mediamuria.com, KUDUS – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus kembali menyita perhatian publik. Selain menimbulkan dampak pada aktivitas warga dan infrastruktur, peristiwa banjir di Kecamatan Mejobo justru memunculkan fenomena unik yang ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Sebuah video yang memperlihatkan warga mencari ikan di tengah genangan air viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Dalam video yang beredar luas tersebut, tampak seorang warga berhasil menangkap seekor ikan tombro berukuran cukup besar di sekitar Embung Gulang, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Ikan air tawar tersebut terlihat masih hidup dan dipegang langsung oleh warga yang merekam video. Sambil memamerkan hasil tangkapannya, warga tersebut juga terdengar mengajak masyarakat lain untuk datang ke lokasi.
“Ayo datang, kalo nggak datang ya ga dapat ikan,” ujar warga dalam video tersebut, yang kemudian menjadi kutipan paling diingat oleh warganet dan turut mempercepat penyebaran video itu di berbagai platform.
Fenomena warga mencari ikan di tengah banjir ini terjadi seiring meluapnya air di sejumlah titik di Kecamatan Mejobo akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kudus dalam beberapa hari terakhir. Air yang meluap menyebabkan embung dan saluran air tidak mampu menampung debit air, sehingga ikan-ikan yang biasanya berada di dalam embung maupun kolam warga ikut terbawa arus ke area yang lebih terbuka.
Embung Gulang sendiri merupakan salah satu titik yang terdampak genangan cukup luas. Area sekitar embung dipenuhi air, sehingga memudahkan warga untuk menjangkau ikan yang keluar dari habitat aslinya. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari ikan, baik menggunakan alat sederhana maupun dengan tangan kosong.
Pantauan dari video yang beredar, lokasi tersebut tampak ramai didatangi warga. Tidak hanya warga Desa Gulang, tetapi juga masyarakat dari desa sekitar yang penasaran dan ingin mencoba peruntungan menangkap ikan. Beberapa terlihat membawa ember, jaring kecil, hingga kantong plastik untuk menampung hasil tangkapan mereka.
Keramaian warga di lokasi ini menunjukkan sisi lain dari peristiwa banjir yang selama ini identik dengan kesulitan dan kerugian. Di tengah genangan air dan aktivitas yang terganggu, sebagian warga justru melihat peluang untuk mendapatkan ikan konsumsi secara gratis. Ikan tombro, yang dikenal memiliki nilai ekonomi cukup tinggi, menjadi incaran utama warga.
Namun di balik viralnya video tersebut, banjir di Kecamatan Mejobo tetap membawa dampak serius bagi masyarakat. Sejumlah ruas jalan tergenang air, aktivitas ekonomi melambat, dan warga harus ekstra waspada terhadap risiko kesehatan pascabanjir. Kondisi air yang tercemar dan genangan yang bertahan lama berpotensi memicu penyakit, seperti gatal-gatal hingga leptospirosis.
Sejumlah warga mengaku bahwa aktivitas mencari ikan ini lebih sebagai hiburan dan upaya memanfaatkan situasi, bukan untuk tujuan komersial. “Daripada air banjir cuma bikin susah, ya sekalian cari ikan. Lumayan buat lauk,” ujar salah seorang warga yang datang ke lokasi, sebagaimana terlihat dalam unggahan lanjutan di media sosial.
Fenomena ini pun memicu beragam komentar dari warganet. Ada yang menilai aktivitas tersebut sebagai bentuk kreativitas warga dalam menghadapi bencana, namun tidak sedikit pula yang mengingatkan soal keselamatan dan kesehatan. Beberapa warganet mengkhawatirkan risiko tersengat listrik, terpeleset, hingga terpapar bakteri dari air banjir.
Pemerhati lingkungan dan kebencanaan juga mengingatkan bahwa meskipun terlihat menguntungkan, aktivitas mencari ikan di tengah banjir tetap memiliki risiko. Air banjir yang berasal dari luapan sungai dan saluran drainase biasanya bercampur dengan limbah rumah tangga dan kotoran hewan, sehingga berbahaya jika kontak terlalu lama dengan kulit atau jika ikan dikonsumsi tanpa pengolahan yang higienis.
Di sisi lain, viralnya video ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan lingkungan dan tata air di wilayah Kudus, khususnya Kecamatan Mejobo. Banjir yang berulang setiap musim hujan menjadi sinyal perlunya perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, serta pengelolaan embung agar mampu menampung debit air lebih optimal.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa setempat terkait aktivitas warga mencari ikan di Embung Gulang. Namun aparat desa dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga ketertiban di lokasi.
Fenomena warga menangkap ikan di tengah banjir Mejobo ini menjadi gambaran kontras antara bencana dan respons masyarakat. Di satu sisi, banjir tetap menjadi masalah serius yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Namun di sisi lain, kreativitas dan spontanitas warga dalam menghadapi situasi sulit justru melahirkan cerita unik yang viral dan menjadi perbincangan nasional.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, selalu ada cerita-cerita kecil dari masyarakat yang bertahan, beradaptasi, dan mencari cara untuk tetap tersenyum, meski dikelilingi genangan air.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Viral Warga Tangkap Ikan Tombro Besar di Tengah Banjir Mejobo Kudus