mediamuria.com – Persiku Kudus harus menelan hasil kurang memuaskan saat menjalani laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Bertandang ke kandang PS Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (5/1/2026), Laskar Macan Muria kalah tipis dengan skor 1-0 dari tuan rumah. Kekalahan ini semakin membuat posisi Persiku Kudus berada dalam tekanan di papan bawah klasemen sementara.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim tampil disiplin dan berhati-hati, menyadari pentingnya laga untuk menjaga peluang bertahan di kompetisi. PS Barito Putera yang bermain di hadapan pendukungnya berusaha tampil menekan, sementara Persiku Kudus memilih bermain lebih rapi dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang solid.
Babak Pertama Berjalan Seimbang
Pada babak pertama, Persiku Kudus menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Meski berada di kandang lawan, tim asuhan Persiku mampu mengimbangi permainan Barito Putera. Lini belakang Persiku tampil disiplin dalam meredam serangan-serangan cepat tuan rumah yang mengandalkan kecepatan sayap.
Beberapa peluang sempat tercipta dari kedua tim. PS Barito Putera mencoba membongkar pertahanan Persiku melalui kombinasi umpan pendek dan tembakan jarak jauh. Namun, kuatnya benteng pertahanan Persiku membuat peluang tersebut masih bisa diantisipasi dengan baik. Sebaliknya, Persiku juga sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan lini belakang Barito.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap imbang 0-0. Hasil ini mencerminkan jalannya pertandingan yang berlangsung seimbang, dengan kedua tim sama-sama berhati-hati dan belum mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Gol Rizky Pora Pecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat. PS Barito Putera terlihat lebih agresif untuk mengejar gol pembuka. Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Rizky Pora berhasil membawa PS Barito Putera unggul 1-0 melalui tendangan keras di dalam kotak penalti.
Gol tersebut berawal dari situasi serangan cepat Barito Putera yang berhasil menembus pertahanan Persiku. Rizky Pora yang mendapat ruang tembak melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi oleh kiper Persiku Kudus. Bola meluncur deras ke gawang, membuat pendukung tuan rumah bersorak.
Tertinggal satu gol, Persiku Kudus berusaha meningkatkan intensitas serangan. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor. Namun, upaya Persiku masih kerap terbentur rapatnya pertahanan Barito Putera.
Kartu Merah dan Drama VAR
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-74. Rizky Pora, pencetak gol tunggal dalam laga ini, mendapatkan kartu merah langsung dari wasit. Keputusan tersebut diambil setelah wasit melakukan pengecekan melalui VAR. Dari hasil tayangan ulang, Rizky Pora dinilai melakukan sikutan terhadap salah satu pemain Persiku Kudus.
Kartu merah tersebut membuat PS Barito Putera harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu pertandingan. Kondisi ini sempat memberikan harapan bagi Persiku Kudus untuk menyamakan kedudukan. Persiku pun mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan tekanan ke area pertahanan lawan.
Namun, alih-alih bermain terbuka, PS Barito Putera memilih strategi bertahan total. Di sisa laga, para pemain Barito lebih banyak terjatuh dan dinilai mengulur waktu pertandingan untuk menjaga keunggulan. Situasi ini membuat tempo permainan menjadi terputus-putus.
Persiku Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Meski unggul jumlah pemain, Persiku Kudus belum mampu memaksimalkan peluang. Beberapa kali serangan dibangun, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan PS Barito Putera tetap bertahan.
Hasil ini menjadi kekalahan yang cukup menyakitkan bagi Persiku Kudus, mengingat peluang untuk setidaknya mencuri satu poin cukup terbuka setelah kartu merah yang diterima pemain Barito Putera.
Masalah Konsistensi Babak Kedua
Jika melihat jalannya pertandingan, Persiku Kudus kembali menunjukkan pola yang sama seperti laga-laga sebelumnya. Persiku kerap tampil solid dan disiplin pada babak pertama, namun sering kali kecolongan gol di babak kedua. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih.
Pada laga sebelumnya melawan Deltras FC Sidoarjo, Persiku juga sempat unggul 2-1 di babak pertama. Namun, di babak kedua, permainan Persiku menurun dan harus mengakui keunggulan Deltras dengan skor akhir 4-2. Pola serupa kembali terulang saat menghadapi PS Barito Putera.
Masalah konsistensi dan fokus di babak kedua menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika Persiku ingin keluar dari tekanan zona degradasi.
Posisi Klasemen Kian Mengkhawatirkan
Kekalahan dari PS Barito Putera membuat posisi Persiku Kudus semakin was-was. Situasi semakin berat setelah PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan pada laga melawan Persipal Palu. Hasil tersebut membuat PSIS mengoleksi poin yang sama, yakni 8 poin, di klasemen sementara.
Persaingan di papan bawah pun semakin ketat. Setiap poin menjadi sangat berarti bagi Persiku Kudus untuk menjaga asa bertahan di Pegadaian Championship musim ini.
Laga Penting Kontra Persipal Palu
Persiku Kudus akan menghadapi laga krusial berikutnya melawan Persipal Palu. Pertandingan tersebut menjadi laga hidup mati bagi Laskar Macan Muria. Kemenangan menjadi harga mati jika Persiku ingin menjauh dari ancaman degradasi.
Jika Persiku Kudus kembali gagal meraih poin penuh, bahkan hanya bermain imbang atau kalah, bayang-bayang degradasi kian nyata di depan mata. Tekanan besar pun akan dihadapi oleh para pemain dan tim pelatih.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, Persiku Kudus dituntut segera memperbaiki kelemahan, khususnya dalam menjaga konsistensi permainan sepanjang 90 menit. Dukungan penuh dari suporter dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar Persiku mampu bangkit dan menjaga eksistensinya di kompetisi.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Persiku Kudus Takluk Tipis 1-0 Dari PS Barito Putera, Ancaman Degradasi Kian Nyata