Sebagai Dirtek PSSI Alexander Zwiers memiliki beberapa tugas diantaranya:
- Merancang Peta Jalan Sepak Bola Nasional – Tugas Dirtek satu ini adalah memastikan sepak bola Indonesia tidak lagi berjalan tanpa arah. Roadmap atau peta jalan jangka panjang tentu menjadi fondasi utama supaya regenerasi pemain tidak putus ditengah jalan.
- Menentukan Filosofi Permainan Timnas – Tidak hanya diemban oleh seorang pelatih kepala, Dirtek turut aktif menentukan filosofi permainan Timnas Indonesia. Walaupun Timnas Indonesia memiliki filosofi sepak bolanya sendiri Filanesia. Hadirnya seorang Dirtek diharapkan dapat mengembangkan warna dalam filosofi sepak bola Indonesia.
- Menjadi ‘Penghubung’ Klub dan Timnas – Pertandingan Timnas Nasional seringkali terjadi tarik ulur untuk pelepasan pemain antara klub dengan Timnas terkait pemanggilan pemain. Disitulah Dirtek punya peran penting sebagai mediator supaya kepentingan Timnas tetap berjalan tanpa merugikan pihak klub.
- Mencetak Generasi Baru Pelatih Lokal – Kesuksesan sepak bola suatu negara tidak hanya ditentukan dari para pemain, tetapi juga pelatih. Dirtek wajib menyiapkan kursus, lisensi hingga workshop berstandar internasional agar lahir pelatih lokal yang mampu bersaing.
- Menyusun Program Elite untuk Talenta Muda – Sangat disayangkan banyak bakat pemain muda Indonesia yang tenggelam akibat kurangnya pembinaan pemain berkelanjutan. Dirtek punya peran aktif melakukan identifikasi pemain potensial sejak dini untuk kemudian melakukan pengembangan untuk naik level ke Timnas senior.
Baca Berita Lainnya Dari mediamuria.com
https://mediamuria.com/hasil-lengkap-dan-klasemen-bri-super-league-2025-26-pekan-3/: PSSI Umumkan Dirtek Baru Timnas Indonesia https://mediamuria.com/demo-di-gedung-dpr-25-agustus-2025-berakhir-ricuh-berikut-tuntutan-yang-disampaikan-di-gedung-dpr/: PSSI Umumkan Dirtek Baru Timnas Indonesia