Pemkab Kudus dan Pemprov Jateng Perkuat Penanganan Longsor Colo dan Banjir di Mejobo

mediamuria.com, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengintensifkan penanganan bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati, Bellinda Birton mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Kudus, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan langkah penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan wisata Colo, tepatnya pada jalur sebelum portal masuk wisata colo yang terdampak longsor di wilayah lereng Gunung Muria. Jalur tersebut merupakan akses utama menuju kawasan wisata religi Sunan Muria yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.

Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi talud yang mengalami longsor akibat hujan berintensitas tinggi. Longsoran tanah dan material bebatuan mengganggu sebagian badan jalan sehingga membatasi kelancaran arus lalu lintas, terutama bagi kendaraan besar seperti bus peziarah. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat serta potensi pergerakan ekonomi di kawasan wisata.

Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan asesmen lapangan untuk menentukan langkah penanganan sementara sekaligus rencana perbaikan lanjutan. Penanganan darurat difokuskan agar jalur terdampak dapat segera difungsikan kembali secara aman, sehingga akses menuju kawasan Colo tidak terputus terlalu lama. Perbaikan akses ini dinilai krusial mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Kudus. Meski untuk sementara bus penziarah dilewatkan jalur portal timur namun mengingat kondisi yang masih terkadasng hujan perlu kewaspadaan terjadinya bencana tanah longsor di sekitaran lereng muria.

Selain aspek keselamatan, kelancaran jalur juga berkaitan erat dengan roda perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas wisata yang terhambat berpotensi berdampak pada pendapatan warga, pelaku usaha, serta sektor jasa penunjang lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah menempatkan pemulihan akses jalan sebagai salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana.

Setelah meninjau lokasi longsor di Colo, rombongan melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian korban banjir yang berlokasi di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Posko tersebut menjadi salah satu titik pengungsian bagi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Di lokasi pengungsian, pemerintah memastikan kondisi para pengungsi dalam keadaan aman serta kebutuhan dasar terpenuhi. Pemeriksaan meliputi ketersediaan logistik, layanan kesehatan, kebersihan lingkungan posko, serta proses evakuasi warga rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya memastikan pelayanan kepada pengungsi berjalan optimal.

Penanganan banjir di Kabupaten Kudus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, hingga partisipasi masyarakat. Koordinasi lintas sektor diperkuat agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemantauan kondisi lapangan dapat berjalan efektif.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus mencapai 12.650 orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang berlangsung secara terus-menerus, sehingga menyebabkan luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman warga.

Seiring dengan meningkatnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku mulai 12 hingga 19 Januari 2026. Penetapan status tersebut bertujuan untuk mempercepat pengambilan keputusan, mempermudah mobilisasi sumber daya, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana.

Dalam masa tanggap darurat, pemerintah daerah memiliki keleluasaan untuk mengerahkan personel, peralatan, serta anggaran guna mendukung upaya penanganan di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko lanjutan serta mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memberikan dukungan terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Dukungan tersebut meliputi pendampingan teknis, koordinasi lintas wilayah, serta penguatan upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Penanganan bencana tidak hanya difokuskan pada kondisi darurat, tetapi juga diarahkan pada upaya jangka pendek, menengah, dan panjang. Upaya ini mencakup perbaikan infrastruktur, penguatan sistem drainase, penataan kawasan rawan bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas kebencanaan, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diharapkan penanganan longsor di kawasan Colo dan banjir di sejumlah wilayah dapat berjalan optimal. Pemerintah menargetkan akses jalan dapat segera kembali normal, kondisi pengungsi tertangani dengan baik, serta aktivitas masyarakat berangsur pulih dengan aman.

Pemkab Kudus bersama Pemprov Jawa Tengah terus berupaya agar dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Pemkab Kudus dan Pemprov Jateng Perkuat Penanganan Longsor Colo dan Banjir di Mejobo

https://mediamuria.com/daerah/kudus/langkah-penting-status-tanggap-darurat-diberlakukan-pemkab-kudus-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-cuaca-ekstrem/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/viral-warga-tangkap-ikan-tombro-besar-di-tengah-banjir-mejobo-kudus/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *