mediamuria.com, Kudus – Pasar Kuliner Jadul menjadi salah satu ruang temu antara tradisi dan ekonomi rakyat dalam rangkaian Perayaan Ta’sis Masjid al-Aqsha Menara Kudus ke-491. Kegiatan yang digelar di kawasan Alun-alun Kulon ini mulai sejak pagi pukul 10.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB dan akan berlangsung hingga tanggal 8 Januari 2026, kegiatan ini menghadirkan suasana khas yang memadukan nuansa budaya, wisata keluarga, dan pemberdayaan UMKM lokal.
Kegiatan ini mulai dibuka pada pukul 10.00 WIB, pengunjung tampak berdatangan silih berganti. Kebanyakan warga memilih datang pada sore hari untuk menikmati suasana santai sembari mencicipi aneka kuliner tradisional. Memasuki malam, keramaian semakin terasa dengan hadirnya keluarga, peziarah, dan masyarakat yang ingin merasakan atmosfer Ta’sis Menara Kudus dengan cara yang berbeda.
Deretan tenda putih yang tertata rapi menjadi ciri khas Pasar Kuliner Jadul. Di balik setiap lapak, para pelaku UMKM lokal menyajikan berbagai makanan dan minuman tradisional yang identik dengan cita rasa tempo dulu. Suasana semakin hidup dengan perbincangan pengunjung, aroma masakan tradisional, serta latar Menara Kudus yang sarat nilai sejarah.
Ramai Sejak Sore Hingga Malam Hari
Pasar Kuliner Jadul dirancang sebagai ruang publik yang ramah keluarga. Pada sore hari, banyak pengunjung datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana terbuka di sekitar Alun-alun Kulon. Mereka duduk santai, berbincang, dan menikmati hidangan sederhana sambil menunggu waktu petang.
Ketika malam tiba, jumlah pengunjung terus bertambah. Lampu-lampu penerangan menambah kesan hangat dan nyaman, menjadikan pasar kuliner ini sebagai tempat berkumpul yang menarik. Kehadiran pasar di waktu sore hingga malam dinilai tepat karena memberi kesempatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk datang setelah menyelesaikan aktivitas harian.
Keramaian yang berlangsung hingga malam juga memberi dampak positif bagi pelaku UMKM. Waktu berjualan yang lebih panjang memungkinkan pedagang memperoleh penghasilan lebih optimal dibandingkan kegiatan pasar biasa yang hanya berlangsung singkat.
Ruang Pelestarian Tradisi Kuliner
Pasar Kuliner Jadul tidak sekadar menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi sarana pelestarian tradisi kuliner. Beragam makanan khas dan jajanan tradisional disajikan dengan cara sederhana, tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat.
Kuliner tradisional yang dijajakan menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya tidak hanya tersimpan dalam bangunan bersejarah, tetapi juga dalam cita rasa dan kebiasaan masyarakat. Melalui pasar ini, generasi muda diperkenalkan pada kuliner yang mungkin jarang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Nuansa jadul yang dihadirkan sejalan dengan semangat Ta’sis Menara Kudus, yang tidak hanya memperingati kegiatan, tetapi juga merawat nilai-nilai peradaban yang diwariskan para pendahulu.
UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Bagi para pedagang, Pasar Kuliner Jadul memberikan dampak nyata terhadap perekonomian mereka. Sejumlah penjual mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama karena jumlah pengunjung yang terus meningkat dari sore hingga malam hari.
Salah satu pedagang menyampaikan bahwa kegiatan seperti Pasar Kuliner Jadul sangat membantu UMKM lokal dalam meningkatkan pendapatan. “Alhamdulillah, kalau acara seperti ini ramai, dagangan cepat habis. Sangat membantu untuk tambahan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurut para pedagang, kegiatan ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya dari sekitar Kudus, tetapi juga dari luar daerah, sehingga membuka peluang promosi bagi UMKM lokal.

Mendongkrak Ekonomi Rakyat di Sekitar Menara Kudus
Keberadaan Pasar Kuliner Jadul dinilai mampu mendongkrak ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan harian. Dengan memanfaatkan momentum Ta’sis Menara Kudus, pasar ini menjadi penggerak ekonomi yang berbasis pada kekuatan lokal.
Perputaran ekonomi terjadi secara langsung di tingkat masyarakat. Bahan baku yang digunakan pedagang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar, sementara hasil penjualan kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Pola ini menciptakan siklus ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sementara, baik bagi pelaku usaha, tenaga bantu, maupun masyarakat sekitar yang terlibat dalam penyelenggaraan.
Wisata Religi dan Budaya dalam Satu Ruang
Pasar Kuliner Jadul melengkapi konsep wisata religi yang selama ini melekat pada kawasan Menara Kudus. Pengunjung yang datang untuk berziarah atau mengikuti rangkaian Ta’sis dapat sekaligus menikmati suasana pasar tradisional yang sarat nilai budaya.
Kombinasi antara wisata religi, budaya, dan ekonomi rakyat menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang hidup. Aktivitas masyarakat yang berlangsung dari sore hingga malam menciptakan dinamika yang memperkuat identitas Menara Kudus sebagai pusat peradaban.
Harapan Keberlanjutan Kegiatan
Masyarakat dan pelaku UMKM berharap kegiatan seperti Pasar Kuliner Jadul dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjadi bagian dari perayaan Ta’sis, pasar ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda rutin yang mendukung pariwisata dan perekonomian lokal.
Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, Pasar Kuliner Jadul dapat menjadi contoh bagaimana kegiatan budaya mampu memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Kesimpulan
Pasar Kuliner Jadul dalam rangka Ta’sis Masjid al-Aqsha Menara Kudus tidak hanya menghadirkan suasana tradisi, tetapi juga menjadi ruang temu ekonomi rakyat. Keramaian yang berlangsung sejak sore hingga malam hari memberi dampak positif bagi pelaku UMKM lokal, sekaligus menghidupkan kawasan Menara Kudus sebagai ruang budaya dan sosial.
Melalui kegiatan ini, tradisi tidak hanya dirawat, tetapi juga dihadirkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat, memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang saling menguatkan.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Pasar Kuliner Jadul Jadi Ruang Temu Tradisi Dan Ekonomi Rakyat Di Ta’sis Menara Kudus